Antibiotik Oral untuk Bakteri Penghasil ESBL
Untuk infeksi saluran kemih (ISK) yang disebabkan oleh bakteri penghasil ESBL, nitrofurantoin, fosfomycin, dan pivmecillinam adalah pilihan oral lini pertama yang paling efektif, dengan tingkat sensitivitas >95% terhadap organisme penghasil ESBL. 1
Pilihan Antibiotik Oral Berdasarkan Organisme
Untuk E. coli Penghasil ESBL
- Fosfomycin menunjukkan sensitivitas tertinggi (~98%) terhadap E. coli penghasil ESBL 1
- Pivmecillinam efektif dengan sensitivitas ~96% 1
- Nitrofurantoin memiliki sensitivitas ~93% 1
- Amoxicillin-clavulanate dapat dipertimbangkan untuk infeksi ringan hingga sedang 2, 3
Untuk Klebsiella pneumoniae Penghasil ESBL
- Pivmecillinam adalah yang paling efektif (sensitivitas 83%) 1
- Fosfomycin menunjukkan sensitivitas 62% 1
- Nitrofurantoin memiliki sensitivitas lebih rendah (42%) untuk Klebsiella 1
Untuk Enterobacteriaceae Lain Penghasil ESBL
- Pivmecillinam (sensitivitas 88%) dan fosfomycin (sensitivitas 85%) adalah pilihan terbaik 1
- Nitrofurantoin kurang efektif (sensitivitas hanya 15%) 1
Terapi Kombinasi Oral yang Menjanjikan
- Kombinasi cefixime dan amoxicillin-clavulanate menunjukkan hasil yang sangat baik dalam studi in vitro dan in vivo 4
- Kombinasi ini meningkatkan tingkat kerentanan dari 8,6% menjadi 86,3% terhadap E. coli penghasil ESBL 4
- Dari 20 pasien ISK dengan ESBL-EC yang diobati dengan kombinasi ini, 18 pasien mencapai resolusi klinis dan mikrobiologis lengkap 4
Antibiotik yang Harus Dihindari
- Fluoroquinolones (ciprofloxacin) harus dihindari karena tingkat resistensi 60-93% pada E. coli penghasil ESBL di seluruh dunia 5
- Trimethoprim-sulfamethoxazole menunjukkan efektivitas minimal terhadap organisme penghasil ESBL 1
- Cephalosporin generasi pertama tidak memiliki aktivitas terhadap organisme penghasil ESBL 6
- Penggunaan cephalosporin yang diperluas harus dihindari karena tekanan selektif yang menyebabkan munculnya resistensi 5
Faktor Risiko yang Memerlukan Cakupan ESBL
- Paparan antibiotik baru-baru ini (terutama cephalosporin generasi ketiga atau fluoroquinolones) dalam 90 hari terakhir 5
- Kolonisasi yang diketahui dengan Enterobacteriaceae penghasil ESBL 5
- Perjalanan ke wilayah dengan prevalensi tinggi (Pasifik Barat, Mediterania Timur, Asia Tenggara) 5
- Rawat inap baru-baru ini dalam 90 hari atau tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang 5
Pertimbangan Penting untuk Praktik Klinis
- Untuk ISK tanpa komplikasi: Gunakan nitrofurantoin (5 hari), fosfomycin (dosis tunggal 3g), atau pivmecillinam (5 hari) sebagai terapi lini pertama 2, 3
- Untuk infeksi yang lebih serius atau pasien sakit kritis: Terapi parenteral dengan carbapenem (meropenem, imipenem, atau doripenem) diperlukan 6, 7
- Pola resistensi lokal harus memandu pilihan terapi empiris, karena tingkat pembawa ESBL bervariasi secara signifikan berdasarkan wilayah geografis 5
Peringatan Umum
- Jangan menggunakan fluoroquinolones untuk terapi empiris di daerah dengan tingkat resistensi >20% di antara isolat E. coli 6
- Hindari penggunaan carbapenem yang berlebihan untuk infeksi ringan hingga sedang guna mencegah tekanan selektif untuk organisme resisten carbapenem 6, 7
- Uji sensitivitas in vitro sangat penting untuk memandu terapi definitif, terutama saat mempertimbangkan terapi kombinasi 4
- Meskipun beta-lactam/beta-lactamase inhibitor combinations menunjukkan aktivitas in vitro terhadap ESBL, efektivitas klinis mereka dipengaruhi oleh inokulum bakteri, rejimen dosis, dan jenis ESBL spesifik 8