What is the diagnosis and appropriate management for a 6-year-old male with nephrotic syndrome characterized by facial edema, frothy urine, hypoalbuminemia, and hypercholesterolemia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Sindrom Nefrotik pada Anak Usia 6 Tahun: Diagnosis dan Manajemen Terapi

Diagnosis

Pasien ini memenuhi kriteria sindrom nefrotik idiopatik dengan hipoalbuminemia berat (albumin 1.8 g/dL), edema wajah, urin berbusa (proteinuria), dan hiperkolesterolemia. 1, 2

Sindrom nefrotik didefinisikan sebagai:

  • Proteinuria masif (>40 mg/m²/jam pada anak) 1, 2
  • Hipoalbuminemia berat (<2.5 g/dL pada anak) 1, 2
  • Edema (terutama wajah pada anak) 2, 3
  • Hiperkolesterolemia (kolesterol 200 mg/dL dalam kasus ini masih relatif rendah untuk sindrom nefrotik) 1, 4

Tekanan darah 100/65 mmHg adalah normotensif, yang membedakan ini dari sindrom nefritik dan mendukung diagnosis sindrom nefrotik. 2, 5

Evaluasi Terapi yang Diberikan dan Drug-Related Problems (DRP)

1. Prednison: Dosis TIDAK TEPAT

DRP Utama: Dosis prednison yang diberikan (4 tablet × 4 kali sehari) kemungkinan SALAH dan berpotensi berbahaya.

Regimen yang benar menurut pedoman:

  • Dosis induksi: Prednison 60 mg/m²/hari (dosis tunggal pagi hari) SETIAP HARI sampai remisi (biasanya 4-6 minggu) 2, 6, 7
  • Dosis pemeliharaan: 40 mg/m² selang sehari selama 4-6 minggu 2, 6

Untuk anak BB 20 kg (luas permukaan tubuh ~0.8 m²):

  • Dosis induksi: ~48 mg/hari (sekitar 2.4 tablet 20 mg) sebagai dosis tunggal pagi hari 2, 6
  • Bukan 16 tablet per hari (jika 4 tablet × 4 kali sehari)

Masalah dengan regimen "4×4 tablet":

  • Jika ini berarti 16 tablet/hari, ini adalah overdosis masif yang dapat menyebabkan toksisitas steroid berat 7
  • Pemberian 4 kali sehari adalah frekuensi yang salah - prednison untuk sindrom nefrotik harus diberikan sebagai dosis tunggal pagi hari untuk mengurangi supresi aksis HPA 2, 7

2. Furosemid: Indikasi dan Dosis Perlu Evaluasi

DRP: Furosemid harus digunakan dengan sangat hati-hati dan hanya jika ada bukti klinis overload volume intravaskular.

Pedoman merekomendasikan:

  • Diuretik harus digunakan dengan hati-hati karena risiko hipovolemia dan trombosis pada sindrom nefrotik 1
  • Indikasi furosemid: hanya jika ada perfusi perifer baik DAN tekanan darah tinggi (bukan kasus ini dengan TD 100/65) 1
  • Dosis: 0.5-2 mg/kg/dosis, maksimal 6 kali sehari (maksimal 10 mg/kg/hari) 1

Untuk pasien ini (BB 20 kg):

  • Dosis furosemid: 10-40 mg per dosis 1
  • Frekuensi 1× sehari mungkin tidak cukup untuk edema berat, tetapi harus dipantau ketat 1

Peringatan penting:

  • Jangan berikan furosemid jika ada tanda hipovolemia (oliguria, takikardia, hipotensi, capillary refill memanjang) 1
  • Pasien dengan albumin 1.8 g/dL berisiko tinggi hipovolemia meskipun tampak edema 1
  • Monitor elektrolit (hipokalemia, hiponatremia), fungsi ginjal, dan status volume ketat 1

3. Terapi yang TIDAK Diberikan tetapi Harus Dipertimbangkan

A. Infus Albumin (Jika Ada Indikasi Klinis)

  • Jangan berikan albumin berdasarkan kadar albumin rendah saja 1
  • Berikan albumin hanya jika ada indikator klinis hipovolemia: 1
    • Oliguria
    • Acute kidney injury
    • Capillary refill time memanjang
    • Takikardia
    • Hipotensi
    • Ketidaknyamanan abdomen
    • Failure to thrive
  • Dosis: 1-4 g/kg albumin, diikuti furosemid 0.5-2 mg/kg IV di akhir infusi 1

B. Profilaksis Trombosis

  • Anak dengan sindrom nefrotik berisiko tinggi trombosis, terutama saat memulai steroid 2
  • Pertimbangkan antikoagulasi profilaksis jika: 1
    • Penyakit akut
    • Risiko dehidrasi
    • Trombositosis >750,000/mL
    • Riwayat trombosis sebelumnya
    • Akses vena sentral

C. Suplementasi Nutrisi

  • Diet tinggi energi (130 kkal/kg/hari) dan protein (4 g/kg/hari) 1
  • Rendah garam (<2 g/hari untuk usia 1-3 tahun) 1
  • Suplementasi vitamin D dan kalsium jika kadar 25-OH-D3 rendah atau kalsium terionisasi rendah 1

D. Profilaksis Infeksi

  • Vaksinasi sesuai jadwal, termasuk pneumokokus dan varicella 1
  • Vaksin influenza tahunan 1
  • Tidak perlu antibiotik profilaksis rutin, tetapi segera berikan antibiotik jika dicurigai infeksi bakteri 1

Rekomendasi Manajemen yang Benar

Fase Akut (Minggu 1-4 sampai remisi):

  1. Prednison 60 mg/m²/hari (~48 mg atau 2.4 tablet 20 mg) sebagai dosis tunggal pagi hari sampai urin bebas protein 3 hari berturut-turut 2, 6
  2. Furosemid: Hanya jika TD tinggi dan perfusi baik; mulai 0.5-1 mg/kg (10-20 mg) 1-2× sehari, monitor ketat 1
  3. Restriksi cairan dan garam jika edema berat 1
  4. Monitor: Tekanan darah, berat badan harian, protein urin, elektrolit, fungsi ginjal 1

Fase Pemeliharaan (Minggu 5-10):

  1. Prednison 40 mg/m² selang sehari (~32 mg atau 1.6 tablet 20 mg) selama 4-6 minggu 2, 6
  2. Taper furosemid atau hentikan jika edema membaik 1

Jika Relaps Sering atau Steroid-Dependent:

  • Rituximab adalah agen steroid-sparing lini pertama (375 mg/m² IV dosis tunggal) 2, 6
  • Alternatif: Calcineurin inhibitor (siklosporin, takrolimus), mycophenolate mofetil 1, 6

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  1. Memberikan prednison dalam dosis terbagi - harus dosis tunggal pagi hari 2, 7
  2. Memberikan albumin berdasarkan kadar albumin rendah saja - hanya berikan jika ada tanda hipovolemia klinis 1
  3. Memberikan diuretik agresif tanpa mempertimbangkan status volume - risiko hipovolemia dan trombosis 1
  4. Tidak melakukan biopsi ginjal pada anak <12 tahun dengan presentasi tipikal - biopsi hanya jika ada fitur atipikal 2
  5. Menggunakan aspirin saja untuk profilaksis trombosis - tidak cukup untuk mencegah tromboembolisme vena 2

Monitoring dan Follow-up

  • Protein urin harian (dipstick) sampai remisi 2
  • Berat badan dan tekanan darah setiap hari 1
  • Albumin serum, elektrolit, fungsi ginjal setiap 1-2 minggu 1
  • Efek samping steroid: Glukosa darah, pertumbuhan, tekanan intraokular, infeksi 7
  • Rujuk ke nefrologi anak untuk manajemen jangka panjang 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Nephrotic and Nephritic Syndrome in Pediatrics

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Nephrotic syndrome secondary to amyloidosis.

The Nurse practitioner, 2000

Guideline

Treatment of Nephritic Syndrome

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Treatment for Frequent Relapse Nephrotic Syndrome

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.