What is the recommended treatment for typhoid fever in children and teenagers?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 2, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pengobatan Demam Tifoid pada Anak dan Remaja

Azithromycin adalah pengobatan lini pertama yang direkomendasikan untuk demam tifoid pada anak dan remaja dengan dosis 20 mg/kg/hari (maksimum 1 gram/hari) selama 7 hari. 1, 2, 3

Rekomendasi Dosis Spesifik untuk Anak

Azithromycin merupakan pilihan utama dengan dosis:

  • 20 mg/kg/hari (maksimum 1 gram/hari) selama 7 hari untuk anak-anak dan remaja 1, 2, 3
  • Dosis ini telah terbukti mencapai kesembuhan klinis 93.5-94% pada anak usia 2-17 tahun 4, 5

Mengapa Azithromycin Lebih Baik dari Fluoroquinolone

Hindari penggunaan ciprofloxacin secara empiris pada anak karena:

  • Resistensi fluoroquinolone melebihi 70% di Asia Selatan, dengan beberapa wilayah mencapai 96% 1, 2, 3
  • Azithromycin menunjukkan risiko kegagalan klinis yang lebih rendah (OR 0.48) dibandingkan fluoroquinolone 1, 2
  • Risiko relaps secara dramatis lebih rendah dengan azithromycin (OR 0.09) dibandingkan ceftriaxone 1, 2, 3
  • Lama rawat inap lebih pendek sekitar 1 hari dengan azithromycin 1, 2, 3

Algoritma Pengobatan Berdasarkan Tingkat Keparahan

Untuk demam tifoid tanpa komplikasi:

  • Ambil kultur darah sebelum memulai antibiotik jika memungkinkan, karena hasil tertinggi didapat dalam minggu pertama gejala 1, 2, 3
  • Mulai azithromycin 20 mg/kg/hari (maksimum 1 gram/hari) oral selama 7 hari 1, 2, 3
  • Demam diharapkan turun dalam 4-5 hari setelah terapi yang tepat 1, 2, 3

Untuk kasus berat yang memerlukan terapi intravena:

  • Ceftriaxone 50-80 mg/kg/hari (maksimum 2 gram/hari) IV/IM selama 5-7 hari 1, 2, 3
  • Cure rate dengan ceftriaxone mencapai 97% pada anak 4

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Jangan hentikan antibiotik terlalu dini:

  • Selesaikan kursus penuh 7 hari meskipun demam sudah turun, karena relaps terjadi pada 10-15% kasus yang tidak diobati dengan adekuat 1, 2, 3

Jangan gunakan cefixime sebagai lini pertama:

  • Cefixime memiliki tingkat kegagalan pengobatan 4-37.6% dan memerlukan test-of-cure wajib pada minggu ke-1 jika digunakan 1

Jangan gunakan ciprofloxacin empiris untuk kasus dari Asia Selatan/Tenggara:

  • Resistensi hampir universal di wilayah ini 1, 2, 3

Pemantauan dan Respons yang Diharapkan

Respons klinis:

  • Demam harus turun dalam 4-5 hari setelah terapi antibiotik yang tepat 1, 2, 3
  • Jika tidak ada respons pada hari ke-5, pertimbangkan resistensi atau diagnosis alternatif 1
  • Waktu rata-rata respons dengan azithromycin adalah 3.45±1.97 hari 5

Efek samping azithromycin yang umum:

  • Gejala gastrointestinal: mual, muntah, nyeri perut, dan diare 1, 2, 3, 6
  • Insiden efek samping terkait pengobatan pada anak adalah 10.6-18% 6
  • Pantau interaksi obat potensial, terutama obat yang memperpanjang QT 1, 2

Manajemen Komplikasi

Perforasi intestinal:

  • Terjadi pada 10-15% pasien ketika durasi penyakit melebihi 2 minggu 1, 2
  • Memerlukan intervensi bedah segera dengan eksisi sederhana dan penutupan, berhasil pada 88.2% kasus 1, 2

Bukti Penelitian pada Populasi Pediatrik

Studi pada anak menunjukkan:

  • Azithromycin 20 mg/kg/hari selama 5 hari mencapai cure rate 94% pada anak usia 3-17 tahun 4
  • Tidak ada relaps pada kelompok azithromycin dibandingkan 6 relaps pada kelompok ceftriaxone 4
  • Azithromycin 20 mg/kg/hari selama 6 hari mencapai kesembuhan klinis 93.5% pada anak usia 2-12 tahun 5
  • Pada studi dengan 87% pasien anak, azithromycin menunjukkan cure rate 82% dan waktu penurunan demam lebih cepat (5.8 hari) dibandingkan ofloxacin (8.2 hari) 7

Pertimbangan Pola Resistensi

Selalu pertimbangkan pola resistensi lokal:

  • 96% isolat S. typhi dari Vietnam resisten terhadap asam nalidiksat dan 58% multidrug resistant 8
  • 88% isolat MDR dan 93% resisten asam nalidiksat pada studi di Asia 7
  • Pola resistensi bervariasi secara geografis dan berubah seiring waktu 1, 2, 3

References

Guideline

Management of Typhoid Fever

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Management of Typhoid Fever

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Typhoid Fever

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Short-course azithromycin for the treatment of uncomplicated typhoid fever in children and adolescents.

Clinical infectious diseases : an official publication of the Infectious Diseases Society of America, 2004

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.