High Flow Low Resistance dalam Hipertensi Pulmonal
"High flow low resistance" merujuk pada kondisi hemodinamik di mana terdapat peningkatan aliran darah pulmonal (cardiac output tinggi) namun resistensi vaskular pulmonal tetap rendah atau normal, menghasilkan peningkatan tekanan arteri pulmonal yang relatif ringan—kondisi ini paling sering terlihat pada penyakit jantung kongenital dengan shunt sistemik-ke-pulmonal yang besar sebelum berkembang menjadi penyakit vaskular pulmonal obstruktif. 1
Definisi Hemodinamik
Kondisi "high flow low resistance" secara hemodinamik ditandai oleh:
- Cardiac output yang meningkat akibat shunt sistemik-ke-pulmonal yang masih dominan 1
- Resistensi vaskular pulmonal (PVR) yang masih rendah hingga sedang (belum mencapai >3 Wood Units yang mendefinisikan hipertensi arteri pulmonal sejati) 1, 2
- Mean pulmonary artery pressure (mPAP) yang meningkat namun terutama disebabkan oleh peningkatan aliran, bukan peningkatan resistensi 3
Konteks Klinis Utama
Kondisi ini paling relevan dalam hipertensi arteri pulmonal terkait penyakit jantung kongenital (PAH-CHD), khususnya pada kategori "PAH dengan shunt sistemik-ke-pulmonal yang predominan" 1:
- Pasien memiliki defek sedang hingga besar (VSD, ASD, PDA)
- PVR masih ringan hingga sedang meningkat
- Shunt sistemik-ke-pulmonal masih predominan
- Sianosis saat istirahat belum muncul (berbeda dengan sindrom Eisenmenger) 1
- Defek masih dapat dikoreksi pada tahap ini 1
Progresivitas Penyakit
Penting memahami bahwa "high flow low resistance" adalah tahap awal yang dapat berkembang:
- Paparan kronis terhadap aliran tinggi dan tekanan tinggi menyebabkan remodeling vaskular pulmonal progresif 1
- PVR secara bertahap meningkat dari rendah → sedang → tinggi
- Akhirnya berkembang menjadi sindrom Eisenmenger dengan PVR sangat tinggi, reversal shunt (pulmonal-ke-sistemik), sianosis, dan eritrositosis 1
- Pada tahap Eisenmenger, kondisi berubah menjadi "low flow high resistance" dengan defek yang tidak dapat dikoreksi lagi 1
Implikasi Terapeutik
Identifikasi tahap "high flow low resistance" sangat krusial karena menentukan reversibilitas:
- Pada tahap ini, koreksi bedah defek masih memungkinkan dan dapat mencegah progresivitas ke penyakit vaskular ireversibel 1
- Setelah PVR meningkat signifikan (>3 Wood Units dengan defek kecil atau >5-8 Wood Units dengan defek besar), koreksi bedah menjadi kontraindikasi 1
- Pasien dengan defek kecil namun PVR sudah tinggi (gambaran seperti idiopathic PAH) tidak boleh dilakukan penutupan defek 1
Perbedaan dengan Kondisi Lain
Kondisi ini berbeda dari:
- Isolated postcapillary PH (PAWP >15 mmHg, PVR ≤2 WU) yang terlihat pada penyakit jantung kiri 2, 4
- Precapillary PH dengan high resistance (PAWP ≤15 mmHg, PVR >2 WU) seperti pada idiopathic PAH atau sindrom Eisenmenger 2, 4
- Exercise PH yang didefinisikan sebagai mPAP/cardiac output slope >3 mmHg/L/min 2, 4
Peringatan Klinis Penting
- Jangan menunda evaluasi hemodinamik invasif pada pasien dengan CHD dan kecurigaan PH, karena window untuk intervensi bedah dapat tertutup 5
- Estimasi non-invasif PVR sering tidak akurat—kateterisasi jantung kanan diperlukan untuk menentukan apakah defek masih dapat dikoreksi 1, 5
- Pasien dengan shunt besar yang asimtomatik tetap berisiko progresivitas dan memerlukan monitoring serial ketat 1