What is the appropriate treatment for a patient with corrosive poisoning?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 29, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penatalaksanaan Keracunan Zat Korosif

Rekomendasi Utama

Arang aktif (activated charcoal) TIDAK BOLEH diberikan pada keracunan zat korosif karena kontraindikasi absolut dan tidak memberikan manfaat klinis. 1

Prinsip Dasar Penatalaksanaan

Yang DILARANG (Kontraindikasi Absolut)

  • Jangan berikan arang aktif - tidak efektif untuk zat korosif dan dapat menyebabkan komplikasi 1, 2
  • Jangan induksi muntah dengan ipecac atau metode apapun karena dapat menyebabkan cedera tambahan dan aspirasi 1
  • Jangan lakukan bilas lambung karena meningkatkan risiko perforasi 1
  • Jangan berikan antasida atau agen netralisasi - tidak ada bukti manfaat klinis dan dapat menyebabkan reaksi eksotermik yang memperburuk cedera jaringan 1
  • Jangan berikan apapun melalui mulut (termasuk air atau susu) kecuali diarahkan khusus oleh pusat kontrol racun, karena risiko muntah dan aspirasi 1

Resusitasi dan Stabilisasi Segera

  • Amankan jalan napas, breathing support, dan stabilisasi sirkulasi sebagai prioritas pertama karena kompromi jalan napas dari edema laring atau aspirasi dapat berkembang cepat dan merupakan penyebab utama mortalitas dini 1
  • Nilai patensi jalan napas segera dan siapkan intubasi dini jika terdapat stridor, suara serak, drooling, atau distress pernapasan 1
  • Pasang monitoring kardiak kontinyu dan periksa tanda vital, karena toksisitas sistemik dapat menyebabkan gangguan elektrolit (hipokalsemia, hiponatremia, hipokalemia) dan asidosis metabolik 1

Konsultasi Pusat Kontrol Racun

  • Hubungi Pusat Kontrol Racun segera untuk evaluasi toksisitas sistemik dari agen spesifik yang tertelan dan panduan penatalaksanaan 1
  • Identifikasi jenis, bentuk fisik, jumlah, dan konsentrasi zat korosif 1
  • Tentukan apakah ingesti disengaja atau tidak disengaja, karena ingesti bunuh diri masif pada dewasa biasanya menyebabkan cedera lebih berat 1

Evaluasi Laboratorium dan Pencitraan Awal

  • Periksa darah lengkap, elektrolit, fungsi ginjal, enzim hati, analisis gas darah arteri, dan kadar laktat untuk menilai toksisitas sistemik 1
  • Hipokalsemia menunjukkan kemungkinan ingesti asam fosfat atau asam fluorida 1
  • Lakukan foto thoraks dan abdomen untuk evaluasi udara bebas yang mengindikasikan perforasi 1

Penilaian Endoskopi

  • Lakukan esofagogastroduodenoskopi urgen dalam 12-24 jam setelah ingesti untuk menilai tingkat dan keparahan cedera, karena gejala klinis dan lesi oral tidak berkorelasi reliabel dengan kerusakan gastrointestinal 1, 3
  • Jangan majukan endoskop melewati area cedera Grade 3 untuk menghindari perforasi 1
  • Endoskopi adalah gold standard untuk menentukan derajat dan luasnya lesi 4

Indikasi Pembedahan

  • Konsultasi bedah segera adalah wajib, dan pembedahan emergensi harus dilakukan untuk perforasi esofagus atau lambung dengan kontaminasi pleura atau mediastinum ekstensif, tanda peritonitis, atau instabilitas hemodinamik meskipun resusitasi 1
  • Indikasi pembedahan meliputi: perforasi, nekrosis transmural ekstensif, perdarahan tidak terkontrol, mediastinitis, empiema pleura, atau peritonitis 1

Pertimbangan Khusus

Dekontaminasi Kulit dan Mata (jika ada paparan eksternal)

  • Untuk paparan kulit: irigasi segera dengan air mengalir selama minimal 15 menit 1
  • Untuk paparan mata: mulai irigasi segera dan lanjutkan selama 15 menit 1
  • Lepas semua pakaian dan perhiasan yang terkontaminasi segera 1
  • Untuk bubuk kimia kering: sikat bubuk terlebih dahulu sebelum irigasi air untuk menghindari reaksi eksotermik 1

Evaluasi Psikiatri

  • Evaluasi dan follow-up psikiatri wajib untuk semua pasien dengan ingesti disengaja, karena pasien ini memiliki penyakit psikiatri mendasar dan risiko tinggi percobaan bunuh diri berulang 1

Komplikasi Jangka Panjang

  • Komplikasi jangka panjang meliputi pembentukan striktur esofagus, stenosis antrum lambung, dan peningkatan risiko karsinoma esofagus (dapat berkembang 30-40 tahun setelah cedera) 5, 4
  • Stenosis lebih sering terjadi pada pasien dengan luka bakar derajat kedua dan ketiga 5

Peringatan Penting

  • Bukti untuk pemberian air atau susu sebagai diluen tidak cukup dan dapat menyebabkan muntah dan aspirasi 1, 6
  • Tidak ada bukti yang mendukung manfaat netralisasi dengan antasida, asam, atau agen lainnya dalam memperbaiki outcome 1
  • Pendekatan interdisipliner diperlukan untuk mengurangi luasnya lesi dan sekuele 3

References

Guideline

Management of Acute Corrosive Poisoning

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Accidental Camphor Ingestion

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Corrosive poisonings in adults.

Materia socio-medica, 2012

Research

Corrosive ingestion in adults.

Journal of clinical gastroenterology, 2003

Research

[Corrosive substance ingestions management].

Medicinski pregled, 2008

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.