What is the recommended dose of remifentanil for a critically ill adult patient in the ICU?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 26, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Remifentanil untuk Perawatan Kritis di ICU

Untuk pasien dewasa sakit kritis di ICU, remifentanil harus dimulai dengan dosis 0,1-0,4 mcg/kg/menit dan dititrasi berdasarkan respons klinis menggunakan skala nyeri dan sedasi yang tervalidasi. 1

Dosis Awal dan Titrasi

Mulai dengan dosis rendah dan tingkatkan secara bertahap:

  • Dosis awal: 0,1-0,15 mcg/kg/menit untuk analgesia dan sedasi pada pasien ventilasi mekanik 2, 3
  • Rentang dosis efektif: 0,05-0,25 mcg/kg/menit, dengan dosis optimal biasanya ≤0,05 mcg/kg/menit untuk mencapai ketenangan dan adaptasi ventilator yang baik 3
  • Titrasi: Tingkatkan dalam langkah 0,05 mcg/kg/menit setiap 30 menit berdasarkan kebutuhan klinis 2

Strategi Dosis Berdasarkan Tujuan Klinis

Untuk Analgesia dan Sedasi Rutin

  • Dosis pemeliharaan: 0,1-0,2 mcg/kg/menit untuk analgesia berkelanjutan di ICU 4
  • Dosis ini efektif mencapai Ramsay Sedation Score 2-3 (pasien sadar, kooperatif, atau responsif terhadap perintah) 2
  • Pada dosis ≤0,05 mcg/kg/menit, pasien tetap dapat dibangunkan dan beradaptasi dengan ventilator tanpa supresi napas 3

Untuk Sedasi Dalam

  • Dosis lebih tinggi: 0,15-0,25 mcg/kg/menit dapat digunakan untuk sedasi lebih dalam 2, 5
  • Namun, dosis >0,05 mcg/kg/menit dapat menyebabkan supresi drive respirasi pada beberapa pasien dan memerlukan ventilasi mekanik terkontrol 3

Untuk Manajemen Nyeri Prosedural

  • Dosis bolus: 1 mcg/kg dapat diberikan setiap 2-5 menit untuk nyeri prosedural 4
  • Pedoman Society of Critical Care Medicine merekomendasikan penggunaan opioid dengan dosis efektif terendah untuk manajemen nyeri prosedural 6

Pertimbangan Penting dalam Praktik Klinis

Kebutuhan Sedatif Tambahan

  • 63% pasien memerlukan sedatif tambahan (midazolam atau klonidin) untuk sedasi adekuat 2
  • Jika analgesia cukup tetapi sedasi tidak adekuat, berikan bolus midazolam 1-3 mg atau infus klonidin 0,5 mcg/kg/jam 2
  • Propofol dapat ditambahkan dengan dosis 0,5 mg/kg/jam jika diperlukan untuk mencapai sedasi optimal 7

Keuntungan Farmakokinetik Unik

  • Metabolisme independen organ: Remifentanil dimetabolisme oleh esterase plasma non-spesifik, menghasilkan offset aksi yang cepat dan dapat diprediksi 1
  • Context-sensitive half-time pendek: Tidak berubah dengan durasi infusi, berbeda dengan fentanil atau morfin 1
  • Pemulihan cepat: 67% pasien dapat diekstubasi dalam 15 menit setelah penghentian infus, dan 87% dalam 45 menit 2

Peringatan Kritis dan Manajemen Transisi

Manajemen Nyeri Pasca-Penghentian

Ini adalah perangkap paling penting: Karena offset remifentanil yang sangat cepat, pasien mengalami nyeri lebih lama selama dan setelah ekstubasi dibandingkan dengan fentanil 7

Strategi transisi wajib:

  • Berikan analgesik kerja panjang (seperti piritramid 3-5 mg atau morfin) 20 menit sebelum penghentian remifentanil 2
  • Tambahkan analgesik non-opioid (metamizol atau propacetamol) untuk nyeri postoperatif 2
  • Tanpa transisi proaktif ini, pasien akan mengalami nyeri signifikan (10,2% vs 3,6% waktu postekstubasi dengan fentanil) 7

Efek Samping yang Perlu Dimonitor

  • Bradikardia dan hipotensi: Terjadi pada beberapa pasien, terutama dengan dosis >0,05 mcg/kg/menit 3
  • Supresi drive respirasi: Dapat terjadi pada dosis >0,05 mcg/kg/menit pada 4 dari 10 pasien 3
  • Pruritus berat: Dilaporkan pada beberapa pasien 3
  • Penggunaan atropin dapat mengurangi potensi bradikardia 4

Rekomendasi Berdasarkan Bukti Terkuat

Pedoman Society of Critical Care Medicine 2018 merekomendasikan remifentanil sebagai salah satu opioid pilihan (bersama fentanil, hydromorphone, dan morfin) untuk manajemen nyeri pada pasien dewasa sakit kritis 6. European Society of Cardiology merekomendasikan remifentanil sebagai agen lini pertama untuk analgesia dan sedasi pada pasien dewasa dengan ventilasi mekanik, terutama dalam strategi analgesia-first sedation 1.

Algoritma titrasi otomatis dengan target BIS 40-60 menunjukkan hasil superior dibandingkan administrasi manual, dengan 77% vs 36% waktu dalam sedasi adekuat dan pengurangan konsumsi propofol hingga 50% 5. Namun, meta-analisis menunjukkan bahwa meskipun remifentanil mengurangi waktu ekstubasi sebesar 2 jam, tidak ada perbedaan signifikan dalam mortalitas, durasi ventilasi mekanik, atau lama rawat ICU 8.

Related Questions

What is the typical dosing regimen for propofol (generic name) and remifentanil (generic name) for deep sedation in a typical adult patient?
What is the best choice of sedative for a patient experiencing inadequate sedation with fentanyl?
What is the recommended starting dose for fentanyl (synthetic opioid) drip sedation in a patient?
What is the recommended dosing regimen for fentanyl (Fentanyl) IV push with vecuronium (Vec) and propofol (Propofol) for analgesia and sedation?
Can I increase the dose of fentanyl from 10ml/hr to 15ml/hr in an intubated patient with rising blood pressure due to awakening?
Should a patient with significant functional limitations, such as difficulty bending, be referred for a functional assessment with a Physical Therapist (PT)?
What is the best treatment option for a pregnant woman with a history of smoking who is having difficulty quitting?
What is the correlation between Cardiac MRI (Magnetic Resonance Imaging) and Cardiac cath (Cardiac Catheterization) in adult patients with suspected or known coronary artery disease?
What is the recommended dose of prescription strength omega three fatty acids (EPA and DHA) for an adult patient with a history of cardiovascular disease, high triglycerides, or inflammatory conditions?
What is the relationship between Glomerular Filtration Rate (GFR), creatinine, and urea levels in blood samples, especially in patients with potential kidney issues or impaired renal function?
What is the recommended dosage of Esomeprazole (BID) for a patient with Laryngo-Pharyngeal Reflux (LPR), hypertrophy and edema of the posterior laryngeal mucosa, and a normal Esophagogastroduodenoscopy (EGDS)?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.