What is the recommended combination of Docetaxel, Bicalutamide, and Tapros injection for a treatment-naive 60-year-old male with advanced prostate cancer and elevated PSA?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 3, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kombinasi yang Direkomendasikan untuk Kanker Prostat Lanjut

Untuk pasien laki-laki usia 60 tahun dengan kanker prostat lanjut yang belum pernah mendapat terapi, kombinasi yang harus diberikan adalah: Tapros injeksi (LHRH agonis) + Bicalutamide tablet + Docetaxel. 1, 2

Rasional Kombinasi Triplet Therapy

Terapi triplet (ADT + docetaxel + antiandrogen) merupakan pilihan kategori 1 untuk kanker prostat metastatik yang sensitif hormon, terutama pada pasien dengan penyakit volume tinggi yang fit untuk kemoterapi. 2, 3 Kombinasi ini telah terbukti meningkatkan survival secara signifikan dibandingkan ADT saja atau doublet therapy.

Komponen Terapi dan Dosisnya:

1. Tapros Injeksi (LHRH Agonis)

  • Berfungsi sebagai kastrasi medis untuk mencapai supresi testosteron 1, 2
  • Setara efektif dengan kastrasi bedah (orkiektomi bilateral) 1
  • Dosis sesuai sediaan depot yang tersedia (umumnya setiap 1-3 bulan) 2

2. Bicalutamide Tablet

  • Dosis: 50 mg sekali sehari 4, 5
  • Harus dimulai bersamaan atau mendahului LHRH agonis untuk mencegah flare phenomenon 1
  • Dilanjutkan minimal 7 hari dalam kombinasi untuk pasien dengan metastasis 1
  • Bicalutamide 50 mg dalam kombinasi dengan LHRH agonis lebih efektif daripada monoterapi antiandrogen 1

3. Docetaxel

  • Dosis: 75 mg/m² setiap 3 minggu 1, 6
  • Diberikan untuk 6-8 siklus 1, 7
  • Pada trial CHAARTED, penambahan docetaxel menunjukkan peningkatan overall survival yang signifikan (HR 0.68-0.76) 1, 8

Algoritma Implementasi Klinis

Langkah 1: Penilaian Kelayakan Kemoterapi

  • Evaluasi status performa pasien dan komorbiditas 1
  • Periksa fungsi hati: hindari jika bilirubin >ULN atau AST/ALT >1.5× ULN dengan alkaline phosphatase >2.5× ULN 6
  • Untuk pasien usia 60 tahun yang fit, triplet therapy sangat direkomendasikan 2, 3

Langkah 2: Urutan Pemberian

  1. Mulai bicalutamide 50 mg/hari terlebih dahulu (7 hari sebelum atau bersamaan dengan LHRH agonis) 1
  2. Berikan Tapros injeksi sesuai jadwal depot 2
  3. Mulai docetaxel 75 mg/m² setiap 3 minggu setelah ADT dimulai 1, 7
  4. Lanjutkan bicalutamide sepanjang terapi 1, 4

Langkah 3: Monitoring yang Diperlukan

Sebelum Memulai Terapi:

  • Baseline PSA, testosteron, fungsi hati (transaminase), hemoglobin 2, 3
  • Penilaian volume penyakit (high vs low volume) 1

Selama Terapi:

  • PSA setiap 3-6 bulan 2, 3
  • Fungsi hati setiap bulan selama 4 bulan pertama bicalutamide, kemudian periodik 4
  • Monitoring neutropenia sebelum setiap siklus docetaxel 6
  • Konfirmasi kadar testosteron kastrat (<50 ng/dL atau <1.7 nmol/L) 2

Pertimbangan Penting dan Peringatan

Keunggulan Combined Androgen Blockade (CAB)

Meskipun meta-analisis menunjukkan manfaat survival CAB hanya 3-5% dibandingkan kastrasi saja 1, dalam konteks triplet therapy, penambahan bicalutamide memberikan manfaat tambahan terutama untuk mencegah flare dan memaksimalkan blokade androgen. 1

Toxicity Management

  • Neutropenia febril terjadi pada 27% pasien dengan docetaxel 7
  • Diare, edema perifer, dan stomatitis lebih sering pada pasien usia ≥65 tahun 6
  • Gynecomastia dan nyeri payudara adalah efek samping khas bicalutamide 4, 5
  • Hepatotoksisitas: monitor ketat fungsi hati, dapat terjadi hepatic failure fatal 4

Modifikasi Dosis Docetaxel

Jika terjadi intoleransi, pertimbangkan modifikasi jadwal docetaxel (misalnya: 40 mg/m² hari 1 + 35 mg/m² hari 8) yang telah menunjukkan efektivitas dengan tolerabilitas lebih baik pada beberapa kasus. 9

Kontraindikasi Absolut

  • Bicalutamide dikontraindikasikan pada wanita dan kehamilan 4
  • Docetaxel harus dihindari pada gangguan fungsi hati berat 6

Durasi Terapi

  • Docetaxel: 6-8 siklus (sekitar 4-6 bulan) 1, 7
  • Tapros + Bicalutamide: dilanjutkan sebagai terapi maintenance jangka panjang 1, 2
  • Evaluasi respons: PSA harus turun signifikan setelah 6 bulan terapi 1, 7

Catatan Khusus untuk Populasi Asia

Satu trial Jepang menunjukkan pasien Asia mungkin mendapat manfaat lebih besar dari CAB dengan bicalutamide dibandingkan populasi lain, memperkuat rasional penggunaan kombinasi ini. 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

First-Line Hormonal Treatment for Prostate Cancer

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Darolutamide in Metastatic Castration-Resistant Prostate Cancer (mCRPC)

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Fosfestrol in Prostate Cancer Treatment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.