Mengapa Dosis Insulin pada Pasien Diabetes Mellitus Perlu Ditingkatkan Terus-Menerus
Diabetes tipe 2 adalah penyakit progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi sel beta pankreas secara bertahap, sehingga kebutuhan insulin eksogen akan meningkat seiring waktu untuk mempertahankan kontrol glikemik yang optimal. 1, 2
Mekanisme Dasar Peningkatan Kebutuhan Insulin
Progresi Penyakit Diabetes Tipe 2
- Diabetes tipe 2 bersifat progresif dengan penurunan fungsi sel beta pankreas yang terus berlanjut, menyebabkan produksi insulin endogen semakin berkurang 3, 4
- Resistensi insulin yang persisten dan memburuk memerlukan dosis insulin yang lebih tinggi untuk mencapai efek metabolik yang sama 1, 2
- Toksisitas glukosa (glucotoxicity) dari hiperglikemia kronis semakin merusak sel beta pankreas, menciptakan siklus yang memperburuk kebutuhan insulin 1
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Insulin
- Perubahan berat badan—peningkatan berat badan meningkatkan resistensi insulin dan memerlukan dosis lebih tinggi 5
- Perubahan aktivitas fisik—penurunan aktivitas fisik meningkatkan resistensi insulin 5
- Penyakit akut atau stres—meningkatkan hormon kontra-regulasi yang melawan kerja insulin 5, 6
- Perubahan hormonal seperti pubertas, siklus menstruasi, menopause, dan kehamilan mempengaruhi sensitivitas insulin 5
- Penggunaan obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid meningkatkan kebutuhan insulin secara signifikan 5
Algoritma Titrasi Insulin yang Tepat
Insulin Basal (Seperti Lantus/Glargine)
- Mulai dengan 10 unit sekali sehari atau 0,1-0,2 unit/kg berat badan untuk pasien yang belum pernah menggunakan insulin 7
- Tingkatkan dosis 2 unit setiap 3 hari jika glukosa puasa 140-179 mg/dL 7
- Tingkatkan dosis 4 unit setiap 3 hari jika glukosa puasa ≥180 mg/dL 7
- Target glukosa puasa: 80-130 mg/dL 7
Ambang Batas Kritis: Kapan Menambahkan Insulin Prandial
- Ketika dosis insulin basal melebihi 0,5 unit/kg/hari dan mendekati 1,0 unit/kg/hari, menambahkan insulin prandial lebih tepat daripada terus meningkatkan insulin basal 7, 2
- Tanda-tanda "overbasalization" yang harus diwaspadai: 7
- Dosis insulin basal >0,5 unit/kg/hari
- Perbedaan glukosa malam-pagi ≥50 mg/dL
- Hipoglikemia berulang
- Variabilitas glukosa yang tinggi
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Jangan Terus Meningkatkan Insulin Basal Tanpa Batas
- Meningkatkan insulin basal melebihi 0,5-1,0 unit/kg/hari tanpa mengatasi hiperglikemia postprandial menyebabkan kontrol yang suboptimal dan risiko hipoglikemia meningkat 7, 2
- Ini menciptakan kondisi "overbasalization" yang berbahaya 7
Jangan Menunda Intensifikasi Insulin
- Menunda inisiasi atau intensifikasi insulin pada pasien yang tidak mencapai target glikemik memperpanjang paparan hiperglikemia dan meningkatkan risiko komplikasi 7, 4
- Banyak pasien menghabiskan waktu lama di luar rentang glikemik optimal karena penundaan terapi insulin 4
Lanjutkan Metformin Kecuali Kontraindikasi
- Metformin harus dilanjutkan saat memulai atau mengintensifkan terapi insulin karena kombinasi ini memberikan kontrol glikemik superior dengan kebutuhan insulin lebih rendah dan penambahan berat badan lebih sedikit 7, 1, 2
- Metformin terbukti mengurangi mortalitas semua penyebab dan kejadian kardiovaskular 8
Monitoring yang Diperlukan
Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (SMBG)
- Pemantauan glukosa puasa harian sangat penting selama fase titrasi 5, 7
- Penyesuaian dosis insulin harus berdasarkan pengukuran glukosa darah, bukan hanya asupan makanan 5, 6
- Variabilitas glukosa harian dipengaruhi oleh perbedaan tingkat absorpsi insulin, sensitivitas insulin, olahraga, stres, dan perubahan hormonal 5
Frekuensi Penilaian Ulang
- Nilai kecukupan dosis insulin pada setiap kunjungan klinis 7
- Periksa HbA1c setiap 3 bulan selama titrasi intensif 7
- Pertimbangkan menambahkan insulin prandial jika HbA1c tetap di atas target setelah 3-6 bulan meskipun glukosa puasa terkontrol 7
Situasi Khusus yang Meningkatkan Kebutuhan Insulin
Selama Sakit
- Kebutuhan insulin sering meningkat selama sakit meskipun asupan makanan menurun 6
- Insulin harus dilanjutkan selama sakit untuk semua pasien diabetes 6
- Pemantauan glukosa darah harus lebih sering, biasanya setiap 2-4 jam 6