Etiologi Global Hipokinetik
Global hipokinetik dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kardiak dan sistemik, dengan kardiomiopati dilatasi, penyakit arteri koroner, miokarditis, dan kardiomiopati toksik sebagai penyebab utama yang harus dipertimbangkan.
Penyebab Kardiak Primer
Kardiomiopati
- Kardiomiopati dilatasi merupakan penyebab struktural paling umum dari hipokinetik global, ditandai dengan dilatasi ventrikel dan penurunan fraksi ejeksi 1
- Sekitar 50% kasus kardiomiopati dilatasi non-iskemik bersifat idiopatik, biasanya mempengaruhi pasien yang lebih muda 1
- Kardiomiopati stress (Takotsubo) menghasilkan disfungsi sistolik global yang reversibel dengan karakteristik ballooning apikal, sering dipicu oleh penyakit akut atau stres emosional 1, 2
- Kardiomiopati hipertrofik dapat menunjukkan ventrikel kiri yang dilatasi dan hipokinetik pada stadium lanjut 1
Penyakit Arteri Koroner
- Penyakit arteri koroner merupakan etiologi gagal jantung pada 40% populasi gagal jantung di seluruh dunia, meskipun terdapat variasi geografis yang besar 3
- Infark miokard yang luas atau multipel dapat menyebabkan hipokinetik global 4
- Miokardium hibernasi (jaringan yang hipoperfusi kronis namun masih viable) dapat bermanifestasi sebagai segmen hipokinetik yang dapat membaik setelah revaskularisasi 4
Penyebab Infeksi dan Inflamasi
- Miokarditis (viral, bakterial, fungal) dapat menghasilkan hipokinetik regional maupun global dengan edema miokard 1, 4
- Sarkoidosis kardiak menghasilkan hipokinetik segmental dengan penebalan septum ventrikel pada fase akut, namun penipisan dengan disfungsi global pada fase kronik 1
- Demam reumatik akut dapat mempengaruhi fungsi ventrikel, dan penyakit jantung reumatik masih merupakan etiologi gagal jantung utama di negara Sub-Sahara Afrika (hingga 40% dari populasi yang dianalisis) 3, 4
Penyebab Toksik dan Metabolik
Agen Kemoterapi
- Antrasiklin (doksorubisin), tyrosine kinase inhibitor, trastuzumab, dan interferon dapat menginduksi kardiomiopati dengan risiko lebih tinggi pada dosis kumulatif 1, 4
- Siklofosfamid juga dapat menyebabkan kardiotoksisitas 4
Zat Lain
- Kardiomiopati alkoholik terjadi pada peminum berat dengan kerentanan genetik, paling umum pada pria berusia 30-55 tahun 1
- Kokain, heroin, dan amfetamin dapat menyebabkan kardiotoksisitas 4
- Logam berat (timbal, arsenik, kobalt) dapat menyebabkan disfungsi ventrikel 4
Defisiensi Nutrisi
- Defisiensi protein, tiamin, dan selenium dapat menyebabkan kardiotoksisitas 4
- Hipokalsemia, hipofosfatemia, hiponatremia, dan hipokalemia dapat mempengaruhi fungsi jantung 4
Gangguan Infiltratif
- Amiloidosis menghasilkan hipokinetik predominan basal dengan fungsi apikal yang terjaga (pola "apical sparing") meskipun fraksi ejeksi normal 1, 4
- Apical sparing dari longitudinal strain ≥1.0 memiliki sensitivitas 93% dan spesifisitas 82% untuk membedakan amiloidosis kardiak 1
- Hemokromatosis dan sarkoidosis menyebabkan pola restriktif dengan hipokinetik terkait 4
Penyebab Hemodinamik Akut
- Emboli paru masif akut menyebabkan hipokinetik ventrikel kanan dengan karakteristik sparing dari apeks VK (tanda McConnell) 4
- Syok septik dapat menyebabkan hipokinetik global ventrikel kiri pada 60% pasien, baik primer (pada admission) maupun sekunder (setelah 24-48 jam dukungan hemodinamik dengan norepinefrin) 5
Penyebab Terkait Aritmia
- Kardiomiopati yang diinduksi takikardia dari takiaritmia supraventrikular yang persisten atau fibrilasi atrium dengan laju ventrikel cepat menghasilkan hipokinetik global yang reversibel 4
Penyakit Katup Jantung
- Stenosis aorta kronik dan regurgitasi mitral menghasilkan disfungsi ventrikel progresif melalui pressure dan volume overload 4
- Penyakit katup merupakan etiologi gagal jantung pada 8% populasi secara keseluruhan, dengan prevalensi lebih tinggi pada HFmrEF (10%) dan HFpEF (20%) 3
Populasi Khusus
- Kardiomiopati peripartum berkembang pada kehamilan lanjut atau 5 bulan pertama postpartum, terjadi pada 1 dari 2.500-4.000 kelahiran di Amerika Serikat 1
- Penyakit Chagas tetap menjadi penyebab paling umum gagal jantung non-iskemik di Amerika Selatan 1
Penyebab Sistemik
Hipertensi
- Hipertensi merupakan etiologi gagal jantung pada 15% populasi gagal jantung secara global, dengan estimasi lebih tinggi di Afrika (35%) 3
- Hipertensi yang berlangsung lama tetap menjadi penyebab sekunder utama kardiomiopati dilatasi dan hipokinetik global 4
Gangguan Endokrin
- Diabetes melitus, hipotiroidisme, dan hipertiroidisme dapat menyebabkan kardiotoksisitas 4
Pertimbangan Diagnostik Penting
- Diagnosis "kardiomiopati dilatasi idiopatik" hanya boleh diterapkan setelah mengeksklusi semua etiologi spesifik melalui evaluasi yang tepat 1, 4
- Abnormalitas gerakan dinding yang meluas melampaui teritori koroner tunggal menunjukkan etiologi non-iskemik 1, 4
- Pada sepsis, hipokinetik global ventrikel kiri biasanya dapat dikoreksi dengan penambahan agen inotropik pada dukungan hemodinamik dan tidak terkait dengan prognosis yang lebih buruk 5