Fluconazole Sebaiknya Dihindari pada Pasien Myasthenia Gravis
Fluconazole tidak direkomendasikan untuk pasien dengan myasthenia gravis karena dapat memperburuk kelemahan neuromuskular dan meningkatkan risiko krisis myasthenic yang mengancam jiwa. 1
Mekanisme Risiko dan Pertimbangan Keamanan
American Academy of Neurology merekomendasikan untuk menghindari fluconazole pada pasien myasthenia gravis karena potensi eksaserbasi gejala, dengan peringatan yang berlaku luas untuk obat-obatan yang dapat mengganggu transmisi neuromuskular 1
Risiko eksaserbasi yang diinduksi obat dapat memicu krisis myasthenic yang memerlukan intubasi (MGFA Class V), dengan risiko signifikan gagal napas 1
Sekitar 50-80% pasien dengan myasthenia gravis dapat berkembang dari penyakit okular menjadi generalisata, dan eksaserbasi yang diinduksi obat dapat memperburuk progresivitas ini 1
Alternatif Antijamur yang Lebih Aman
Untuk infeksi kandidiasis sistemik, echinocandin (caspofungin, micafungin, anidulafungin) direkomendasikan sebagai terapi awal pada pasien myasthenia gravis:
Caspofungin: 70 mg loading dose, kemudian 50 mg harian 1
Anidulafungin: 200 mg loading dose, kemudian 100 mg harian 1
Micafungin: 100 mg harian 1
Infectious Diseases Society of America merekomendasikan echinocandin sebagai terapi awal untuk kandidiasis invasif pada pasien myasthenia gravis karena profil keamanan neuromuskular yang lebih baik 1
Untuk infeksi jamur yang kurang berat, itraconazole dapat dipertimbangkan dengan hati-hati, meskipun interaksi azole dengan obat imunosupresif yang digunakan dalam myasthenia gravis harus dievaluasi dengan cermat 1
Amphotericin B deoxycholate (1 mg/kg IV harian) tetap menjadi pilihan paling aman ketika terapi antijamur sistemik diperlukan 1
Situasi Khusus: Meningitis Coccidioidal
Untuk meningitis coccidioidal, diperlukan konsultasi dengan spesialis penyakit infeksi dan neurologi untuk menimbang risiko infeksi yang tidak diobati versus eksaserbasi neuromuskular 1
Dalam kasus ini, pertimbangkan perawatan alternatif selain fluconazole, meskipun fluconazole adalah standar untuk infeksi CNS coccidioidal 2
Obat-Obat Kritis yang Harus Dihindari
Selain fluconazole, obat-obat berikut juga harus dihindari pada myasthenia gravis karena dapat memperburuk transmisi neuromuskular:
Persyaratan Monitoring Jika Terapi Antijamur Diperlukan
Setiap pasien myasthenia gravis yang memerlukan terapi antijamur harus memiliki:
- Penilaian neurologis harian untuk kelemahan yang memburuk 1
- Tes fungsi paru yang sering 1
- Kemampuan monitoring tingkat ICU jika penyakit sedang hingga berat 1
- Akses segera ke ventilasi mekanis jika terjadi kompromi pernapasan 1
Peringatan Klinis Penting
Pasien dengan myasthenia gravis simptomatik yang memiliki penyakit generalisata sangat rentan terhadap eksaserbasi yang diinduksi obat 3
Pasien myasthenia gravis yang stabil dengan sedikit gejala lebih jarang mengalami eksaserbasi, tetapi tetap memerlukan monitoring ketat saat memulai obat baru 3
Jika pasien memburuk setelah memulai obat baru, pengobatan harus dihentikan atau dosis dikurangi 3