What antibiotic is recommended for a child diagnosed with pertussis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 27, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Antibiotik untuk Pertusis pada Anak

Azithromycin adalah antibiotik lini pertama yang direkomendasikan untuk pertusis pada anak, dengan dosis 10 mg/kg (maksimum 500 mg) pada hari pertama, diikuti 5 mg/kg per hari (maksimum 250 mg) pada hari 2-5. 1

Rekomendasi Berdasarkan Usia

Bayi < 1 Bulan

  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan azithromycin sebagai agen lini pertama karena efektivitas dan tolerabilitas yang lebih baik dibandingkan makrolida lain 1
  • Azithromycin memiliki risiko infantile hypertrophic pyloric stenosis (IHPS) yang jauh lebih rendah dibandingkan erythromycin 1, 2
  • Erythromycin sangat terkait dengan IHPS pada bayi < 1 bulan dan harus dihindari 1, 3

Bayi 1-5 Bulan

  • American Academy of Pediatrics merekomendasikan azithromycin dan clarithromycin sebagai agen lini pertama 1
  • Dosis azithromycin: 10 mg/kg per hari selama 5 hari 1, 2

Anak ≥ 6 Bulan

  • CDC merekomendasikan azithromycin dengan regimen: 10 mg/kg (maksimum 500 mg) pada hari 1, kemudian 5 mg/kg per hari (maksimum 250 mg) pada hari 2-5 1

Alternatif Antibiotik

  • Trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMZ) diindikasikan untuk pasien > 2 bulan dengan kontraindikasi makrolida 1
  • Clarithromycin dapat digunakan sebagai alternatif, tetapi tidak untuk bayi < 1 bulan karena risiko IHPS 1

Keunggulan Azithromycin

  • Sama efektifnya dengan erythromycin dalam eradikasi B. pertussis (100% eradikasi pada akhir terapi) 4
  • Tolerabilitas jauh lebih baik: efek samping gastrointestinal 18.8% vs 41.2% dengan erythromycin 4
  • Kepatuhan pengobatan lebih tinggi: 90% pasien mengonsumsi 100% dosis azithromycin vs hanya 55% dengan erythromycin 4
  • Durasi pengobatan lebih singkat (5 hari vs 14 hari) dengan farmakokinetik superior 1, 5, 6

Waktu Pemberian yang Optimal

  • Mulai antibiotik segera saat kecurigaan klinis pertussis, tanpa menunggu konfirmasi kultur 1
  • Pengobatan dini (fase kataral, 2 minggu pertama) dapat mengurangi durasi dan keparahan gejala serta mengurangi periode penularan 1, 7
  • Pengobatan terlambat (fase paroksismal, > 3 minggu) memiliki manfaat klinis terbatas tetapi tetap diindikasikan untuk mencegah transmisi 1

Pertimbangan Penting dan Peringatan

  • Antibiotik tidak mengubah perjalanan klinis batuk paroksismal yang sudah terjadi - fokus pada perawatan suportif 2
  • Isolasi pasien di rumah selama 5 hari setelah memulai antibiotik untuk mencegah penularan 1
  • Azithromycin tidak boleh diberikan bersamaan dengan antasida yang mengandung aluminium atau magnesium karena mengurangi absorpsi 1, 2
  • Monitor bayi < 6 bulan untuk tanda-tanda IHPS (muntah non-bilious, iritabilitas saat makan) meskipun risiko dengan azithromycin jauh lebih rendah 1, 2, 3

Profilaksis Pasca-Pajanan

  • Regimen antibiotik dan dosis yang sama digunakan untuk profilaksis pasca-pajanan 1
  • Prioritaskan profilaksis untuk semua kontak rumah tangga, terutama bayi < 12 bulan, wanita hamil trimester ketiga, dan petugas kesehatan 1

Peringatan Khusus untuk Bayi Muda

  • Bayi < 6 bulan, terutama < 4 bulan, memiliki risiko tertinggi komplikasi pertussis yang parah dan fatal 1, 2
  • Indikasi rawat inap: episode apnea (jeda napas > 10-15 detik), muntah berat yang menyebabkan dehidrasi, distres pernapasan, saturasi oksigen < 90-92%, atau perubahan status mental 2
  • Pertahankan ambang batas yang sangat rendah untuk rawat inap pada bayi < 6 bulan 2

Yang TIDAK Boleh Dilakukan

  • Jangan gunakan penekan batuk (dextromethorphan, codeine) - tidak terbukti bermanfaat dan dapat berbahaya pada bayi 2
  • Jangan gunakan kortikosteroid, β-agonis kerja panjang, antihistamin, atau imunoglobulin pertussis - tidak ada manfaat yang terbukti 1, 2

References

Guideline

Treatment of Pertussis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Management of Pertussis in Infants

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Short-term treatment of pertussis with azithromycin in infants and young children.

European journal of clinical microbiology & infectious diseases : official publication of the European Society of Clinical Microbiology, 1999

Research

Pertussis: The Whooping Cough.

Primary care, 2018

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.