Dosis Meropenem untuk Pasien Gagal Ginjal
Untuk pasien gagal ginjal, pertahankan dosis penuh meropenem per pemberian (500 mg atau 1 gram tergantung jenis infeksi) tetapi perpanjang interval pemberian sesuai dengan tingkat fungsi ginjal, bukan mengurangi dosis individual. 1
Algoritma Penyesuaian Dosis Berdasarkan Klirens Kreatinin
Untuk pasien dewasa dengan gangguan ginjal: 1
CrCl >50 mL/menit: Dosis penuh setiap 8 jam 1
CrCl 26-50 mL/menit: Dosis penuh setiap 12 jam 1
CrCl 10-25 mL/menit: Setengah dosis setiap 12 jam 1
- 250 mg atau 500 mg (setengah dari dosis yang direkomendasikan) setiap 12 jam 1
CrCl <10 mL/menit: Setengah dosis setiap 24 jam 1
- 250 mg atau 500 mg setiap 24 jam 1
Pertimbangan Farmakokinetik Penting
Waktu paruh meropenem meningkat secara signifikan dengan penurunan fungsi ginjal: 2, 3
- Waktu paruh normal: ~1 jam pada pasien dengan fungsi ginjal normal 2, 3
- CrCl 50-30 mL/menit: waktu paruh ~3,4 jam 3
- CrCl <30 mL/menit: waktu paruh ~5 jam 3
- Gagal ginjal tahap akhir (anurik): waktu paruh hingga 13,7 jam 2
Rasional perpanjangan interval (bukan pengurangan dosis): Meropenem memiliki aktivitas bakterisidal yang bergantung pada konsentrasi, sehingga mempertahankan dosis penuh per pemberian lebih efektif daripada mengurangi dosis individual 4, 5
Dosis untuk Pasien Hemodialisis
Untuk hemodialisis intermiten: 1, 3
- Berikan meropenem setelah setiap sesi hemodialisis 3
- Sekitar 50% meropenem dieliminasi selama hemodialisis 2, 3
- Waktu paruh berkurang dari 7,0 jam menjadi 2,9 jam selama hemodialisis 3
- Dosis: setengah dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam, diberikan segera setelah dialisis 1, 3
Dosis untuk Continuous Renal Replacement Therapy (CRRT)
Untuk pasien dengan CRRT (CVVH, CVVHDF, CVVHD): 4, 6, 7
- Dosis yang direkomendasikan: 1 gram setiap 8-12 jam 4
- CRRT mengeliminasi 25-50% meropenem (CVVHF) hingga 13-53% (CVVHDF) 2
- Klirens hemofiltrasi: ~22 mL/menit 6
- Waktu paruh selama CVVH: ~8,7 jam 6
- Monitoring kadar obat sangat direkomendasikan untuk semua pasien CRRT karena variabilitas eliminasi yang tinggi 4, 7
Peringatan penting untuk CRRT: Risiko underdosing tinggi karena eliminasi obat yang bervariasi tergantung modalitas terapi 2, 6. Jika ragu, gunakan therapeutic drug monitoring 4
Dosis untuk Sustained Low-Efficiency Dialysis (SLED)
- Pertahankan dosis penuh 1 gram setiap 12 jam 4, 5
- Jangan mengurangi dosis individual di bawah 1 gram 5
- Waktu paruh berkepanjangan (2,5-8,7 jam) dalam setting ini 4
Pertimbangan Khusus untuk Organisme Resisten
Untuk organisme dengan MIC ≥4-8 mg/L pada pasien gagal ginjal: 4
- Gunakan infus diperpanjang 3 jam bahkan pada gangguan ginjal 4
- Infus diperpanjang memaksimalkan persentase waktu konsentrasi obat bebas tetap di atas MIC 4
- Pertimbangkan infus kontinu untuk pasien kritis dengan patogen MIC tinggi 7
Peringatan Toksisitas Neurologis
Monitor toksisitas neurologis pada gangguan ginjal: 4, 5
- Risiko meningkat ketika konsentrasi trough melebihi 64 mg/L 4, 5
- Dosis tinggi meropenem dikaitkan dengan kejang 8
- Evaluasi ulang fungsi ginjal secara teratur (setiap 2-3 hari pada pasien tidak stabil) 4
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan mengurangi dosis individual untuk CrCl 26-50 mL/menit - perpanjang interval saja 1
- Jangan memberikan meropenem sebelum hemodialisis - selalu berikan setelah dialisis 3
- Jangan mengabaikan perbedaan modalitas CRRT - eliminasi obat sangat bervariasi antara CVVH, CVVHDF, dan CVVHD 2
- Jangan underdosing pada pasien CRRT - gunakan therapeutic drug monitoring jika tersedia 4, 7
Dosis Pediatrik dengan Gangguan Ginjal
Untuk pasien pediatrik ≥3 bulan dengan fungsi ginjal normal: 1
- Infeksi kulit dan jaringan lunak: 10 mg/kg setiap 8 jam (maksimal 500 mg) 1
- Infeksi intra-abdomen: 20 mg/kg setiap 8 jam (maksimal 1 gram) 1
- Meningitis: 40 mg/kg setiap 8 jam (maksimal 2 gram) 1
- Tidak ada pengalaman pada pasien pediatrik dengan gangguan ginjal - gunakan penilaian klinis dan monitoring ketat 1