Gambaran Radiologi Bronkiektasis
Bronkiektasis didiagnosis pada CT scan toraks dengan kriteria utama: rasio bronkoarterial >1 (diameter lumen bronkus lebih besar dari arteri pulmonalis yang berdampingan), hilangnya penyempitan bronkus normal dari sentral ke perifer, atau visualisasi bronkus dalam jarak 1 cm dari permukaan pleura. 1
Modalitas Pencitraan yang Direkomendasikan
CT Scan Toraks (Gold Standard)
- CT toraks potongan tipis (thin-section CT) tanpa kontras adalah pemeriksaan pilihan untuk mengkonfirmasi diagnosis bronkiektasis 1
- British Thoracic Society merekomendasikan thin-section CT (baik HRCT konvensional atau volumetric thin-slice CT) sebagai pemeriksaan yang diutamakan 1
- Protokol CT untuk penyakit paru interstisial dengan ketebalan potongan 1,5 mm dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi berbagai penyakit paru kronik difus yang berhubungan dengan bronkiektasis 1
Foto Toraks
- Lakukan foto toraks dasar pada pasien dengan kecurigaan bronkiektasis sebagai pemeriksaan awal 1
- Sensitivitas foto toraks hanya 87,8% dengan spesifisitas 74,4% dibandingkan HRCT, dan hingga 34% foto toraks dapat tampak normal pada pasien dengan bronkiektasis yang terbukti pada CT 1, 2
- Meskipun demikian, foto toraks abnormal pada semua 38 kasus bronkiektasis yang terbukti dalam satu studi, menunjukkan dilatasi bronkus (100%), penebalan dinding bronkus (92%), dan kehilangan volume (97%) 3
Kriteria Diagnostik CT yang Definitif
Tanda Langsung (Direct Signs)
Bronkiektasis didefinisikan oleh dilatasi bronkus yang ditunjukkan oleh satu atau lebih dari berikut: 1
- Rasio bronkoarterial >1: Diameter lumen bronkus internal lebih besar dari arteri pulmonalis yang berdampingan pada tingkat yang sama 1
- Hilangnya penyempitan normal (lack of tapering): Bronkus tidak mengecil secara progresif dari sentral ke perifer 1
- Visibilitas jalan napas dalam 1 cm dari permukaan pleura kosta atau menyentuh pleura mediastinal 1
Tanda Tidak Langsung (Indirect Signs)
Tanda-tanda berikut umumnya berhubungan dengan bronkiektasis: 1
- Penebalan dinding bronkus (bronchial wall thickening) 1
- Impaksi mukus 1
- Mosaic perfusion/air trapping pada CT ekspirasi 1
Gambaran pada Foto Toraks (Kurang Sensitif)
Meskipun tidak dapat diandalkan untuk diagnosis definitif, foto toraks dapat menunjukkan: 3, 4
- Bayangan granular (88,5% kasus) - memiliki tingkat positif tinggi 4
- Siluet jantung yang kabur/tidak jelas (48,5% kasus) - menunjukkan utilitas potensial untuk skrining 4
- Signet ring sign (79% kasus) - bronkus yang dilatasi dan berdinding tebal berdekatan dengan arteri yang lebih kecil 3
- Tram-track appearance (35,4% kasus) - bronkus yang menebal tampak sebagai garis paralel 3, 4
- Ring sign (24,6% kasus) - bronkus yang dipotong melintang tampak sebagai cincin 3, 4
- Bayangan nodular (45,4% kasus) 4
Protokol Pencitraan yang Optimal
Waktu Pemeriksaan
- Lakukan pencitraan dasar selama penyakit stabil secara klinis karena ini optimal untuk tujuan diagnostik dan perbandingan serial 1
Teknik CT
- Protokol pencitraan yang paling sesuai akan bervariasi sesuai teknologi scanner dan faktor pasien 1
- Saat menggunakan volumetric CT, teknik reduksi dosis termasuk adaptive mA dan kV serta rekonstruksi iteratif harus digunakan jika tersedia 1
- Volumetric CT memiliki sensitivitas dan kesepakatan interobserver yang lebih baik dibandingkan dengan incremental/interspaced thin slice CT 1
Peringatan Penting (Pitfalls)
Pseudo-bronkiektasis
- Hati-hati dengan false positive ketika diameter arteri menurun, yang disebut pseudo-bronkiektasis 5
- Rasio bronkoarterial dapat tampak meningkat bukan karena dilatasi bronkus sejati, tetapi karena penurunan diameter arteri 5
Keterbatasan Foto Toraks
- Jangan mengandalkan foto toraks saja - hingga 34% foto toraks tidak menunjukkan kelainan pada pasien dengan bronkiektasis yang terbukti pada CT 2
- Kesepakatan interobserver untuk gambaran foto toraks tidak memuaskan, dengan nilai kappa berkisar 0,256-0,646 untuk berbagai tanda 4
Nilai Prognostik
- CT dapat mengkuantifikasi tingkat dan keparahan bronkiektasis menggunakan berbagai teknik dan software 1
- Temuan CT bronkiektasis di setidaknya 3 lobus berhubungan dengan outcome yang lebih buruk dan dimasukkan ke dalam skor keparahan bronkiektasis dengan nilai prediktif yang relatif tinggi untuk eksaserbasi, hospitalisasi, dan mortalitas 1
- Keparahan bronkiektasis pada CT berkorelasi dengan ukuran obstruksi aliran udara 1