Tatalaksana Epididimoorchitis
Berikan terapi antibiotik empiris segera berdasarkan usia: untuk pria <35 tahun gunakan ceftriaxone 250 mg IM dosis tunggal PLUS doxycycline 100 mg oral dua kali sehari selama 10 hari; untuk pria ≥35 tahun gunakan levofloxacin 500 mg oral sekali sehari atau ofloxacin 300 mg oral dua kali sehari selama 10 hari. 1, 2
Pendekatan Diagnostik Awal
Sebelum memulai terapi, lakukan evaluasi berikut untuk mengonfirmasi diagnosis dan menyingkirkan kondisi darurat:
- Singkirkan torsi testis segera - ini adalah kedaruratan bedah yang lebih sering terjadi pada remaja, terutama jika onset nyeri mendadak, nyeri berat, atau tidak ada bukti inflamasi/infeksi 1, 3
- Lakukan pemeriksaan Gram stain dari eksudat uretra atau swab intraurethral untuk diagnosis uretritis (>5 leukosit polimorfonuklear per lapangan imersi minyak) 1
- Kultur atau nucleic acid amplification test (NAAT) dari swab intraurethral atau urin porsi pertama untuk N. gonorrhoeae dan C. trachomatis 1
- Periksa urin porsi pertama yang tidak disentrifugasi untuk leukosit jika Gram stain uretra negatif 1
- Lakukan serologi sifilis dan konseling/tes HIV 1
Regimen Antibiotik Berdasarkan Usia dan Etiologi
Pria <35 Tahun (Etiologi STI: C. trachomatis atau N. gonorrhoeae)
Regimen yang Direkomendasikan:
- Ceftriaxone 250 mg IM dosis tunggal 1, 2
- PLUS Doxycycline 100 mg oral dua kali sehari selama 10 hari 1, 2, 4
Regimen ini memberikan penyembuhan mikrobiologis, perbaikan gejala, pencegahan transmisi, dan penurunan komplikasi seperti infertilitas atau nyeri kronik 1
Pria ≥35 Tahun (Etiologi Organisme Enterik)
Regimen yang Direkomendasikan:
- Levofloxacin 500 mg oral sekali sehari selama 10 hari 1, 2
- ATAU Ofloxacin 300 mg oral dua kali sehari selama 10 hari 1, 2
Fluoroquinolone menargetkan organisme Gram-negatif enterik (E. coli) yang lebih sering menyebabkan epididimoorchitis pada pria yang lebih tua, terutama yang memiliki masalah obstruksi kandung kemih seperti BPH 1, 2, 5
Alternatif untuk Alergi atau Organisme Enterik
- Ciprofloxacin 500 mg oral dua kali sehari selama 10 hari dapat digunakan untuk pria >35 tahun 2
- Namun, perhatikan peningkatan resistensi ciprofloxacin pada isolat E. coli di beberapa wilayah 5
Terapi Adjuvan (Wajib untuk Semua Pasien)
- Tirah baring sampai demam dan inflamasi lokal mereda 1, 2
- Elevasi skrotum menggunakan handuk yang digulung atau underwear yang suportif 1, 2
- Analgesik untuk kontrol nyeri sampai fase akut teratasi 1, 2
Evaluasi Ulang dan Follow-Up
Timeline Kritis untuk Reevaluasi
- Pasien HARUS kembali dalam 3 hari jika tidak ada perbaikan - ini memerlukan reevaluasi diagnosis dan terapi 1, 2
- Kegagalan perbaikan dalam 72 jam pertama menandakan perlunya pertimbangan diagnosis alternatif atau intervensi bedah 6
Diagnosis Diferensial Jika Tidak Ada Perbaikan
Jika pembengkakan dan nyeri menetap setelah terapi antimikroba selesai, pertimbangkan:
Manajemen Pasangan Seksual
- Rujuk semua pasangan seksual dalam 60 hari sebelum onset gejala untuk evaluasi dan pengobatan jika epididimoorchitis disebabkan atau dicurigai disebabkan oleh N. gonorrhoeae atau C. trachomatis 1, 2
- Instruksikan pasien untuk menghindari hubungan seksual sampai mereka dan pasangan mereka menyelesaikan terapi dan tidak lagi memiliki gejala 1, 2
Pertimbangan Khusus
Pasien dengan HIV
- Pasien dengan epididimoorchitis tanpa komplikasi dan HIV-positif menerima regimen pengobatan yang sama dengan pasien HIV-negatif 1, 2
- Namun, fungi dan mikobakteria lebih mungkin menyebabkan epididimoorchitis pada pasien imunosupresi 1, 2
Indikasi Hospitalisasi
Pertimbangkan rawat inap ketika:
- Nyeri berat yang menunjukkan diagnosis lain (torsi, infark testis, abses) 1
- Pasien demam 1
- Kepatuhan terhadap regimen antimikroba diragukan 1
Peringatan Penting dan Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan menganggap sembuh ketika nyeri membaik - infeksi memerlukan kursus antibiotik lengkap untuk mencegah komplikasi kronik 2
- Jangan melanjutkan aktivitas seksual secara prematur - ini menyebarkan infeksi ke pasangan dan dapat memperburuk kondisi 2
- Selalu dapatkan swab uretra atau urin porsi pertama untuk Gram stain, kultur, dan NAAT sebelum menyimpulkan etiologi adalah murni traumatis 3
- Waspadai resistensi fluoroquinolone yang meningkat pada isolat E. coli, yang mungkin memerlukan antimikroba alternatif 5
- Pada pasien yang tidak membaik dalam 48-72 jam dengan terapi konservatif, pertimbangkan pembedahan organ-sparing, terutama jika ada abses atau malacia 6