Pemberian Calcium Gluconate pada Muscle Tetany
Untuk tetany otot akibat hipokalsemia simptomatik, berikan calcium gluconate 50-100 mg/kg (atau 1-2 gram untuk dewasa) secara intravena perlahan dengan monitoring EKG, dan ulangi dengan hati-hati jika diperlukan. 1
Dosis dan Cara Pemberian
Dosis Standar:
- Dewasa: 1-2 gram calcium gluconate IV (setara dengan 100-200 mg kalsium elemental) diberikan perlahan 2
- Anak-anak: 50-100 mg/kg calcium gluconate sebagai dosis tunggal 1
- Kecepatan maksimal: JANGAN melebihi 200 mg/menit pada dewasa atau 100 mg/menit pada anak 3
Persiapan dan Administrasi:
- Encerkan calcium gluconate dalam dekstrosa 5% atau normal saline hingga konsentrasi 10-50 mg/mL untuk pemberian bolus 3
- Berikan melalui akses intravena yang aman untuk menghindari nekrosis jaringan 3
- Periksa larutan secara visual - harus jernih dan tidak berwarna hingga sedikit kuning 3
Monitoring Kritis Selama Pemberian
Monitoring wajib selama pemberian calcium gluconate meliputi:
- EKG kontinyu untuk mendeteksi perubahan interval QT dan aritmia 4
- Tanda vital setiap beberapa menit selama infusi 3
- Kalsium serum setiap 4-6 jam selama infus intermiten 3
- Observasi gejala klinis seperti spasme karpopedal, laringospasme, dan kejang 2, 5
Langkah Penting Sebelum Pemberian Kalsium
KOREKSI HIPOMAGNESEMIA TERLEBIH DAHULU - ini adalah langkah kritis yang sering terlewatkan 4:
- Periksa kadar magnesium sebelum memberikan kalsium 4
- Jika hipomagnesemia ada (terjadi pada 28% pasien hipokalsemia), berikan magnesium sulfat 1-2 gram IV bolus segera 4
- Hipokalsemia TIDAK DAPAT dikoreksi secara adekuat tanpa koreksi magnesium terlebih dahulu karena magnesium diperlukan untuk sekresi PTH dan respons end-organ terhadap PTH 4
Respons Klinis yang Diharapkan
Gejala tetany akan membaik secara progresif selama pemberian calcium gluconate 6:
- Spasme karpopedal berkurang bertahap selama infusi 6
- Gerakan volunter jari dan kaki pulih sepenuhnya dalam 1 jam setelah pemberian 6
- Gejala berat seperti laringospasme dan kejang biasanya teratasi dengan cepat 2, 5
Peringatan Penting dan Pitfall yang Harus Dihindari
Kontraindikasi Absolut:
- JANGAN campur calcium gluconate dengan ceftriaxone - dapat membentuk presipitat kalsium-ceftriaxone yang fatal 3
- Penggunaan bersamaan ceftriaxone dan produk kalsium IV dikontraindikasikan pada neonatus (≤28 hari) 3
Perhatian Khusus:
- Gunakan dengan sangat hati-hati jika hiperfosfatemia berat ada (risiko presipitasi kalsium fosfat di jaringan dan ginjal) 1
- Hindari ekstravasasi - dapat menyebabkan calcinosis cutis dan nekrosis jaringan 3
- Jangan berikan melalui jalur yang sama dengan natrium bikarbonat 1
Terapi Lanjutan Setelah Koreksi Akut
Setelah gejala tetany teratasi, identifikasi dan tangani penyebab dasar 4:
- Hipoparatiroidisme: Memerlukan suplementasi kalsium oral (karbonat kalsium 1-2 gram 3x/hari) plus calcitriol hingga 2 mcg/hari 4
- Defisiensi vitamin D: Suplementasi vitamin D3 600-800 IU/hari 4
- Tumor lysis syndrome: Lanjutkan hidrasi dan rasburicase; kalsium hanya untuk gejala, bukan hipokalsemia asimptomatik 1
Pertimbangan Khusus untuk Populasi Tertentu
Pasien dengan Gagal Ginjal:
- Mulai dengan dosis terendah dari rentang yang direkomendasikan 3
- Monitor kalsium serum setiap 4 jam 3
- Pertahankan kalsium total terkoreksi di rentang rendah-normal (8.4-9.5 mg/dL) untuk mencegah kalsifikasi vaskular 4
Pasien Post-Paratiroidektomi:
- Monitor kalsium terionisasi setiap 4-6 jam selama 48-72 jam pertama 4
- Mulai infus calcium gluconate 1-2 mg kalsium elemental/kg/jam jika kalsium terionisasi <0.9 mmol/L 4
Calcium gluconate adalah terapi definitif untuk tetany hipokalsemik simptomatik, tetapi keberhasilannya bergantung pada koreksi magnesium bersamaan, kecepatan pemberian yang tepat, dan monitoring ketat selama administrasi.