Cara Pemberian MgSO4 20% untuk Hipomagnesemia
Untuk pemberian MgSO4 20%, larutan HARUS diencerkan terlebih dahulu sebelum pemberian intravena, karena FDA menyatakan bahwa konsentrasi maksimal untuk infus IV adalah 20% atau kurang, dan pemberian harus dilakukan dengan kecepatan tidak melebihi 150 mg/menit kecuali pada kondisi kejang berat. 1
Prinsip Dasar Pengenceran dan Pemberian
- Larutan MgSO4 20% yang tersedia sudah berada pada konsentrasi maksimal yang diperbolehkan untuk pemberian IV, sehingga dapat diberikan langsung tanpa pengenceran lebih lanjut untuk infus lambat 1
- Namun, untuk pemberian bolus atau pada anak-anak, pengenceran lebih lanjut menjadi konsentrasi 10% atau kurang sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko hipotensi dan bradikardia 1
- Kecepatan pemberian tidak boleh melebihi 150 mg/menit (setara dengan 1,5 mL larutan 10% per menit) kecuali pada eklampsia berat dengan kejang 1
Algoritma Pemberian Berdasarkan Tingkat Keparahan
Hipomagnesemia Ringan (Mg serum 0,5-0,7 mmol/L, asimtomatik)
- Berikan magnesium oral sebagai terapi lini pertama dengan magnesium oksida 12-24 mmol per hari 2, 3
- Jika pemberian oral tidak memungkinkan, berikan 1 g MgSO4 (setara 8,12 mEq) IM setiap 6 jam untuk 4 dosis 1
- Untuk pemberian IM pada dewasa, larutan 20% dapat diberikan langsung tanpa pengenceran, tetapi untuk anak-anak harus diencerkan menjadi 20% atau kurang 1
Hipomagnesemia Berat atau Simtomatik (Mg serum <0,5 mmol/L)
- Berikan 4-5 g MgSO4 IV (setara 1-2 g untuk beberapa protokol) sebagai dosis awal 2, 1
- Cara pemberian dari larutan 20%:
- Ambil 20-25 mL larutan MgSO4 20% (mengandung 4-5 g)
- Encerkan dalam 250 mL Dekstrosa 5% atau NaCl 0,9%
- Infuskan selama 3-4 jam 1
- Alternatif untuk bolus cepat: Encerkan 20 mL MgSO4 20% menjadi konsentrasi 10% (total 40 mL), berikan IV selama 3-4 menit 1
Kondisi Mengancam Jiwa (Torsades de Pointes, Aritmia Ventrikel, Kejang)
- Berikan 1-2 g MgSO4 sebagai bolus IV selama 5 menit, terlepas dari kadar magnesium awal 2, 4
- Cara pemberian dari larutan 20%:
- Ambil 5-10 mL larutan MgSO4 20% (mengandung 1-2 g)
- Encerkan menjadi 20-40 mL dengan NaCl 0,9%
- Berikan IV push selama 5 menit 1
- Untuk anak: 25-50 mg/kg (maksimal 2 g) IV selama 10-20 menit 2, 4
Dosis Pemeliharaan Setelah Bolus Awal
- Setelah bolus awal, lanjutkan dengan infus kontinyu 1-2 g/jam 2
- Cara pemberian: Tambahkan 5 g MgSO4 (25 mL larutan 20%) ke dalam 1 liter Dekstrosa 5% atau NaCl 0,9%, infuskan selama 3 jam 1
- Alternatif: Berikan 4-5 g (20-25 mL larutan 20%) IM pada bokong bergantian setiap 4 jam, tergantung pada refleks patella dan fungsi respirasi 1
Monitoring Ketat yang Diperlukan
- Periksa refleks patella sebelum setiap dosis - jika refleks hilang, hentikan pemberian magnesium sampai refleks kembali 1
- Pantau frekuensi napas (harus ≥16 kali/menit) dan output urin (harus ≥100 mL dalam 4 jam sebelum dosis berikutnya) 1
- Target kadar magnesium serum untuk kontrol kejang adalah 3-6 mg/100 mL (2,5-5 mEq/L) 1
- Refleks tendon dalam mulai menurun pada kadar >4 mEq/L, dan dapat hilang pada 10 mEq/L dengan risiko paralisis respirasi 1
Peringatan Penting dan Pitfall yang Harus Dihindari
- Sediakan kalsium klorida 10% (5-10 mL) atau kalsium glukonas 10% (15-30 mL) untuk diberikan IV selama 2-5 menit sebagai antidotum jika terjadi toksisitas magnesium 2, 4
- Pada insufisiensi ginjal berat, dosis maksimal adalah 20 g/48 jam dengan monitoring kadar magnesium serum yang sering 1
- Pemberian cepat dapat menyebabkan hipotensi dan bradikardia - selalu berikan perlahan 4
- Koreksi deplesi natrium dan air terlebih dahulu sebelum memulai terapi magnesium, karena hiperaldosteronisme sekunder memperburuk defisiensi magnesium 2, 3
- Hipokalemia dan hipokalsemia sering menyertai hipomagnesemia dan akan refrakter terhadap terapi sampai magnesium dikoreksi terlebih dahulu 2, 3, 4
- Jangan berikan magnesium kontinyu pada kehamilan melebihi 5-7 hari karena dapat menyebabkan abnormalitas janin 1