Pemberian Azithromycin Melalui NGT pada Pneumonia Berat
Ya, azithromycin dapat diberikan melalui NGT dengan cara menggerus tablet atau menggunakan sediaan suspensi oral, dan merupakan pilihan yang tepat untuk pasien ini dengan pneumonia berat yang alergi fluoroquinolone dan sudah mendapat meropenem.
Rekomendasi Regimen Antibiotik
Untuk pasien lansia dengan pneumonia berat yang memerlukan ventilator, kombinasi beta-laktam (meropenem yang sudah diberikan) ditambah azithromycin melalui NGT adalah regimen yang sesuai dengan guideline. 1
Dasar Pemilihan Azithromycin
- Untuk pasien ICU dengan pneumonia komunitas berat, guideline IDSA/ATS merekomendasikan kombinasi beta-laktam (cefotaxime, ceftriaxone, atau ampicillin-sulbactam) ditambah azithromycin atau fluoroquinolone 1
- Karena pasien alergi fluoroquinolone, azithromycin menjadi pilihan wajib untuk coverage atypical pathogens termasuk Legionella species 1
- Meropenem yang sudah diberikan memenuhi kebutuhan beta-laktam spektrum luas untuk coverage S. pneumoniae dan gram-negatif 1
Cara Pemberian Azithromycin Melalui NGT
Persiapan dan Administrasi
- Tablet azithromycin dapat digerus dan dicampur dengan 10-20 mL air steril, kemudian diberikan melalui NGT 1
- Alternatif lebih baik: gunakan sediaan suspensi oral azithromycin jika tersedia untuk menghindari masalah sumbatan NGT 1
- Bilas NGT dengan 30 mL air sebelum dan sesudah pemberian untuk memastikan dosis penuh masuk dan mencegah sumbatan 1
Dosis yang Direkomendasikan
- Azithromycin 500 mg sekali sehari melalui NGT selama minimal 5 hari 1, 2
- Untuk pneumonia berat dengan bakteremia pneumokokal, pertimbangkan durasi lebih lama hingga 7 hari 3, 2
Pertimbangan Klinis Penting
Monitoring Respons Terapi
- Evaluasi perbaikan klinis dalam 48-72 jam pertama: penurunan demam, stabilisasi hemodinamik, perbaikan oksigenasi 4
- Jika tidak ada respons dalam 48-72 jam, pertimbangkan coverage MRSA dengan menambahkan linezolid 600 mg IV setiap 12 jam atau vancomycin 1, 4
Faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan
- Pasien dengan ventilator support termasuk kategori high mortality risk yang memerlukan coverage agresif 1, 5
- Jika ada riwat penggunaan antibiotik IV dalam 90 hari terakhir, pertimbangkan menambahkan coverage MRSA sejak awal 1, 5
- Jika ada structural lung disease (bronkiektasis), pertimbangkan menambahkan antipseudomonal agent kedua seperti aminoglikosida 1
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan gunakan fluoroquinolone monotherapy untuk severe CAP karena data menunjukkan trend inferior outcome pada pasien dengan mechanical ventilation 1
- Jangan hentikan azithromycin terlalu cepat - kombinasi therapy harus diberikan minimal 48 jam atau sampai hasil kultur diketahui 1
- Jangan lupa bilas NGT dengan adequate volume untuk mencegah sumbatan dan memastikan bioavailabilitas optimal 1
Keunggulan Azithromycin untuk Kasus Ini
- Azithromycin mencapai konsentrasi tinggi di alveolar lining fluid dan intracellular, sehingga efektif meskipun diberikan oral/NGT 1
- Studi menunjukkan azithromycin parenteral sama efektifnya dengan cefuroxime IV untuk hospitalized CAP, mendukung penggunaan rute enteral 1
- Tolerabilitas baik dengan efek samping minimal (6% dalam studi) 2