Antibiotik untuk Pasien Lansia dengan Eksaserbasi Akut PPOK dan Riwayat Meropenem
Berikan amoxicillin-clavulanate (co-amoxiclav) 1000 mg setiap 8 jam selama 7 hari sebagai pilihan pertama untuk pasien ini. 1, 2, 3
Rasional Pemilihan Antibiotik
Riwayat penggunaan meropenem beberapa minggu lalu menunjukkan pasien ini memiliki infeksi berat sebelumnya, yang menempatkannya pada kategori risiko tinggi untuk patogen resisten. 2, 4 Namun, untuk eksaserbasi akut saat ini, kita harus melakukan de-eskalasi dari carbapenem ke antibiotik spektrum lebih sempit yang sesuai dengan pedoman.
Pilihan Lini Pertama
Amoxicillin-clavulanate adalah pilihan utama karena memberikan cakupan terhadap Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniae, dan Moraxella catarrhalis termasuk strain penghasil beta-laktamase. 1, 2, 3
Dosis yang direkomendasikan adalah 1000 mg (875/125 mg) setiap 8 jam atau dua kali sehari selama 7 hari. 1, 3
European Respiratory Society dan American Thoracic Society merekomendasikan aminopenicillin dengan atau tanpa clavulanate sebagai terapi lini pertama untuk eksaserbasi PPOK. 1, 2
Alternatif Jika Ada Kontraindikasi
Jika pasien alergi penisilin atau tidak toleran terhadap amoxicillin-clavulanate:
Doxycycline 100 mg dua kali sehari selama 5-7 hari sebagai alternatif lini pertama. 1, 2, 4
Macrolide (azithromycin atau clarithromycin) untuk pasien dengan alergi penisilin, dengan mempertimbangkan pola resistensi lokal terhadap pneumokokus. 1, 2
Fluoroquinolone respiratorik (levofloxacin atau moxifloxacin) hanya jika ada resistensi tinggi terhadap semua agen lini pertama atau kegagalan terapi awal. 1, 5
Pertimbangan Khusus untuk Pasien Lansia
Pasien lansia dengan PPOK memiliki risiko lebih tinggi untuk organisme resisten, termasuk Pseudomonas aeruginosa, terutama jika ada riwayat penggunaan antibiotik berulang, eksaserbasi sering, atau FEV1 <50%. 5, 6
Evaluasi faktor risiko Pseudomonas sangat penting: jika pasien memiliki FEV1 sangat rendah, bronkiektasis, atau riwayat isolasi Pseudomonas sebelumnya, pertimbangkan ciprofloxacin 500-750 mg dua kali sehari sebagai pilihan oral. 1, 4
Ambil kultur sputum sebelum memulai antibiotik pada pasien dengan eksaserbasi berat, faktor risiko Pseudomonas, atau eksaserbasi berulang untuk memandu terapi. 2, 4
Kapan Mempertimbangkan Antibiotik Parenteral
Jika pasien tidak membaik dalam 2-3 hari dengan terapi oral atau kondisi klinis memburuk:
Ceftriaxone 2 gram sekali sehari IV sebagai alternatif parenteral. 1
Piperacillin-tazobactam 4.5 gram tiga kali sehari IV jika dicurigai Pseudomonas atau infeksi polimikroba. 1
Hindari penggunaan meropenem kembali kecuali kultur menunjukkan organisme multiresisten yang hanya sensitif terhadap carbapenem, karena penggunaan berulang meningkatkan risiko resistensi dan efek samping. 7, 8
Durasi Terapi dan Monitoring
Durasi standar adalah 5-7 hari untuk sebagian besar eksaserbasi PPOK. 2, 4
Evaluasi respons klinis dalam 2-3 hari: harapkan perbaikan dispnea, volume sputum, dan purulensi. 2, 3
Jika tidak ada perbaikan pada hari ke-3, pertimbangkan kegagalan terapi dan investigasi organisme resisten atau diagnosis alternatif. 2, 3
Beralih dari IV ke oral pada hari ke-3 rawat inap jika pasien stabil secara klinis. 4
Peringatan Penting
Jangan menggunakan fluoroquinolone sebagai lini pertama kecuali ada indikasi spesifik, karena FDA memperingatkan risiko efek samping serius (tendinopati, neuropati perifer) yang tidak sebanding dengan manfaat pada bronkitis akut tanpa komplikasi. 1
Jangan memberikan kombinasi azithromycin dan doxycycline bersamaan - pilih satu antibiotik berdasarkan stratifikasi risiko. 4
Pertimbangkan pola resistensi lokal saat memilih antibiotik, terutama untuk resistensi pneumokokus terhadap macrolide (>30% di beberapa wilayah). 1, 4
Tambahkan prednisone 30-40 mg per hari selama 10-14 hari untuk mempercepat pemulihan fungsi paru dan mengurangi kegagalan terapi. 3