What is the recommended dose of tramadol for a patient with moderate to severe pain?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 29, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Drip Tramadol untuk Nyeri

Untuk nyeri sedang hingga berat pada pasien dewasa, dosis tramadol intravena adalah 50-100 mg setiap 4-6 jam, dengan dosis maksimal 400 mg/hari. 1

Protokol Pemberian Intravena Standar

Dosis awal dan titrasi:

  • Mulai dengan 50-100 mg IV setiap 4-6 jam untuk nyeri sedang hingga berat 2, 1
  • Dosis maksimal absolut 400 mg/hari untuk semua formulasi immediate-release termasuk IV 2
  • Tramadol memiliki potensi hanya 0.1-0.2 kali morfin oral, sehingga tidak sesuai untuk nyeri berat 2

Onset dan durasi kerja:

  • Analgesia dimulai dalam 1 jam dan mencapai puncak dalam 2 jam 3
  • Durasi efek analgesik sekitar 6 jam setelah dosis tunggal 4

Penyesuaian Dosis untuk Populasi Khusus

Pasien lanjut usia:

  • Untuk pasien >75 tahun: dosis total tidak boleh melebihi 300 mg/hari 2, 1
  • Mulai dari dosis terendah dan titrasi perlahan 5

Gangguan ginjal:

  • Untuk creatinine clearance <30 mL/min: perpanjang interval dosis menjadi 12 jam dengan maksimal 200 mg/hari 1
  • Pasien hemodialisis dapat menerima dosis regular pada hari dialisis karena hanya 7% dosis yang dikeluarkan 1

Gangguan hati (sirosis):

  • Dosis harus dikurangi menjadi 50 mg setiap 12 jam saja karena bioavailabilitas tramadol meningkat 2-3 kali lipat pada sirosis 5, 2, 1
  • Penyesuaian ini kritis untuk mencegah ensefalopati hepatik 2

Indikasi Penggunaan Parenteral

Tramadol IV/IM harus dicadangkan untuk:

  • Pasien yang tidak dapat minum obat oral 2
  • Situasi yang memerlukan onset analgesia cepat 2
  • Adanya efek samping opioid oral yang berat (mual/muntah berat) 2

Hindari injeksi intramuskular jika memungkinkan karena menyakitkan dan tidak ada keuntungan farmakokinetik dibanding IV 2

Kontraindikasi dan Peringatan Keamanan Kritis

Kontraindikasi absolut - hindari penggunaan bersamaan dengan:

  • SSRI, SNRI, antidepresan trisiklik, atau MAOI karena risiko sindrom serotonin 5, 2
  • Antikonvulsan yang menurunkan ambang kejang 2

Peringatan penting:

  • Risiko kejang meningkat pada dosis tinggi atau pasien yang rentan 5, 6
  • Tramadol memiliki mekanisme ganda: agonis reseptor mu-opioid lemah dan inhibitor reuptake norepinefrin/serotonin 5, 4

Posisi Klinis dan Keterbatasan

Tramadol adalah analgesik WHO Step II (opioid lemah):

  • Sesuai untuk nyeri sedang hingga sedang-berat, BUKAN untuk nyeri berat 2
  • Untuk nyeri berat yang memerlukan relief segera, langsung gunakan opioid kuat parenteral (morfin, hidromorfon) 2

Jika nyeri tidak terkontrol dengan tramadol 400 mg/hari:

  • Transisi ke opioid kuat seperti morfin sulfat 20-40 mg oral per hari dalam dosis terbagi, atau oksikodon 20 mg oral per hari 5
  • Rasio konversi tramadol ke opioid kuat kira-kira setara dengan morfin 40-80 mg/hari 5

Manajemen Nyeri Breakthrough

  • Berikan dosis breakthrough 10-15% dari total dosis harian untuk eksaserbasi nyeri transien 5, 2
  • Jika memerlukan >4 dosis breakthrough per hari, tingkatkan dosis baseline 2

Efek Samping yang Perlu Dimonitor

Efek samping umum (dose-dependent):

  • Mual, pusing, mulut kering, sedasi, berkeringat 3, 4
  • Mual terjadi lebih sering dengan tramadol dibanding opioid lain dan muncul di awal pengobatan 6
  • Mengurangi dosis loading di hari-hari pertama adalah faktor penting untuk meningkatkan tolerabilitas 4

Monitoring yang diperlukan:

  • Efek samping opioid: mengantuk, konstipasi, mual, pusing, gangguan kognitif 5
  • Hipotensi ortostatik dan risiko jatuh, terutama pada pasien lanjut usia 5

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan gunakan tramadol untuk nyeri berat - ini tidak adekuat dan menunda terapi opioid kuat yang sesuai 2
  • Jangan meningkatkan tramadol melebihi dosis maksimal - ini hanya meningkatkan efek samping tanpa memperbaiki rasio risiko-manfaat 5
  • Jangan kombinasikan dengan obat serotonergik karena efek serotonergik aditif yang meningkatkan risiko tremor dan sindrom serotonin 5
  • Hindari eskalasi dosis cepat - pasien lanjut usia memerlukan titrasi lebih lambat selama berhari-hari hingga berminggu-minggu 5

References

Guideline

Tramadol IV Dosing Considerations for Special Populations

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Tramadol: a new centrally acting analgesic.

American journal of health-system pharmacy : AJHP : official journal of the American Society of Health-System Pharmacists, 1997

Research

[Pharmacology of tramadol].

Drugs, 1997

Guideline

Tramadol Dosing Considerations for Elderly Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Opioid Dosing Guidelines for Pain Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.