Why does a diabetes mellitus (DM) patient require continuous increases in their insulin dosage?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 29, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Mengapa Dosis Insulin pada Pasien Diabetes Mellitus Perlu Ditingkatkan Terus-Menerus

Diabetes tipe 2 adalah penyakit progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi sel beta pankreas secara bertahap, sehingga kebutuhan insulin eksogen akan meningkat seiring waktu untuk mempertahankan kontrol glikemik yang optimal. 1, 2

Mekanisme Dasar Peningkatan Kebutuhan Insulin

Progresi Penyakit Diabetes Tipe 2

  • Diabetes tipe 2 bersifat progresif dengan penurunan fungsi sel beta pankreas yang terus berlanjut, menyebabkan produksi insulin endogen semakin berkurang 3, 4
  • Resistensi insulin yang persisten dan memburuk memerlukan dosis insulin yang lebih tinggi untuk mencapai efek metabolik yang sama 1, 2
  • Toksisitas glukosa (glucotoxicity) dari hiperglikemia kronis semakin merusak sel beta pankreas, menciptakan siklus yang memperburuk kebutuhan insulin 1

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Insulin

  • Perubahan berat badan—peningkatan berat badan meningkatkan resistensi insulin dan memerlukan dosis lebih tinggi 5
  • Perubahan aktivitas fisik—penurunan aktivitas fisik meningkatkan resistensi insulin 5
  • Penyakit akut atau stres—meningkatkan hormon kontra-regulasi yang melawan kerja insulin 5, 6
  • Perubahan hormonal seperti pubertas, siklus menstruasi, menopause, dan kehamilan mempengaruhi sensitivitas insulin 5
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid meningkatkan kebutuhan insulin secara signifikan 5

Algoritma Titrasi Insulin yang Tepat

Insulin Basal (Seperti Lantus/Glargine)

  • Mulai dengan 10 unit sekali sehari atau 0,1-0,2 unit/kg berat badan untuk pasien yang belum pernah menggunakan insulin 7
  • Tingkatkan dosis 2 unit setiap 3 hari jika glukosa puasa 140-179 mg/dL 7
  • Tingkatkan dosis 4 unit setiap 3 hari jika glukosa puasa ≥180 mg/dL 7
  • Target glukosa puasa: 80-130 mg/dL 7

Ambang Batas Kritis: Kapan Menambahkan Insulin Prandial

  • Ketika dosis insulin basal melebihi 0,5 unit/kg/hari dan mendekati 1,0 unit/kg/hari, menambahkan insulin prandial lebih tepat daripada terus meningkatkan insulin basal 7, 2
  • Tanda-tanda "overbasalization" yang harus diwaspadai: 7
    • Dosis insulin basal >0,5 unit/kg/hari
    • Perbedaan glukosa malam-pagi ≥50 mg/dL
    • Hipoglikemia berulang
    • Variabilitas glukosa yang tinggi

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Jangan Terus Meningkatkan Insulin Basal Tanpa Batas

  • Meningkatkan insulin basal melebihi 0,5-1,0 unit/kg/hari tanpa mengatasi hiperglikemia postprandial menyebabkan kontrol yang suboptimal dan risiko hipoglikemia meningkat 7, 2
  • Ini menciptakan kondisi "overbasalization" yang berbahaya 7

Jangan Menunda Intensifikasi Insulin

  • Menunda inisiasi atau intensifikasi insulin pada pasien yang tidak mencapai target glikemik memperpanjang paparan hiperglikemia dan meningkatkan risiko komplikasi 7, 4
  • Banyak pasien menghabiskan waktu lama di luar rentang glikemik optimal karena penundaan terapi insulin 4

Lanjutkan Metformin Kecuali Kontraindikasi

  • Metformin harus dilanjutkan saat memulai atau mengintensifkan terapi insulin karena kombinasi ini memberikan kontrol glikemik superior dengan kebutuhan insulin lebih rendah dan penambahan berat badan lebih sedikit 7, 1, 2
  • Metformin terbukti mengurangi mortalitas semua penyebab dan kejadian kardiovaskular 8

Monitoring yang Diperlukan

Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (SMBG)

  • Pemantauan glukosa puasa harian sangat penting selama fase titrasi 5, 7
  • Penyesuaian dosis insulin harus berdasarkan pengukuran glukosa darah, bukan hanya asupan makanan 5, 6
  • Variabilitas glukosa harian dipengaruhi oleh perbedaan tingkat absorpsi insulin, sensitivitas insulin, olahraga, stres, dan perubahan hormonal 5

Frekuensi Penilaian Ulang

  • Nilai kecukupan dosis insulin pada setiap kunjungan klinis 7
  • Periksa HbA1c setiap 3 bulan selama titrasi intensif 7
  • Pertimbangkan menambahkan insulin prandial jika HbA1c tetap di atas target setelah 3-6 bulan meskipun glukosa puasa terkontrol 7

Situasi Khusus yang Meningkatkan Kebutuhan Insulin

Selama Sakit

  • Kebutuhan insulin sering meningkat selama sakit meskipun asupan makanan menurun 6
  • Insulin harus dilanjutkan selama sakit untuk semua pasien diabetes 6
  • Pemantauan glukosa darah harus lebih sering, biasanya setiap 2-4 jam 6

Pasien dengan Hiperglikemia Berat

  • Untuk pasien dengan HbA1c ≥9%, glukosa darah ≥300-350 mg/dL, atau HbA1c 10-12% dengan gejala atau fitur katabolik, pertimbangkan dosis awal yang lebih tinggi dengan regimen basal-bolus sejak awal 7, 1
  • Dosis awal 0,3-0,5 unit/kg/hari sebagai total dosis harian insulin mungkin diperlukan 7

References

Research

EADSG Guidelines: Insulin Therapy in Diabetes.

Diabetes therapy : research, treatment and education of diabetes and related disorders, 2018

Research

Insulin management of type 2 diabetes mellitus.

American family physician, 2011

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Insulin Management During Illness in Diabetes

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Initial Dosing for Lantus (Insulin Glargine) in Patients Requiring Insulin Therapy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Diabetes Management Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.