Pengobatan Demam Tifoid pada Anak dan Remaja
Azithromycin adalah pengobatan lini pertama yang direkomendasikan untuk demam tifoid pada anak dan remaja dengan dosis 20 mg/kg/hari (maksimum 1 gram/hari) selama 7 hari. 1, 2, 3
Rekomendasi Dosis Spesifik untuk Anak
Azithromycin merupakan pilihan utama dengan dosis:
- 20 mg/kg/hari (maksimum 1 gram/hari) selama 7 hari untuk anak-anak dan remaja 1, 2, 3
- Dosis ini telah terbukti mencapai kesembuhan klinis 93.5-94% pada anak usia 2-17 tahun 4, 5
Mengapa Azithromycin Lebih Baik dari Fluoroquinolone
Hindari penggunaan ciprofloxacin secara empiris pada anak karena:
- Resistensi fluoroquinolone melebihi 70% di Asia Selatan, dengan beberapa wilayah mencapai 96% 1, 2, 3
- Azithromycin menunjukkan risiko kegagalan klinis yang lebih rendah (OR 0.48) dibandingkan fluoroquinolone 1, 2
- Risiko relaps secara dramatis lebih rendah dengan azithromycin (OR 0.09) dibandingkan ceftriaxone 1, 2, 3
- Lama rawat inap lebih pendek sekitar 1 hari dengan azithromycin 1, 2, 3
Algoritma Pengobatan Berdasarkan Tingkat Keparahan
Untuk demam tifoid tanpa komplikasi:
- Ambil kultur darah sebelum memulai antibiotik jika memungkinkan, karena hasil tertinggi didapat dalam minggu pertama gejala 1, 2, 3
- Mulai azithromycin 20 mg/kg/hari (maksimum 1 gram/hari) oral selama 7 hari 1, 2, 3
- Demam diharapkan turun dalam 4-5 hari setelah terapi yang tepat 1, 2, 3
Untuk kasus berat yang memerlukan terapi intravena:
- Ceftriaxone 50-80 mg/kg/hari (maksimum 2 gram/hari) IV/IM selama 5-7 hari 1, 2, 3
- Cure rate dengan ceftriaxone mencapai 97% pada anak 4
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Jangan hentikan antibiotik terlalu dini:
- Selesaikan kursus penuh 7 hari meskipun demam sudah turun, karena relaps terjadi pada 10-15% kasus yang tidak diobati dengan adekuat 1, 2, 3
Jangan gunakan cefixime sebagai lini pertama:
- Cefixime memiliki tingkat kegagalan pengobatan 4-37.6% dan memerlukan test-of-cure wajib pada minggu ke-1 jika digunakan 1
Jangan gunakan ciprofloxacin empiris untuk kasus dari Asia Selatan/Tenggara:
Pemantauan dan Respons yang Diharapkan
Respons klinis:
- Demam harus turun dalam 4-5 hari setelah terapi antibiotik yang tepat 1, 2, 3
- Jika tidak ada respons pada hari ke-5, pertimbangkan resistensi atau diagnosis alternatif 1
- Waktu rata-rata respons dengan azithromycin adalah 3.45±1.97 hari 5
Efek samping azithromycin yang umum:
- Gejala gastrointestinal: mual, muntah, nyeri perut, dan diare 1, 2, 3, 6
- Insiden efek samping terkait pengobatan pada anak adalah 10.6-18% 6
- Pantau interaksi obat potensial, terutama obat yang memperpanjang QT 1, 2
Manajemen Komplikasi
Perforasi intestinal:
- Terjadi pada 10-15% pasien ketika durasi penyakit melebihi 2 minggu 1, 2
- Memerlukan intervensi bedah segera dengan eksisi sederhana dan penutupan, berhasil pada 88.2% kasus 1, 2
Bukti Penelitian pada Populasi Pediatrik
Studi pada anak menunjukkan:
- Azithromycin 20 mg/kg/hari selama 5 hari mencapai cure rate 94% pada anak usia 3-17 tahun 4
- Tidak ada relaps pada kelompok azithromycin dibandingkan 6 relaps pada kelompok ceftriaxone 4
- Azithromycin 20 mg/kg/hari selama 6 hari mencapai kesembuhan klinis 93.5% pada anak usia 2-12 tahun 5
- Pada studi dengan 87% pasien anak, azithromycin menunjukkan cure rate 82% dan waktu penurunan demam lebih cepat (5.8 hari) dibandingkan ofloxacin (8.2 hari) 7
Pertimbangan Pola Resistensi
Selalu pertimbangkan pola resistensi lokal: