How to administer magnesium sulfate (MgSO4) to a patient with hypomagnesemia when only a 20% solution is available?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 30, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Cara Pemberian MgSO4 20% untuk Hipomagnesemia

Untuk pemberian MgSO4 20%, larutan HARUS diencerkan terlebih dahulu sebelum pemberian intravena, karena FDA menyatakan bahwa konsentrasi maksimal untuk infus IV adalah 20% atau kurang, dan pemberian harus dilakukan dengan kecepatan tidak melebihi 150 mg/menit kecuali pada kondisi kejang berat. 1

Prinsip Dasar Pengenceran dan Pemberian

  • Larutan MgSO4 20% yang tersedia sudah berada pada konsentrasi maksimal yang diperbolehkan untuk pemberian IV, sehingga dapat diberikan langsung tanpa pengenceran lebih lanjut untuk infus lambat 1
  • Namun, untuk pemberian bolus atau pada anak-anak, pengenceran lebih lanjut menjadi konsentrasi 10% atau kurang sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko hipotensi dan bradikardia 1
  • Kecepatan pemberian tidak boleh melebihi 150 mg/menit (setara dengan 1,5 mL larutan 10% per menit) kecuali pada eklampsia berat dengan kejang 1

Algoritma Pemberian Berdasarkan Tingkat Keparahan

Hipomagnesemia Ringan (Mg serum 0,5-0,7 mmol/L, asimtomatik)

  • Berikan magnesium oral sebagai terapi lini pertama dengan magnesium oksida 12-24 mmol per hari 2, 3
  • Jika pemberian oral tidak memungkinkan, berikan 1 g MgSO4 (setara 8,12 mEq) IM setiap 6 jam untuk 4 dosis 1
  • Untuk pemberian IM pada dewasa, larutan 20% dapat diberikan langsung tanpa pengenceran, tetapi untuk anak-anak harus diencerkan menjadi 20% atau kurang 1

Hipomagnesemia Berat atau Simtomatik (Mg serum <0,5 mmol/L)

  • Berikan 4-5 g MgSO4 IV (setara 1-2 g untuk beberapa protokol) sebagai dosis awal 2, 1
  • Cara pemberian dari larutan 20%:
    • Ambil 20-25 mL larutan MgSO4 20% (mengandung 4-5 g)
    • Encerkan dalam 250 mL Dekstrosa 5% atau NaCl 0,9%
    • Infuskan selama 3-4 jam 1
  • Alternatif untuk bolus cepat: Encerkan 20 mL MgSO4 20% menjadi konsentrasi 10% (total 40 mL), berikan IV selama 3-4 menit 1

Kondisi Mengancam Jiwa (Torsades de Pointes, Aritmia Ventrikel, Kejang)

  • Berikan 1-2 g MgSO4 sebagai bolus IV selama 5 menit, terlepas dari kadar magnesium awal 2, 4
  • Cara pemberian dari larutan 20%:
    • Ambil 5-10 mL larutan MgSO4 20% (mengandung 1-2 g)
    • Encerkan menjadi 20-40 mL dengan NaCl 0,9%
    • Berikan IV push selama 5 menit 1
  • Untuk anak: 25-50 mg/kg (maksimal 2 g) IV selama 10-20 menit 2, 4

Dosis Pemeliharaan Setelah Bolus Awal

  • Setelah bolus awal, lanjutkan dengan infus kontinyu 1-2 g/jam 2
  • Cara pemberian: Tambahkan 5 g MgSO4 (25 mL larutan 20%) ke dalam 1 liter Dekstrosa 5% atau NaCl 0,9%, infuskan selama 3 jam 1
  • Alternatif: Berikan 4-5 g (20-25 mL larutan 20%) IM pada bokong bergantian setiap 4 jam, tergantung pada refleks patella dan fungsi respirasi 1

Monitoring Ketat yang Diperlukan

  • Periksa refleks patella sebelum setiap dosis - jika refleks hilang, hentikan pemberian magnesium sampai refleks kembali 1
  • Pantau frekuensi napas (harus ≥16 kali/menit) dan output urin (harus ≥100 mL dalam 4 jam sebelum dosis berikutnya) 1
  • Target kadar magnesium serum untuk kontrol kejang adalah 3-6 mg/100 mL (2,5-5 mEq/L) 1
  • Refleks tendon dalam mulai menurun pada kadar >4 mEq/L, dan dapat hilang pada 10 mEq/L dengan risiko paralisis respirasi 1

Peringatan Penting dan Pitfall yang Harus Dihindari

  • Sediakan kalsium klorida 10% (5-10 mL) atau kalsium glukonas 10% (15-30 mL) untuk diberikan IV selama 2-5 menit sebagai antidotum jika terjadi toksisitas magnesium 2, 4
  • Pada insufisiensi ginjal berat, dosis maksimal adalah 20 g/48 jam dengan monitoring kadar magnesium serum yang sering 1
  • Pemberian cepat dapat menyebabkan hipotensi dan bradikardia - selalu berikan perlahan 4
  • Koreksi deplesi natrium dan air terlebih dahulu sebelum memulai terapi magnesium, karena hiperaldosteronisme sekunder memperburuk defisiensi magnesium 2, 3
  • Hipokalemia dan hipokalsemia sering menyertai hipomagnesemia dan akan refrakter terhadap terapi sampai magnesium dikoreksi terlebih dahulu 2, 3, 4
  • Jangan berikan magnesium kontinyu pada kehamilan melebihi 5-7 hari karena dapat menyebabkan abnormalitas janin 1

References

Guideline

Management of Hypomagnesemia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Treatment of Hypomagnesemia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Treatment of Hypomagnesemia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.