Rekomendasi Terapi OMA untuk Remaja: Azitromisin Lebih Diutamakan
Azitromisin adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan eritromisin untuk remaja dengan otitis media akut (OMA), karena memiliki profil toleransi yang superior, regimen dosis yang lebih sederhana (sekali sehari), dan efek samping gastrointestinal yang jauh lebih rendah. 1, 2
Dosis Azitromisin untuk Remaja
Untuk remaja dengan OMA, terdapat beberapa pilihan regimen azitromisin yang efektif 3:
- Regimen 5 hari (paling umum): 500 mg dosis tunggal pada hari pertama, diikuti 250 mg sekali sehari pada hari 2-5 2, 3
- Regimen 3 hari: 500 mg sekali sehari selama 3 hari 3
- Dosis tunggal: 1 gram sebagai dosis tunggal (untuk indikasi tertentu) 3
Mengapa Azitromisin Lebih Unggul
Profil Keamanan dan Toleransi
- Azitromisin memiliki efek samping gastrointestinal yang jauh lebih rendah dibandingkan eritromisin 1, 2
- CDC melaporkan bahwa efek samping gastrointestinal (mual, muntah, nyeri perut, diare) lebih sering dan lebih berat dengan penggunaan eritromisin 1
- Dalam studi klinis, tingkat penghentian terapi prematur lebih rendah dengan azitromisin dibandingkan eritromisin 4
Keunggulan Farmakokinetik
- Azitromisin memiliki waktu paruh eliminasi yang panjang (sekitar 68 jam), memungkinkan dosis sekali sehari 5, 6
- Konsentrasi jaringan azitromisin sangat tinggi dan bertahan lama, memberikan efek terapeutik hingga 10 hari setelah kursus 5 hari 7
- Regimen dosis yang lebih sederhana meningkatkan kepatuhan pasien 8, 4
Efektivitas Klinis
- Azitromisin terbukti sama efektifnya dengan amoksisilin/klavulanat, klaritromisin, dan eritromisin dalam mengobati OMA pada anak dan remaja 8, 9
- Tingkat kesuksesan klinis (kesembuhan plus perbaikan) mencapai 83-89% pada evaluasi akhir terapi 3
- Eradikasi bakteriologis untuk patogen utama (S. pneumoniae, H. influenzae, M. catarrhalis) mencapai 81-86% 3
Dosis Eritromisin (Jika Azitromisin Tidak Tersedia)
Jika azitromisin tidak tersedia atau terdapat kontraindikasi, eritromisin dapat digunakan dengan dosis 1:
- 40-50 mg/kg/hari dibagi dalam 4 dosis terbagi selama 14 hari (maksimum 2 gram/hari)
- Perlu diingat bahwa eritromisin memerlukan durasi terapi yang lebih lama (14 hari vs 5 hari) karena risiko relaps setelah kursus 7-10 hari 1
Pertimbangan Penting
Interaksi Obat
- Jangan berikan azitromisin bersamaan dengan antasida yang mengandung aluminium atau magnesium karena mengurangi absorpsi - pisahkan pemberian minimal 2 jam 1, 2
- Monitoring diperlukan jika digunakan bersamaan dengan obat yang dimetabolisme oleh sistem enzim sitokrom P450 1
Efek Samping yang Perlu Dimonitor
- Efek samping azitromisin yang paling umum: ketidaknyamanan abdomen, diare, mual, muntah, sakit kepala, dan pusing 1, 2
- Efek samping ini umumnya ringan hingga sedang 8
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati 1
Peringatan Khusus
- Azitromisin tidak boleh diandalkan untuk mengobati sifilis 3
- Untuk faringitis streptokokus, penisilin atau amoksisilin tetap menjadi terapi lini pertama; azitromisin adalah alternatif lini kedua 2, 3
- Jika tidak ada perbaikan klinis dalam 48-72 jam, evaluasi ulang diperlukan untuk menyingkirkan komplikasi 2
Kesimpulan Praktis
Untuk remaja dengan OMA, berikan azitromisin 500 mg pada hari pertama, diikuti 250 mg sekali sehari pada hari 2-5. 2, 3 Regimen ini menawarkan efektivitas yang setara dengan eritromisin tetapi dengan toleransi yang jauh lebih baik, kepatuhan yang lebih tinggi, dan kemudahan pemberian yang superior. Eritromisin hanya dipertimbangkan jika azitromisin tidak tersedia atau terdapat kontraindikasi spesifik terhadap azitromisin 1, 10.