Dosis Drip Tramadol untuk Nyeri
Untuk nyeri sedang hingga berat pada pasien dewasa, dosis tramadol intravena adalah 50-100 mg setiap 4-6 jam, dengan dosis maksimal 400 mg/hari. 1
Protokol Pemberian Intravena Standar
Dosis awal dan titrasi:
- Mulai dengan 50-100 mg IV setiap 4-6 jam untuk nyeri sedang hingga berat 2, 1
- Dosis maksimal absolut 400 mg/hari untuk semua formulasi immediate-release termasuk IV 2
- Tramadol memiliki potensi hanya 0.1-0.2 kali morfin oral, sehingga tidak sesuai untuk nyeri berat 2
Onset dan durasi kerja:
- Analgesia dimulai dalam 1 jam dan mencapai puncak dalam 2 jam 3
- Durasi efek analgesik sekitar 6 jam setelah dosis tunggal 4
Penyesuaian Dosis untuk Populasi Khusus
Pasien lanjut usia:
- Untuk pasien >75 tahun: dosis total tidak boleh melebihi 300 mg/hari 2, 1
- Mulai dari dosis terendah dan titrasi perlahan 5
Gangguan ginjal:
- Untuk creatinine clearance <30 mL/min: perpanjang interval dosis menjadi 12 jam dengan maksimal 200 mg/hari 1
- Pasien hemodialisis dapat menerima dosis regular pada hari dialisis karena hanya 7% dosis yang dikeluarkan 1
Gangguan hati (sirosis):
- Dosis harus dikurangi menjadi 50 mg setiap 12 jam saja karena bioavailabilitas tramadol meningkat 2-3 kali lipat pada sirosis 5, 2, 1
- Penyesuaian ini kritis untuk mencegah ensefalopati hepatik 2
Indikasi Penggunaan Parenteral
Tramadol IV/IM harus dicadangkan untuk:
- Pasien yang tidak dapat minum obat oral 2
- Situasi yang memerlukan onset analgesia cepat 2
- Adanya efek samping opioid oral yang berat (mual/muntah berat) 2
Hindari injeksi intramuskular jika memungkinkan karena menyakitkan dan tidak ada keuntungan farmakokinetik dibanding IV 2
Kontraindikasi dan Peringatan Keamanan Kritis
Kontraindikasi absolut - hindari penggunaan bersamaan dengan:
- SSRI, SNRI, antidepresan trisiklik, atau MAOI karena risiko sindrom serotonin 5, 2
- Antikonvulsan yang menurunkan ambang kejang 2
Peringatan penting:
- Risiko kejang meningkat pada dosis tinggi atau pasien yang rentan 5, 6
- Tramadol memiliki mekanisme ganda: agonis reseptor mu-opioid lemah dan inhibitor reuptake norepinefrin/serotonin 5, 4
Posisi Klinis dan Keterbatasan
Tramadol adalah analgesik WHO Step II (opioid lemah):
- Sesuai untuk nyeri sedang hingga sedang-berat, BUKAN untuk nyeri berat 2
- Untuk nyeri berat yang memerlukan relief segera, langsung gunakan opioid kuat parenteral (morfin, hidromorfon) 2
Jika nyeri tidak terkontrol dengan tramadol 400 mg/hari:
- Transisi ke opioid kuat seperti morfin sulfat 20-40 mg oral per hari dalam dosis terbagi, atau oksikodon 20 mg oral per hari 5
- Rasio konversi tramadol ke opioid kuat kira-kira setara dengan morfin 40-80 mg/hari 5
Manajemen Nyeri Breakthrough
- Berikan dosis breakthrough 10-15% dari total dosis harian untuk eksaserbasi nyeri transien 5, 2
- Jika memerlukan >4 dosis breakthrough per hari, tingkatkan dosis baseline 2
Efek Samping yang Perlu Dimonitor
Efek samping umum (dose-dependent):
- Mual, pusing, mulut kering, sedasi, berkeringat 3, 4
- Mual terjadi lebih sering dengan tramadol dibanding opioid lain dan muncul di awal pengobatan 6
- Mengurangi dosis loading di hari-hari pertama adalah faktor penting untuk meningkatkan tolerabilitas 4
Monitoring yang diperlukan:
- Efek samping opioid: mengantuk, konstipasi, mual, pusing, gangguan kognitif 5
- Hipotensi ortostatik dan risiko jatuh, terutama pada pasien lanjut usia 5
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan gunakan tramadol untuk nyeri berat - ini tidak adekuat dan menunda terapi opioid kuat yang sesuai 2
- Jangan meningkatkan tramadol melebihi dosis maksimal - ini hanya meningkatkan efek samping tanpa memperbaiki rasio risiko-manfaat 5
- Jangan kombinasikan dengan obat serotonergik karena efek serotonergik aditif yang meningkatkan risiko tremor dan sindrom serotonin 5
- Hindari eskalasi dosis cepat - pasien lanjut usia memerlukan titrasi lebih lambat selama berhari-hari hingga berminggu-minggu 5