Diagnosis Pasien
Pasien ini kemungkinan besar menderita perpaduan antara penyakit perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD) dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD), dengan hepar hiperechoic pada USG yang mengindikasikan steatosis hepatik sedang hingga berat. 1
Diagnosis Utama: NAFLD (Non-Alcoholic Fatty Liver Disease)
Kriteria Diagnosis yang Terpenuhi
Pasien memenuhi kriteria diagnosis NAFLD berdasarkan:
- Bukti steatosis hepatik pada pencitraan: Hepar yang sedikit hiperechoic pada USG menunjukkan infiltrasi lemak dengan sensitivitas 84,8% dan spesifisitas 93,6% untuk steatosis sedang-berat 1
- Faktor risiko metabolik: Riwayat obesitas (meskipun sekarang terisi otot, riwayat obesitas tetap merupakan faktor risiko penting) dan konsumsi gula tinggi tanpa diabetes 1
- Riwayat konsumsi alkohol: Perlu dikuantifikasi dengan jelas - jika konsumsi <14 minuman/minggu untuk wanita atau <21 minuman/minggu untuk pria, maka NAFLD lebih mungkin daripada penyakit hati alkoholik 1
Perbedaan NAFLD vs Penyakit Hati Alkoholik
Poin kritis: Rasio AST:ALT biasanya >2 pada penyakit hati alkoholik dan <1 pada NAFLD 1. Pemeriksaan enzim hati (AST, ALT) harus segera dilakukan untuk membedakan kedua kondisi ini, karena riwayat alkohol pasien membuat diagnosis banding ini penting 1.
Diagnosis Sekunder: GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
Gejala yang Mendukung
- Sendawa sering: Gejala khas GERD yang menunjukkan refluks asam lambung
- Mulut sering terasa asam: Regurgitasi asam yang merupakan gejala patognomonik GERD
Hubungan dengan obesitas: Obesitas meningkatkan tekanan intra-abdominal dan risiko GERD, sehingga kedua kondisi ini sering bersamaan 2, 3.
Evaluasi Diagnostik Lengkap yang Diperlukan
Pemeriksaan Laboratorium Wajib
Segera lakukan panel skrining etiologi hati standar untuk menyingkirkan penyebab sekunder sebelum mengkonfirmasi NAFLD 4:
- Hepatitis B surface antigen dan Hepatitis C antibody dengan reflex PCR: Menyingkirkan hepatitis viral 4
- Anti-mitochondrial antibody, anti-smooth muscle antibody, antinuclear antibody, serum immunoglobulin: Menyingkirkan penyakit hati autoimun 4
- Serum ferritin dengan transferrin saturation: Menyingkirkan hemokromatosis (ferritin ringan meningkat sering pada NAFLD tetapi tidak selalu menunjukkan kelebihan zat besi) 1
- AST, ALT, alkaline phosphatase, bilirubin, albumin, INR: Menilai pola dan tingkat keparahan cedera hati 1, 4
- Complete blood count dengan platelet count: Diperlukan untuk kalkulasi FIB-4 4, 5
- Lipid profile, HbA1c, fasting glucose: Menilai komponen sindrom metabolik 1
Stratifikasi Risiko Fibrosis
Hitung skor FIB-4 segera menggunakan umur, ALT, AST, dan jumlah platelet untuk menentukan jalur manajemen 4, 5:
- Risiko rendah: FIB-4 <1,3 (umur <65 tahun) atau <2,0 (umur ≥65 tahun) - dapat dikelola di layanan primer 4
- Risiko tinggi: FIB-4 >2,67 - rujuk ke hepatologi untuk pertimbangan biopsi hati dan evaluasi komplikasi fibrosis lanjut/sirosis 4, 5
Dokumentasi Konsumsi Alkohol yang Detail
Kuantifikasi konsumsi alkohol dengan tepat menggunakan kuesioner tervalidasi 1:
- Jika ≥14 minuman/minggu untuk wanita atau ≥21 minuman/minggu untuk pria dalam 2 tahun terakhir, diagnosis lebih mengarah ke penyakit hati alkoholik 1
- Konfirmasi dengan anggota keluarga atau teman dekat jika ada ketidakkonsistenan 1
Review Obat-obatan
Tinjau semua obat, produk over-the-counter, dan suplemen herbal terhadap database LiverTox®, karena cedera hati akibat obat menyebabkan 8-11% kasus dengan enzim hati sedikit meningkat 4.
Rencana Manajemen
Intervensi Gaya Hidup (Prioritas Utama)
Target penurunan berat badan 7-10% dari berat badan total melalui 4, 5:
- Restriksi kalori: Defisit 500-1000 kkal/hari (biasanya 1200-1500 kkal/hari untuk wanita) 5
- Pola diet Mediterania dengan rendah karbohidrat dan rendah fruktosa untuk menargetkan steatosis hepatik secara spesifik 4, 5
- Olahraga aerobik intensitas sedang 150-300 menit/minggu: Olahraga mengurangi lemak hati bahkan tanpa penurunan berat badan signifikan 4, 5
- Rujuk ke ahli gizi terdaftar untuk dukungan terstruktur 4
Penghentian Alkohol Segera dan Lengkap
Abstinence alkohol adalah wajib jika konsumsi alkohol signifikan, karena ini merupakan intervensi paling efektif untuk mencegah kekambuhan dan progresi penyakit 6.
Manajemen GERD
Untuk gejala sendawa dan mulut asam:
- Proton pump inhibitor (PPI): Terapi lini pertama untuk GERD
- Modifikasi gaya hidup: Hindari makanan pemicu, makan porsi kecil, hindari berbaring 2-3 jam setelah makan, elevasi kepala tempat tidur
- Kurangi konsumsi manis-manis: Makanan tinggi gula dapat memperburuk GERD dan NAFLD
Optimalisasi Komorbiditas Metabolik
Kelola dislipidemia dengan statin (aman dan efektif pada NAFLD, mengurangi risiko HCC sebesar 37%) 5, dan kontrol hipertensi sesuai pedoman standar 4.
Terapi Farmakologis untuk NAFLD (Hanya untuk Pasien Terpilih)
Terapi farmakologis hanya dipertimbangkan untuk pasien dengan NASH terbukti biopsi dan fibrosis signifikan (≥F2) 5:
- Vitamin E 800 IU/hari: Untuk pasien dengan NASH terbukti biopsi tanpa diabetes (memperbaiki histologi hati pada 43% vs 19% dengan plasebo) 4
- Pioglitazone: Untuk pasien dengan NASH dan diabetes tipe 2 bersamaan 4
Strategi Monitoring
Tetapkan jadwal follow-up terstruktur berdasarkan tingkat ALT awal dan stratifikasi risiko 4:
- Ulangi enzim hati dalam 2-4 minggu untuk menetapkan tren 4
- Kemudian setiap 4-8 minggu sampai normal 4
- Ulangi FIB-4 setiap tahun untuk memantau progresi pada pasien risiko rendah 5
- Untuk pasien risiko tinggi: Rujuk ke hepatologi/gastroenterologi untuk pertimbangan elastografi atau biopsi hati 5
Kriteria Rujukan Mendesak
Rujuk segera ke hepatologi jika 4:
- ALT >5× batas atas normal
- Elevasi ALT dengan bilirubin >2× batas atas normal
- Elevasi persisten ≥6 bulan tanpa penyebab teridentifikasi
- FIB-4 >2,67 (menunjukkan risiko fibrosis lanjut dengan mortalitas meningkat secara eksponensial) 4
Peringatan Penting dan Pitfall yang Harus Dihindari
Jangan Asumsikan Semua ALT Meningkat pada Pasien Obesitas adalah NAFLD Jinak
Elevasi ALT ≥5× batas atas normal jarang pada NAFLD/NASH dan memerlukan investigasi untuk hepatitis viral, hepatitis autoimun, atau cedera hati akibat obat 4.
Jangan Mengabaikan Konsumsi Alkohol
Bahkan asupan alkohol moderat dapat menyebabkan penyakit hati alkoholik, dan interaksi antara alkohol dalam jumlah moderat dengan faktor metabolik pada perlemakan hati harus selalu dipertimbangkan 1, 4.
Jangan Menunda Rujukan Hepatologi pada Pasien Risiko Tinggi
FIB-4 >2,67 menunjukkan risiko fibrosis lanjut dengan mortalitas meningkat secara eksponensial 4.
Jangan Asumsikan ALT Normal Menyingkirkan Penyakit Hati Signifikan
Hingga 10% pasien dengan fibrosis lanjut memiliki ALT normal menggunakan ambang batas konvensional, dan enzim hati dapat dalam rentang normal pada pasien dengan NAFLD dan NASH 1, 4.