What is the management of paresthesia in an adult patient with a history of thyroid disease after thyroid surgery?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 31, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Parestesia Pasca Operasi Tiroid

Parestesia pasca operasi tiroid paling sering disebabkan oleh hipokalsemia akibat hipoparatiroidisme, yang merupakan komplikasi paling umum setelah operasi tiroid bilateral dan memerlukan pemantauan ketat kadar PTH dan kalsium serum serta suplementasi kalsium dan vitamin D segera.

Penyebab dan Patofisiologi

Parestesia pasca tiroidektomi hampir selalu menunjukkan hipokalsemia akibat hipoparatiroidisme 1. Kondisi ini terjadi ketika kadar PTH (parathyroid hormone) rendah disertai hipokalsemia 1. Gejala dapat berkisar dari parestesia ringan hingga kejang konvulsif 2.

Faktor risiko utama meliputi:

  • Operasi tiroid bilateral 1
  • Penyakit tiroid autoimun 1
  • Diseksi leher sentral 1
  • Goiter substernal 1
  • Kurangnya pengalaman ahli bedah 1
  • Kondisi malabsorpsi 1

Diagnosis dan Pemantauan

Pengukuran PTH intraoperatif atau segera pasca operasi sangat penting untuk memandu manajemen pasien 1. Secara umum, kadar PTH pasca operasi <15 pg/mL menunjukkan risiko tinggi untuk hipoparatiroidisme akut 1.

Hipokalsemia yang memerlukan pengobatan dengan analog vitamin D terjadi pada 9% pasien pada follow-up pertama dan 4% setelah 6 bulan pasca operasi tiroid bilateral 3. Frekuensi tinggi hipokalsemia yang diobati dengan vitamin D setelah 6 bulan merupakan masalah yang perlu diperhatikan 3.

Manajemen Segera

Untuk hipokalsemia ringan hingga sedang, berikan:

  • Kalsium oral empiris/profilaksis dan vitamin D 1
  • Atau kalsium oral selektif dan vitamin D berdasarkan kadar PTH pasca operasi cepat 1
  • Atau gunakan kadar kalsium serum serial sebagai panduan 1

Untuk hipokalsemia yang lebih berat, manajemen rawat inap mungkin diperlukan 1. Pemantauan untuk hiperkalsemia rebound sangat penting untuk menghindari komplikasi metabolik dan ginjal 1.

Strategi Pencegahan

Ahli bedah tiroid harus menerapkan strategi untuk meminimalkan dan mencegah hipoparatiroidisme pasca tiroidektomi 1:

  • Optimalisasi kadar vitamin D perioperatif 1
  • Preservasi suplai darah paratiroid 1
  • Autotransplantasi kelenjar paratiroid yang iskemik 1

Pertimbangan Jangka Panjang

Hipoparatiroidisme permanen memiliki konsekuensi jangka panjang untuk kesejahteraan objektif dan subjektif, dan harus dicegah sedapat mungkin 1. Dalam kasus yang jarang terjadi, hipokalsemia dapat muncul bertahun-tahun setelah operasi tiroid (5-23 tahun), meskipun kondisi ini mungkin lebih sering daripada yang diperkirakan 2.

Peringatan Penting

Jangan mengabaikan parestesia pasca operasi tiroid - ini hampir selalu menunjukkan hipokalsemia yang memerlukan evaluasi dan pengobatan segera 1, 2. Kadar kalsium total serum dapat turun hingga 1-2,05 mmol/L dengan kadar PTH yang rendah 2.

Perlu dibedakan dari parestesia terkait sayatan bedah (hipestesia dan parestesia di area leher) yang dapat terjadi dengan pendekatan konvensional 4, namun parestesia sistemik (terutama perioral dan ekstremitas) menunjukkan hipokalsemia 1.

Related Questions

What do I need to know about managing hypoparathyroidism after a total thyroidectomy for Papillary Thyroid Cancer (PTC), given concerns about phosphate and ionized calcium levels and a recommendation to research intact Parathyroid Hormone (PTH)?
Can parathyroidectomy be performed during a mastectomy (surgical removal of the breast)?
What are the causes of low intact parathyroid hormone (PTH) levels?
What are the complications of parathyroidectomy (surgical removal of a parathyroid gland)?
What is the risk of hypoparathyroidism after parathyroid preservation during thyroid surgery?
What is the role of neoadjuvant immunotherapy, such as pembrolizumab (pembrolizumab) or atezolizumab (atezolizumab), in the treatment of an elderly female patient with stage T3N0 squamous cell carcinoma of the lung and a history of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)?
What are the alternatives to Dalmane (flurazepam) for treating insomnia?
What causes fasciculation in adults, particularly those with a history of neurological conditions such as amyotrophic lateral sclerosis (ALS), multiple sclerosis, or peripheral neuropathy?
Is neoadjuvant immunotherapy recommended for an elderly female patient with a 4 cm stage T3N0 squamous cell carcinoma of the lung and a history of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)?
What is the initial anti-impulse therapy for a patient with type B aortic dissection?
What is the recommended approach for managing insomnia, particularly considering the use of Restoril (temazepam)?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.