Mekanisme Levofloksasin Menyebabkan Insomnia
Levofloksasin menyebabkan insomnia melalui efek toksisitas langsung pada sistem saraf pusat (SSP), yang terjadi pada sekitar 0,5% pasien, dengan mekanisme yang melibatkan gangguan neurotransmitter dan peningkatan arousal SSP. 1
Mekanisme Neurologi yang Mendasari
Fluorokuinolon, termasuk levofloksasin, memiliki kemampuan untuk menembus sawar darah-otak dan menyebabkan berbagai efek SSP 2. Mekanisme spesifik meliputi:
Gangguan reseptor GABA: Fluorokuinolon dapat menghambat reseptor GABA (gamma-aminobutyric acid) di SSP, yang merupakan neurotransmitter inhibitori utama. Penghambatan ini menyebabkan peningkatan eksitabilitas neuronal dan gangguan tidur 3
Stimulasi SSP langsung: Levofloksasin dapat menyebabkan berbagai manifestasi neuropsikiatrik termasuk insomnia, pusing, tremor, dan sakit kepala melalui stimulasi langsung sistem saraf pusat 1, 2
Profil Efek Samping Neurologis
Levofloksasin memiliki spektrum efek samping SSP yang relatif rendah dibandingkan fluorokuinolon lain, namun tetap signifikan secara klinis:
Insiden insomnia: Terjadi pada 0,5% pasien yang menerima levofloksasin 1
Efek SSP lainnya: Termasuk pusing, tremor, sakit kepala, dan dalam kasus yang jarang terjadi, dapat menyebabkan halusinasi, psikosis, dan reaksi ansietas akut 3, 4
Perbandingan dengan fluorokuinolon lain: Levofloksasin, ofloksasin, dan moksifloksasin dilaporkan memiliki potensi terendah untuk menyebabkan efek samping SSP di antara fluorokuinolon yang tersedia 2
Faktor Risiko yang Meningkatkan Toksisitas SSP
Beberapa kondisi meningkatkan risiko insomnia dan efek SSP lainnya:
Disfungsi ginjal: Pasien dengan klirens kreatinin <50 mL/menit berisiko lebih tinggi karena 80% levofloksasin dieliminasi melalui ginjal tanpa perubahan 1, 5
Akumulasi obat: Tanpa penyesuaian dosis pada gangguan ginjal, kadar plasma meningkat dan memperpanjang waktu paruh eliminasi (normalnya 6-8 jam), meningkatkan paparan SSP 5
Interaksi obat: Simetidin dan probenesid menurunkan klirens renal levofloksasin dan meningkatkan waktu paruh, yang dapat memperburuk efek SSP 5
Pertimbangan Klinis Penting
Onset cepat: Efek SSP dapat terjadi segera setelah pemberian, dengan konsentrasi puncak plasma dicapai dalam 1-2 jam setelah pemberian oral 5
Penetrasi SSP: Meskipun penetrasi ke cairan serebrospinal relatif rendah (sekitar 16% dari nilai plasma simultan), levofloksasin tetap dapat menyebabkan efek SSP yang signifikan 5
Reversibilitas: Insomnia dan efek SSP lainnya umumnya reversibel setelah penghentian obat 6, 3
Peringatan untuk Praktik Klinis
Hindari kesalahan umum berikut:
Jangan abaikan keluhan insomnia: Meskipun insidennya rendah (0,5%), efek ini nyata dan dapat memerlukan penghentian obat 1
Monitor pasien dengan gangguan ginjal: Sesuaikan dosis menjadi 750-1000 mg tiga kali seminggu jika klirens kreatinin <50 mL/menit untuk mengurangi risiko toksisitas SSP 1, 7
Pertimbangkan alternatif: Pada pasien dengan riwayat gangguan tidur atau kondisi neuropsikiatrik, pertimbangkan antibiotik alternatif jika memungkinkan secara klinis 6