Rehidrasi pada Pankreatitis Akut
Gunakan strategi rehidrasi non-agresif dengan laju 1,5 ml/kg/jam setelah bolus awal 10 ml/kg (jika hipovolemik) untuk pankreatitis akut, karena rehidrasi agresif meningkatkan risiko mortalitas pada pankreatitis berat dan komplikasi terkait cairan pada semua tingkat keparahan penyakit. 1
Protokol Rehidrasi yang Direkomendasikan
Fase Inisial (0-4 jam)
- Berikan bolus 10 ml/kg larutan Ringer Laktat jika pasien hipovolemik, atau tidak ada bolus jika normovolemik 2, 3
- Hindari bolus 20 ml/kg yang agresif karena meningkatkan risiko kelebihan cairan tanpa memperbaiki outcome klinis 4
- Larutan Ringer Laktat lebih disukai daripada normal saline karena efek anti-inflamasi dan mencegah asidosis hiperkloremik 3
Fase Maintenance (24-48 jam pertama)
- Lanjutkan dengan laju 1,5 ml/kg/jam untuk 24-48 jam pertama 2, 3
- Batasi total cairan kristaloid kurang dari 4000 ml dalam 24 jam pertama untuk mencegah kelebihan cairan 2, 3
- Hindari laju agresif >10 ml/kg/jam atau >250-500 ml/jam karena meningkatkan komplikasi tanpa memperbaiki outcome 2
Bukti Ilmiah yang Mendukung Pendekatan Konservatif
Meta-analisis sistematis tahun 2023 dari Critical Care yang melibatkan 9 RCT dengan 953 pasien menunjukkan temuan kritis: 1
- Rehidrasi agresif meningkatkan risiko mortalitas 2,45 kali lipat pada pankreatitis berat (RR: 2,45,95% CI: 1,37-4,40) 1
- Rehidrasi agresif meningkatkan komplikasi terkait cairan 2,22 kali lipat pada pankreatitis berat dan 3,25 kali lipat pada pankreatitis non-berat 1
- Skor APACHE II lebih buruk dengan rehidrasi agresif (mean difference: 3,31) 1
Trial WATERFALL tahun 2022 yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine dihentikan lebih awal karena masalah keamanan: 4
- Kelebihan cairan terjadi pada 20,5% pasien dengan rehidrasi agresif vs 6,3% dengan rehidrasi moderat (RR: 2,85,95% CI: 1,36-5,94) 4
- Tidak ada perbedaan signifikan dalam perkembangan pankreatitis sedang-berat antara kedua kelompok 4
Target Monitoring dan Penyesuaian
Parameter yang Harus Dipantau
- Produksi urin >0,5 ml/kg/jam sebagai penanda utama perfusi jaringan adekuat 2
- Saturasi oksigen >95% dengan suplementasi oksigen 2
- Hematokrit, BUN, kreatinin, dan laktat sebagai penanda perfusi jaringan 2
- Tanda vital termasuk heart rate, tekanan darah 2
Penyesuaian Cairan Berbasis Goal-Directed Therapy
- Lakukan reassessment pada jam ke-12,24,48, dan 72 2, 3
- Jika hematokrit, BUN, atau kreatinin meningkat: pertimbangkan bolus 20 ml/kg diikuti 3 ml/kg/jam 5
- Jika parameter laboratorium menurun dan nyeri membaik: turunkan ke 1,5 ml/kg/jam dan mulai diet cair 5
- Gunakan variabel dinamik lebih dari variabel statik untuk memprediksi respons cairan 2
Peringatan Penting dan Pitfall yang Harus Dihindari
Bahaya Kelebihan Cairan
- Kelebihan cairan adalah komplikasi utama yang meningkatkan mortalitas dan dapat memicu atau memperburuk ARDS 2
- Monitor terus-menerus untuk tanda kelebihan cairan: edema perifer, komplikasi respirasi, sindrom kompartemen abdominal 3
- Jangan melanjutkan rehidrasi agresif jika laktat tetap tinggi setelah 4L cairan 2, 3
Kesalahan Umum dalam Praktik
- Jangan menunggu perburukan hemodinamik sebelum memulai rehidrasi - mulai segera setelah diagnosis 2
- Jangan menggunakan cairan hydroxyethyl starch (HES) 2
- Hindari NSAID jika ada bukti acute kidney injury 2
- Jangan menghentikan cairan IV secara tiba-tiba - lakukan weaning bertahap untuk mencegah hipoglikemia rebound 2
Manajemen Berdasarkan Tingkat Keparahan
Pankreatitis Ringan
- Manajemen di bangsal umum dengan monitoring dasar (suhu, nadi, tekanan darah, produksi urin) 2
- Akses vena perifer cukup, kateter urin jarang diperlukan 2
- Cairan IV biasanya dapat dihentikan dalam 24-48 jam ketika pasien dapat toleransi oral 2
Pankreatitis Berat dengan Gagal Organ
- Rawat di ICU atau HDU dengan monitoring penuh 2
- Akses vena sentral untuk monitoring CVP, kateter urin, dan NGT 2
- Gunakan rehidrasi moderat dengan monitoring ketat 2
- Pertimbangkan Swan-Ganz catheter jika kompromi kardiosirkulasi atau resusitasi awal gagal 2
Kapan Menghentikan Cairan Intravena
- Hentikan cairan IV ketika nyeri teratasi dan pasien dapat toleransi intake oral 2
- Lakukan weaning bertahap, bukan penghentian mendadak 2
- Mulai refeeding oral dengan diet tinggi karbohidrat dan protein tetapi rendah lemak ketika nyeri teratasi 2
- Tingkatkan nutrisi oral secara bertahap sambil menurunkan cairan IV 2
Pertimbangan Khusus
- Sesuaikan volume cairan berdasarkan usia, berat badan, dan kondisi renal/kardiak yang sudah ada sebelumnya 2
- Mulai feeding enteral dalam 24 jam jika memungkinkan 2
- Antibiotik hanya diberikan ketika infeksi spesifik terdokumentasi (nekrosis terinfeksi, infeksi respirasi, urin, bilier, atau terkait kateter) 2
- Kontrol nyeri dengan pendekatan multimodal, hydromorphone lebih disukai 2