Manajemen Pasien dengan Hematoschezia Aktif, Nodul Hepar Multipel, dan Kelainan Koagulasi
Pasien ini memerlukan resusitasi segera dengan kristaloid dan transfusi darah yang dibatasi (target Hb 7-9 g/dL), koreksi koagulopati hanya untuk perdarahan aktif yang tidak terkontrol, antibiotik profilaksis mengingat procalcitonin yang meningkat, dan investigasi mendesak untuk melokalisasi sumber perdarahan dengan endoskopi atau CT angiografi. 1
Resusitasi dan Stabilisasi Hemodinamik Awal
Prioritas pertama adalah resusitasi cairan yang terkontrol:
- Berikan kristaloid dan packed red blood cells dengan strategi restriktif, menargetkan Hb 7-9 g/dL, karena transfusi berlebihan dapat meningkatkan tekanan portal dan memperburuk perdarahan 1
- Hindari ekspansi volume berlebihan yang dapat mengganggu pembentukan bekuan dan meningkatkan risiko perdarahan lebih lanjut 1
- Pada pasien dengan Hb 10.2 g/dL saat ini, transfusi belum diperlukan kecuali terdapat instabilitas hemodinamik atau perdarahan masif berlanjut 2
Manajemen Koagulopati
Parameter koagulasi pasien (aPTT 29.8 detik, PT 11.6, INR 1.2) sebenarnya relatif normal dan tidak memerlukan koreksi profilaksis:
- Jangan berikan FFP, platelet, atau konsentrat fibrinogen secara profilaksis karena tidak mengurangi risiko perdarahan dan dapat menyebabkan volume overload serta peningkatan tekanan portal 1, 3
- Koreksi koagulopati hanya diindikasikan jika perdarahan aktif tidak dapat dikontrol dengan tindakan lokal/endoskopi, dengan target fibrinogen >1.5 g/dL (saat ini 500 mg/dL sudah adekuat) 1
- Trombosit 400,000 sudah sangat adekuat; transfusi platelet hanya diperlukan jika <50,000/mm³ dengan perdarahan aktif 1
- D-dimer yang tinggi (4000 ng/mL) mencerminkan aktivasi koagulasi dan fibrinolisis, bukan indikasi untuk koreksi 4
Investigasi Sumber Perdarahan
Lokalisasi sumber perdarahan harus segera dilakukan:
- Lakukan endoskopi gastrointestinal segera untuk mengidentifikasi sumber perdarahan (varises anorektal, gastropati hipertensi portal, atau sumber non-portal hipertensi) 1
- Jika endoskopi tidak mengidentifikasi sumber, pertimbangkan CT angiografi untuk mendeteksi perdarahan aktif 1
- Hematoschezia 50cc/hari menunjukkan perdarahan yang signifikan namun tidak masif, memungkinkan waktu untuk investigasi terstruktur 1
Manajemen Berdasarkan Sumber Perdarahan
Jika perdarahan berasal dari varises anorektal (terkait hipertensi portal):
- Berikan obat vasoaktif seperti terlipressin atau octreotide untuk mengurangi aliran darah splanknik dan tekanan portal 1
- Lakukan terapi endoskopi (ligasi atau skleroterapi) 1
- Pertimbangkan pemasangan balon kompresi endorektal (Sengstaken-Blakemore atau Linton-Nachlas) sebagai tindakan sementara jika perdarahan masif 1
- Jangan gunakan tranexamic acid pada perdarahan varises 1
Jika perdarahan dari sumber non-portal hipertensi:
- Prioritaskan tindakan lokal (endoskopi) atau radiologi intervensi (embolisasi) 1
- Koreksi faktor kontribusi: infeksi/sepsis (procalcitonin 1.34 ng/mL menunjukkan kemungkinan infeksi), anemia, dan gangguan elektrolit 1
Manajemen Antibiotik
Berikan antibiotik profilaksis segera:
- Procalcitonin 1.34 ng/mL dan leukositosis 15,200 menunjukkan kemungkinan infeksi atau sepsis 5
- Pasien dengan penyakit hati dan perdarahan gastrointestinal memiliki risiko infeksi bakteri 60-80% 5
- Berikan antibiotik spektrum luas empiris yang mencakup enterobacteria, staphylococcal, dan streptococcal sesuai ekologi unit 5
- Pertimbangkan profilaksis stress ulcer dengan H2 blocker atau PPI 5
Evaluasi Nodul Hepar Multipel
Nodul hepar multipel dengan ukuran terbesar 7.6 cm memerlukan karakterisasi lebih lanjut:
- Efusi pleura bilateral dan cholelithiasis menunjukkan kemungkinan penyakit hati lanjut atau komplikasi 1
- Hindari biopsi hepar karena risiko perdarahan tinggi pada pasien dengan kelainan vaskular hepar atau koagulopati 1
- Diagnosis dapat ditegakkan secara non-invasif dengan kombinasi CT kontras, MRI, dan Doppler ultrasound 1
- Pertimbangkan kemungkinan: hemangiomatosis hepar, malformasi vaskular, focal nodular hyperplasia, atau metastasis 1, 6
Monitoring Berkelanjutan
Pemantauan ketat diperlukan:
- Periksa ulang Hb, platelet, PT/INR, fibrinogen setiap 12-24 jam 5
- Monitor tanda vital, status hemodinamik, dan jumlah perdarahan berkelanjutan 1
- Evaluasi laktat serum dan base deficit untuk menilai status metabolik dan adequasi resusitasi 1
- Jika perdarahan tidak terkontrol dengan terapi medis dan endoskopi, pertimbangkan radiologi intervensi atau pembedahan 1
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan transfusi berlebihan menargetkan Hb >10 g/dL karena meningkatkan risiko komplikasi dan mortalitas 2
- Jangan koreksi INR secara profilaksis karena INR tidak memprediksi risiko perdarahan pada penyakit hepar 1, 3
- Jangan tunda investigasi sumber perdarahan untuk "memperbaiki" parameter koagulasi terlebih dahulu 3
- Jangan abaikan risiko trombosis karena pasien dengan penyakit hepar memiliki hemostasis yang "rebalanced" dan dapat mengalami komplikasi trombotik 1, 4