Differential Diagnosis untuk Pasien dengan Anemia dan Splenomegali Berikut adalah beberapa kemungkinan diagnosis untuk pasien dengan anemia (Hb 9) dan splenomegali:
- Single Most Likely Diagnosis
- Talasemia Mayor: Anemia yang parah dengan splenomegali dapat menunjukkan kemungkinan talasemia mayor, terutama jika pasien memiliki riwayat keluarga yang sama.
- Other Likely Diagnoses
- Anemia Aplastik: Kondisi ini dapat menyebabkan anemia parah dan splenomegali, terutama jika terdapat kegagalan sumsum tulang.
- Leukemia: Beberapa jenis leukemia, seperti leukemia limfoblastik akut (ALL) atau leukemia mieloid akut (AML), dapat menyebabkan anemia dan splenomegali.
- Linfoma: Kanker limfoid ini dapat menyebabkan splenomegali dan anemia, terutama jika terdapat penyebaran ke sumsum tulang.
- Do Not Miss (ddxs yang tidak mungkin, tapi berakibat fatal jika terlewatkan)
- Infeksi: Infeksi seperti malaria, tuberculosis, atau infeksi bakteri lainnya dapat menyebabkan anemia dan splenomegali, dan dapat berakibat fatal jika tidak diobati.
- Kanker Payudara atau Ovarium: Kanker payudara atau ovarium dapat menyebabkan splenomegali dan anemia, terutama jika terdapat metastasis ke sumsum tulang.
- Rare Diagnoses
- Gaucher: Penyakit penyimpanan lipid ini dapat menyebabkan splenomegali dan anemia, terutama jika terdapat kegagalan sumsum tulang.
- Sindrom Myelodisplastik: Kondisi ini dapat menyebabkan anemia dan splenomegali, terutama jika terdapat kegagalan sumsum tulang.
Perlu diingat bahwa diagnosis akhir hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik, laboratorium, dan radiologi yang lebih lanjut.