What is the initial management for a patient presenting with epididymoorchitis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 28, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Epididimoorchitis

Berikan terapi antibiotik empiris segera berdasarkan usia: untuk pria <35 tahun gunakan ceftriaxone 250 mg IM dosis tunggal PLUS doxycycline 100 mg oral dua kali sehari selama 10 hari; untuk pria ≥35 tahun gunakan levofloxacin 500 mg oral sekali sehari atau ofloxacin 300 mg oral dua kali sehari selama 10 hari. 1, 2

Pendekatan Diagnostik Awal

Sebelum memulai terapi, lakukan evaluasi berikut untuk mengonfirmasi diagnosis dan menyingkirkan kondisi darurat:

  • Singkirkan torsi testis segera - ini adalah kedaruratan bedah yang lebih sering terjadi pada remaja, terutama jika onset nyeri mendadak, nyeri berat, atau tidak ada bukti inflamasi/infeksi 1, 3
  • Lakukan pemeriksaan Gram stain dari eksudat uretra atau swab intraurethral untuk diagnosis uretritis (>5 leukosit polimorfonuklear per lapangan imersi minyak) 1
  • Kultur atau nucleic acid amplification test (NAAT) dari swab intraurethral atau urin porsi pertama untuk N. gonorrhoeae dan C. trachomatis 1
  • Periksa urin porsi pertama yang tidak disentrifugasi untuk leukosit jika Gram stain uretra negatif 1
  • Lakukan serologi sifilis dan konseling/tes HIV 1

Regimen Antibiotik Berdasarkan Usia dan Etiologi

Pria <35 Tahun (Etiologi STI: C. trachomatis atau N. gonorrhoeae)

Regimen yang Direkomendasikan:

  • Ceftriaxone 250 mg IM dosis tunggal 1, 2
  • PLUS Doxycycline 100 mg oral dua kali sehari selama 10 hari 1, 2, 4

Regimen ini memberikan penyembuhan mikrobiologis, perbaikan gejala, pencegahan transmisi, dan penurunan komplikasi seperti infertilitas atau nyeri kronik 1

Pria ≥35 Tahun (Etiologi Organisme Enterik)

Regimen yang Direkomendasikan:

  • Levofloxacin 500 mg oral sekali sehari selama 10 hari 1, 2
  • ATAU Ofloxacin 300 mg oral dua kali sehari selama 10 hari 1, 2

Fluoroquinolone menargetkan organisme Gram-negatif enterik (E. coli) yang lebih sering menyebabkan epididimoorchitis pada pria yang lebih tua, terutama yang memiliki masalah obstruksi kandung kemih seperti BPH 1, 2, 5

Alternatif untuk Alergi atau Organisme Enterik

  • Ciprofloxacin 500 mg oral dua kali sehari selama 10 hari dapat digunakan untuk pria >35 tahun 2
  • Namun, perhatikan peningkatan resistensi ciprofloxacin pada isolat E. coli di beberapa wilayah 5

Terapi Adjuvan (Wajib untuk Semua Pasien)

  • Tirah baring sampai demam dan inflamasi lokal mereda 1, 2
  • Elevasi skrotum menggunakan handuk yang digulung atau underwear yang suportif 1, 2
  • Analgesik untuk kontrol nyeri sampai fase akut teratasi 1, 2

Evaluasi Ulang dan Follow-Up

Timeline Kritis untuk Reevaluasi

  • Pasien HARUS kembali dalam 3 hari jika tidak ada perbaikan - ini memerlukan reevaluasi diagnosis dan terapi 1, 2
  • Kegagalan perbaikan dalam 72 jam pertama menandakan perlunya pertimbangan diagnosis alternatif atau intervensi bedah 6

Diagnosis Diferensial Jika Tidak Ada Perbaikan

Jika pembengkakan dan nyeri menetap setelah terapi antimikroba selesai, pertimbangkan:

  • Tumor testis 1
  • Abses 1
  • Infark testis 1
  • Kanker testis 1
  • Epididimitis tuberkulosis atau fungal 1

Manajemen Pasangan Seksual

  • Rujuk semua pasangan seksual dalam 60 hari sebelum onset gejala untuk evaluasi dan pengobatan jika epididimoorchitis disebabkan atau dicurigai disebabkan oleh N. gonorrhoeae atau C. trachomatis 1, 2
  • Instruksikan pasien untuk menghindari hubungan seksual sampai mereka dan pasangan mereka menyelesaikan terapi dan tidak lagi memiliki gejala 1, 2

Pertimbangan Khusus

Pasien dengan HIV

  • Pasien dengan epididimoorchitis tanpa komplikasi dan HIV-positif menerima regimen pengobatan yang sama dengan pasien HIV-negatif 1, 2
  • Namun, fungi dan mikobakteria lebih mungkin menyebabkan epididimoorchitis pada pasien imunosupresi 1, 2

Indikasi Hospitalisasi

Pertimbangkan rawat inap ketika:

  • Nyeri berat yang menunjukkan diagnosis lain (torsi, infark testis, abses) 1
  • Pasien demam 1
  • Kepatuhan terhadap regimen antimikroba diragukan 1

Peringatan Penting dan Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan menganggap sembuh ketika nyeri membaik - infeksi memerlukan kursus antibiotik lengkap untuk mencegah komplikasi kronik 2
  • Jangan melanjutkan aktivitas seksual secara prematur - ini menyebarkan infeksi ke pasangan dan dapat memperburuk kondisi 2
  • Selalu dapatkan swab uretra atau urin porsi pertama untuk Gram stain, kultur, dan NAAT sebelum menyimpulkan etiologi adalah murni traumatis 3
  • Waspadai resistensi fluoroquinolone yang meningkat pada isolat E. coli, yang mungkin memerlukan antimikroba alternatif 5
  • Pada pasien yang tidak membaik dalam 48-72 jam dengan terapi konservatif, pertimbangkan pembedahan organ-sparing, terutama jika ada abses atau malacia 6

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Epididymitis Management Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Diagnosis and Management of Traumatic Orchitis/Epididymal Irritation

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Epididymo-orchitis caused by enteric organisms in men > 35 years old: beyond fluoroquinolones.

European journal of clinical microbiology & infectious diseases : official publication of the European Society of Clinical Microbiology, 2018

Research

Acute epididymo-orchitis: staging and treatment.

Central European journal of urology, 2012

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.