Terapi Nyeri pada Pankreatitis Akut
Hidromorphone adalah opioid pilihan utama untuk kontrol nyeri pankreatitis akut pada pasien yang tidak diintubasi, diberikan secara intravena dengan dosis awal 0,1-0,2 mg/kg setiap 4 jam, dengan morfin sebagai alternatif yang dapat diterima untuk nyeri berat. 1, 2, 3
Algoritma Manajemen Nyeri Berdasarkan Tingkat Keparahan
Pankreatitis Akut Ringan
Pankreatitis Akut Sedang hingga Berat
- Hidromorphone intravena adalah pilihan pertama untuk pasien tidak diintubasi 1, 2, 3
- Morfin dapat digunakan sebagai alternatif untuk nyeri berat 1, 2, 3
- Pemberian analgesik harus dilakukan dalam 24 jam pertama perawatan untuk mempertahankan kualitas hidup 2
- Injeksi harus diberikan secara perlahan untuk menghindari kekakuan dinding dada 4
Pendekatan Multimodal yang Direkomendasikan
Kombinasi berbagai modalitas analgesik harus diterapkan daripada mengandalkan satu agen tunggal 2, 3
Komponen Strategi Multimodal:
- Patient-Controlled Analgesia (PCA) harus diintegrasikan dengan strategi analgesik lainnya 2, 3
- Analgesia epidural harus dipertimbangkan sebagai alternatif atau tambahan untuk opioid intravena, terutama untuk pasien yang memerlukan dosis opioid tinggi dalam periode yang lama 2, 3
- Pendekatan ini sangat berharga pada pasien dengan riwayat penyalahgunaan zat untuk meminimalkan total paparan opioid 2
Terapi Adjuvan untuk Komponen Nyeri Neuropatik
- Gabapentin, pregabalin, nortriptyline, atau duloxetine dapat dipertimbangkan untuk komponen nyeri neuropatik karena kedekatan pankreas dengan pleksus celiac 3
- Blokade pleksus celiac dapat dipertimbangkan ketika obat-obatan memberikan relief yang tidak adekuat atau menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi 3
Kontraindikasi dan Pembatasan Kritis
NSAID Harus Dihindari Sepenuhnya:
- NSAID dikontraindikasikan mutlak jika ada bukti acute kidney injury (AKI) 2, 3
- NSAID dapat memperburuk fungsi ginjal pada kondisi AKI, yang sering terjadi pada pankreatitis akut akibat hipovolemia dan inflamasi sistemik 2
- Jangan gunakan NSAID pada pasien dengan kreatinin meningkat atau output urin berkurang 2
Pertimbangan Khusus untuk Gangguan Fungsi Organ:
- Pada pasien dengan gangguan ginjal, gunakan opioid dengan hati-hati pada dosis dan frekuensi yang dikurangi 3
- Fentanyl dan buprenorphine adalah pilihan yang lebih aman untuk pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium 4 atau 5 3
- Mulai dengan dosis lebih rendah pada pasien dengan sirosis atau gagal ginjal dan titrasi perlahan sambil memantau efek samping dengan hati-hati 4
Manajemen Efek Samping
Pencegahan dan Pengobatan Wajib:
- Laksatif harus diresepkan secara rutin untuk mencegah konstipasi akibat opioid 2, 3
- Metoclopramide dan obat antidopaminergik direkomendasikan untuk pengobatan mual/muntah terkait opioid 2, 3
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan menahan opioid karena kekhawatiran usang tentang spasme sphincter of Oddi—bukti terkini tidak mendukung pembatasan penggunaan opioid 2, 3
- Kontrol nyeri tetap menjadi prioritas klinis meskipun ada kekhawatiran tentang ketergantungan opioid, dan semua pasien harus menerima analgesia yang adekuat dalam 24 jam 2
- Jangan menunda manajemen nyeri melampaui 24 jam pertama masuk rumah sakit 2
- Jangan mengandalkan satu agen analgesik tunggal ketika pendekatan multimodal tersedia 2
Bukti Komparatif: Opioid vs Non-Opioid
- Meta-analisis menunjukkan bahwa opioid menurunkan kebutuhan analgesia penyelamatan dibandingkan non-opioid (OR 0,25,95% CI 0,07-0,86) 5
- Namun, NSAID dan opioid sama efektifnya dalam menurunkan kebutuhan analgesia penyelamatan pada pankreatitis akut ringan (OR 0,56,95% CI 0,24-1,32) 5
- Tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat kejadian buruk antara opioid dan non-opioid 5, 6
Monitoring dan Dukungan Sistemik
- Semua pasien dengan pankreatitis akut berat harus dikelola di unit perawatan intensif atau unit terapi intensif dengan monitoring penuh dan dukungan sistem 3
- Resusitasi cairan yang adekuat harus menjadi bagian dari manajemen nyeri 3
- Nalokson injeksi dan peralatan resusitasi harus segera tersedia untuk digunakan dalam kasus efek samping yang mengancam jiwa 4