Penggunaan Antibiotik pada Pankreatitis Akut
Antibiotik profilaksis rutin TIDAK direkomendasikan untuk pankreatitis akut, kecuali terdapat nekrosis pankreas terinfeksi yang terkonfirmasi, kolangitis, atau infeksi spesifik terdokumentasi. 1, 2
Indikasi Spesifik untuk Antibiotik
Antibiotik hanya diberikan pada kondisi berikut:
- Nekrosis pankreas terinfeksi yang terkonfirmasi melalui aspirasi jarum halus dengan kultur positif 1, 2
- Kolangitis yang menyertai pankreatitis batu empedu (demam, rigors, kultur darah positif, tes fungsi hati memburuk) 3, 2
- Infeksi spesifik terdokumentasi seperti infeksi bilier, respirasi, atau saluran kemih 1, 2
Pendekatan Diagnostik untuk Kecurigaan Infeksi
Sebelum memulai antibiotik, lakukan evaluasi berikut:
- Pemeriksaan laboratorium: lipase/amilase, hitung darah lengkap, C-reactive protein, dan prokalsitonin (tes paling sensitif untuk mendeteksi infeksi pankreas) 1, 2
- CT scan dengan kontras IV dilakukan pada hari ke-3 hingga 10 setelah masuk untuk kasus berat, guna menilai nekrosis 3, 4
- Aspirasi jarum halus dengan panduan radiologi untuk kultur jika dicurigai sepsis intra-abdomen, namun harus dilakukan hati-hati karena dapat memicu infeksi 2, 4
Regimen Antibiotik yang Direkomendasikan
Untuk Pasien Tanpa Kolonisasi MDR:
- Meropenem 1g setiap 6 jam (infus diperpanjang) sebagai pilihan lini pertama 2
- Imipenem/cilastatin 500mg setiap 6 jam (infus diperpanjang) 2
- Cefuroxime IV sebagai alternatif yang seimbang antara efikasi dan biaya 3
Untuk Pasien dengan Alergi Beta-Laktam:
- Eravacycline 1 mg/kg setiap 12 jam 2
Untuk Pasien dengan Kecurigaan Patogen MDR:
- Imipenem/cilastatin-relebactam 1.25g setiap 6 jam (infus diperpanjang) 2
- Meropenem/vaborbactam 2g/2g setiap 8 jam (infus diperpanjang) 2
- Ceftazidime/avibactam 2.5g setiap 8 jam (infus diperpanjang) ditambah metronidazole 500mg setiap 8 jam 2
Durasi Terapi
- Batasi terapi antibiotik hingga 7 hari berdasarkan kondisi klinis dan indeks inflamasi jika kontrol sumber adekuat 1, 2
- Pasien dengan tanda infeksi berkelanjutan setelah 7 hari memerlukan investigasi diagnostik lebih lanjut dan re-evaluasi multidisiplin 1, 2
Bukti Ilmiah: Kontroversi dan Nuansa
Terdapat data yang bertentangan mengenai antibiotik profilaksis:
- Pedoman UK 2005 mencatat bahwa meta-analisis menunjukkan pengurangan mortalitas (OR 0.32, p=0.02) dan nekrosis terinfeksi (OR 0.51, p=0.04) dengan antibiotik profilaksis, namun menekankan heterogenitas studi yang signifikan 3
- Review Cochrane yang dikutip menunjukkan manfaat potensial tetapi mengakui inkonsistensi metodologi antar studi 5
- Pedoman terkini (2025) lebih konservatif, merekomendasikan antibiotik hanya untuk infeksi terkonfirmasi, bukan profilaksis rutin 1, 2
Pergeseran ini mencerminkan kekhawatiran tentang resistensi antibiotik dan infeksi oportunistik.
Peringatan Penting dan Kesalahan Umum
- HINDARI aminoglikosida karena gagal mencapai konsentrasi jaringan adekuat pada nekrosis pankreas 1, 2
- Hati-hati dengan kuinolon karena tingkat resistensi tinggi di seluruh dunia 1, 2
- Jangan drain koleksi cairan asimtomatik karena risiko memicu infeksi 1, 4
- Jangan lakukan prosedur perkutan yang tidak perlu pada koleksi cairan asimtomatik 1
- Pastikan asepsis ketat pada pemasangan jalur sentral karena dapat menjadi sumber sepsis 3
Manajemen Berdasarkan Keparahan
Pankreatitis Ringan:
- Tidak memerlukan antibiotik 1, 2
- Perawatan suportif dengan diet reguler sesuai toleransi, analgesik oral, dan pemantauan tanda vital rutin 1
Pankreatitis Berat dengan Nekrosis:
- Rawat di ICU/HDU dengan pemantauan penuh 3
- Resusitasi cairan agresif, suplementasi oksigen untuk saturasi >95%, dan nutrisi enteral 3, 1
- Antibiotik hanya jika infeksi terkonfirmasi, bukan profilaksis rutin 1, 2