Penatalaksanaan Keracunan Zat Korosif
Rekomendasi Utama
Arang aktif (activated charcoal) TIDAK BOLEH diberikan pada keracunan zat korosif karena kontraindikasi absolut dan tidak memberikan manfaat klinis. 1
Prinsip Dasar Penatalaksanaan
Yang DILARANG (Kontraindikasi Absolut)
- Jangan berikan arang aktif - tidak efektif untuk zat korosif dan dapat menyebabkan komplikasi 1, 2
- Jangan induksi muntah dengan ipecac atau metode apapun karena dapat menyebabkan cedera tambahan dan aspirasi 1
- Jangan lakukan bilas lambung karena meningkatkan risiko perforasi 1
- Jangan berikan antasida atau agen netralisasi - tidak ada bukti manfaat klinis dan dapat menyebabkan reaksi eksotermik yang memperburuk cedera jaringan 1
- Jangan berikan apapun melalui mulut (termasuk air atau susu) kecuali diarahkan khusus oleh pusat kontrol racun, karena risiko muntah dan aspirasi 1
Resusitasi dan Stabilisasi Segera
- Amankan jalan napas, breathing support, dan stabilisasi sirkulasi sebagai prioritas pertama karena kompromi jalan napas dari edema laring atau aspirasi dapat berkembang cepat dan merupakan penyebab utama mortalitas dini 1
- Nilai patensi jalan napas segera dan siapkan intubasi dini jika terdapat stridor, suara serak, drooling, atau distress pernapasan 1
- Pasang monitoring kardiak kontinyu dan periksa tanda vital, karena toksisitas sistemik dapat menyebabkan gangguan elektrolit (hipokalsemia, hiponatremia, hipokalemia) dan asidosis metabolik 1
Konsultasi Pusat Kontrol Racun
- Hubungi Pusat Kontrol Racun segera untuk evaluasi toksisitas sistemik dari agen spesifik yang tertelan dan panduan penatalaksanaan 1
- Identifikasi jenis, bentuk fisik, jumlah, dan konsentrasi zat korosif 1
- Tentukan apakah ingesti disengaja atau tidak disengaja, karena ingesti bunuh diri masif pada dewasa biasanya menyebabkan cedera lebih berat 1
Evaluasi Laboratorium dan Pencitraan Awal
- Periksa darah lengkap, elektrolit, fungsi ginjal, enzim hati, analisis gas darah arteri, dan kadar laktat untuk menilai toksisitas sistemik 1
- Hipokalsemia menunjukkan kemungkinan ingesti asam fosfat atau asam fluorida 1
- Lakukan foto thoraks dan abdomen untuk evaluasi udara bebas yang mengindikasikan perforasi 1
Penilaian Endoskopi
- Lakukan esofagogastroduodenoskopi urgen dalam 12-24 jam setelah ingesti untuk menilai tingkat dan keparahan cedera, karena gejala klinis dan lesi oral tidak berkorelasi reliabel dengan kerusakan gastrointestinal 1, 3
- Jangan majukan endoskop melewati area cedera Grade 3 untuk menghindari perforasi 1
- Endoskopi adalah gold standard untuk menentukan derajat dan luasnya lesi 4
Indikasi Pembedahan
- Konsultasi bedah segera adalah wajib, dan pembedahan emergensi harus dilakukan untuk perforasi esofagus atau lambung dengan kontaminasi pleura atau mediastinum ekstensif, tanda peritonitis, atau instabilitas hemodinamik meskipun resusitasi 1
- Indikasi pembedahan meliputi: perforasi, nekrosis transmural ekstensif, perdarahan tidak terkontrol, mediastinitis, empiema pleura, atau peritonitis 1
Pertimbangan Khusus
Dekontaminasi Kulit dan Mata (jika ada paparan eksternal)
- Untuk paparan kulit: irigasi segera dengan air mengalir selama minimal 15 menit 1
- Untuk paparan mata: mulai irigasi segera dan lanjutkan selama 15 menit 1
- Lepas semua pakaian dan perhiasan yang terkontaminasi segera 1
- Untuk bubuk kimia kering: sikat bubuk terlebih dahulu sebelum irigasi air untuk menghindari reaksi eksotermik 1
Evaluasi Psikiatri
- Evaluasi dan follow-up psikiatri wajib untuk semua pasien dengan ingesti disengaja, karena pasien ini memiliki penyakit psikiatri mendasar dan risiko tinggi percobaan bunuh diri berulang 1
Komplikasi Jangka Panjang
- Komplikasi jangka panjang meliputi pembentukan striktur esofagus, stenosis antrum lambung, dan peningkatan risiko karsinoma esofagus (dapat berkembang 30-40 tahun setelah cedera) 5, 4
- Stenosis lebih sering terjadi pada pasien dengan luka bakar derajat kedua dan ketiga 5
Peringatan Penting
- Bukti untuk pemberian air atau susu sebagai diluen tidak cukup dan dapat menyebabkan muntah dan aspirasi 1, 6
- Tidak ada bukti yang mendukung manfaat netralisasi dengan antasida, asam, atau agen lainnya dalam memperbaiki outcome 1
- Pendekatan interdisipliner diperlukan untuk mengurangi luasnya lesi dan sekuele 3