What oral antibiotics are effective for treating infections caused by ESBL-producing bacteria?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 26, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Antibiotik Oral untuk Bakteri Penghasil ESBL

Untuk infeksi saluran kemih (ISK) yang disebabkan oleh bakteri penghasil ESBL, nitrofurantoin, fosfomycin, dan pivmecillinam adalah pilihan oral lini pertama yang paling efektif, dengan tingkat sensitivitas >95% terhadap organisme penghasil ESBL. 1

Pilihan Antibiotik Oral Berdasarkan Organisme

Untuk E. coli Penghasil ESBL

  • Fosfomycin menunjukkan sensitivitas tertinggi (~98%) terhadap E. coli penghasil ESBL 1
  • Pivmecillinam efektif dengan sensitivitas ~96% 1
  • Nitrofurantoin memiliki sensitivitas ~93% 1
  • Amoxicillin-clavulanate dapat dipertimbangkan untuk infeksi ringan hingga sedang 2, 3

Untuk Klebsiella pneumoniae Penghasil ESBL

  • Pivmecillinam adalah yang paling efektif (sensitivitas 83%) 1
  • Fosfomycin menunjukkan sensitivitas 62% 1
  • Nitrofurantoin memiliki sensitivitas lebih rendah (42%) untuk Klebsiella 1

Untuk Enterobacteriaceae Lain Penghasil ESBL

  • Pivmecillinam (sensitivitas 88%) dan fosfomycin (sensitivitas 85%) adalah pilihan terbaik 1
  • Nitrofurantoin kurang efektif (sensitivitas hanya 15%) 1

Terapi Kombinasi Oral yang Menjanjikan

  • Kombinasi cefixime dan amoxicillin-clavulanate menunjukkan hasil yang sangat baik dalam studi in vitro dan in vivo 4
  • Kombinasi ini meningkatkan tingkat kerentanan dari 8,6% menjadi 86,3% terhadap E. coli penghasil ESBL 4
  • Dari 20 pasien ISK dengan ESBL-EC yang diobati dengan kombinasi ini, 18 pasien mencapai resolusi klinis dan mikrobiologis lengkap 4

Antibiotik yang Harus Dihindari

  • Fluoroquinolones (ciprofloxacin) harus dihindari karena tingkat resistensi 60-93% pada E. coli penghasil ESBL di seluruh dunia 5
  • Trimethoprim-sulfamethoxazole menunjukkan efektivitas minimal terhadap organisme penghasil ESBL 1
  • Cephalosporin generasi pertama tidak memiliki aktivitas terhadap organisme penghasil ESBL 6
  • Penggunaan cephalosporin yang diperluas harus dihindari karena tekanan selektif yang menyebabkan munculnya resistensi 5

Faktor Risiko yang Memerlukan Cakupan ESBL

  • Paparan antibiotik baru-baru ini (terutama cephalosporin generasi ketiga atau fluoroquinolones) dalam 90 hari terakhir 5
  • Kolonisasi yang diketahui dengan Enterobacteriaceae penghasil ESBL 5
  • Perjalanan ke wilayah dengan prevalensi tinggi (Pasifik Barat, Mediterania Timur, Asia Tenggara) 5
  • Rawat inap baru-baru ini dalam 90 hari atau tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang 5

Pertimbangan Penting untuk Praktik Klinis

  • Untuk ISK tanpa komplikasi: Gunakan nitrofurantoin (5 hari), fosfomycin (dosis tunggal 3g), atau pivmecillinam (5 hari) sebagai terapi lini pertama 2, 3
  • Untuk infeksi yang lebih serius atau pasien sakit kritis: Terapi parenteral dengan carbapenem (meropenem, imipenem, atau doripenem) diperlukan 6, 7
  • Pola resistensi lokal harus memandu pilihan terapi empiris, karena tingkat pembawa ESBL bervariasi secara signifikan berdasarkan wilayah geografis 5

Peringatan Umum

  • Jangan menggunakan fluoroquinolones untuk terapi empiris di daerah dengan tingkat resistensi >20% di antara isolat E. coli 6
  • Hindari penggunaan carbapenem yang berlebihan untuk infeksi ringan hingga sedang guna mencegah tekanan selektif untuk organisme resisten carbapenem 6, 7
  • Uji sensitivitas in vitro sangat penting untuk memandu terapi definitif, terutama saat mempertimbangkan terapi kombinasi 4
  • Meskipun beta-lactam/beta-lactamase inhibitor combinations menunjukkan aktivitas in vitro terhadap ESBL, efektivitas klinis mereka dipengaruhi oleh inokulum bakteri, rejimen dosis, dan jenis ESBL spesifik 8

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.