Sindrom Nefrotik pada Anak Usia 6 Tahun: Diagnosis dan Manajemen Terapi
Diagnosis
Pasien ini memenuhi kriteria sindrom nefrotik idiopatik dengan hipoalbuminemia berat (albumin 1.8 g/dL), edema wajah, urin berbusa (proteinuria), dan hiperkolesterolemia. 1, 2
Sindrom nefrotik didefinisikan sebagai:
- Proteinuria masif (>40 mg/m²/jam pada anak) 1, 2
- Hipoalbuminemia berat (<2.5 g/dL pada anak) 1, 2
- Edema (terutama wajah pada anak) 2, 3
- Hiperkolesterolemia (kolesterol 200 mg/dL dalam kasus ini masih relatif rendah untuk sindrom nefrotik) 1, 4
Tekanan darah 100/65 mmHg adalah normotensif, yang membedakan ini dari sindrom nefritik dan mendukung diagnosis sindrom nefrotik. 2, 5
Evaluasi Terapi yang Diberikan dan Drug-Related Problems (DRP)
1. Prednison: Dosis TIDAK TEPAT
DRP Utama: Dosis prednison yang diberikan (4 tablet × 4 kali sehari) kemungkinan SALAH dan berpotensi berbahaya.
Regimen yang benar menurut pedoman:
- Dosis induksi: Prednison 60 mg/m²/hari (dosis tunggal pagi hari) SETIAP HARI sampai remisi (biasanya 4-6 minggu) 2, 6, 7
- Dosis pemeliharaan: 40 mg/m² selang sehari selama 4-6 minggu 2, 6
Untuk anak BB 20 kg (luas permukaan tubuh ~0.8 m²):
- Dosis induksi: ~48 mg/hari (sekitar 2.4 tablet 20 mg) sebagai dosis tunggal pagi hari 2, 6
- Bukan 16 tablet per hari (jika 4 tablet × 4 kali sehari)
Masalah dengan regimen "4×4 tablet":
- Jika ini berarti 16 tablet/hari, ini adalah overdosis masif yang dapat menyebabkan toksisitas steroid berat 7
- Pemberian 4 kali sehari adalah frekuensi yang salah - prednison untuk sindrom nefrotik harus diberikan sebagai dosis tunggal pagi hari untuk mengurangi supresi aksis HPA 2, 7
2. Furosemid: Indikasi dan Dosis Perlu Evaluasi
DRP: Furosemid harus digunakan dengan sangat hati-hati dan hanya jika ada bukti klinis overload volume intravaskular.
Pedoman merekomendasikan:
- Diuretik harus digunakan dengan hati-hati karena risiko hipovolemia dan trombosis pada sindrom nefrotik 1
- Indikasi furosemid: hanya jika ada perfusi perifer baik DAN tekanan darah tinggi (bukan kasus ini dengan TD 100/65) 1
- Dosis: 0.5-2 mg/kg/dosis, maksimal 6 kali sehari (maksimal 10 mg/kg/hari) 1
Untuk pasien ini (BB 20 kg):
- Dosis furosemid: 10-40 mg per dosis 1
- Frekuensi 1× sehari mungkin tidak cukup untuk edema berat, tetapi harus dipantau ketat 1
Peringatan penting:
- Jangan berikan furosemid jika ada tanda hipovolemia (oliguria, takikardia, hipotensi, capillary refill memanjang) 1
- Pasien dengan albumin 1.8 g/dL berisiko tinggi hipovolemia meskipun tampak edema 1
- Monitor elektrolit (hipokalemia, hiponatremia), fungsi ginjal, dan status volume ketat 1
3. Terapi yang TIDAK Diberikan tetapi Harus Dipertimbangkan
A. Infus Albumin (Jika Ada Indikasi Klinis)
- Jangan berikan albumin berdasarkan kadar albumin rendah saja 1
- Berikan albumin hanya jika ada indikator klinis hipovolemia: 1
- Oliguria
- Acute kidney injury
- Capillary refill time memanjang
- Takikardia
- Hipotensi
- Ketidaknyamanan abdomen
- Failure to thrive
- Dosis: 1-4 g/kg albumin, diikuti furosemid 0.5-2 mg/kg IV di akhir infusi 1
B. Profilaksis Trombosis
- Anak dengan sindrom nefrotik berisiko tinggi trombosis, terutama saat memulai steroid 2
- Pertimbangkan antikoagulasi profilaksis jika: 1
- Penyakit akut
- Risiko dehidrasi
- Trombositosis >750,000/mL
- Riwayat trombosis sebelumnya
- Akses vena sentral
C. Suplementasi Nutrisi
- Diet tinggi energi (130 kkal/kg/hari) dan protein (4 g/kg/hari) 1
- Rendah garam (<2 g/hari untuk usia 1-3 tahun) 1
- Suplementasi vitamin D dan kalsium jika kadar 25-OH-D3 rendah atau kalsium terionisasi rendah 1
D. Profilaksis Infeksi
- Vaksinasi sesuai jadwal, termasuk pneumokokus dan varicella 1
- Vaksin influenza tahunan 1
- Tidak perlu antibiotik profilaksis rutin, tetapi segera berikan antibiotik jika dicurigai infeksi bakteri 1
Rekomendasi Manajemen yang Benar
Fase Akut (Minggu 1-4 sampai remisi):
- Prednison 60 mg/m²/hari (~48 mg atau 2.4 tablet 20 mg) sebagai dosis tunggal pagi hari sampai urin bebas protein 3 hari berturut-turut 2, 6
- Furosemid: Hanya jika TD tinggi dan perfusi baik; mulai 0.5-1 mg/kg (10-20 mg) 1-2× sehari, monitor ketat 1
- Restriksi cairan dan garam jika edema berat 1
- Monitor: Tekanan darah, berat badan harian, protein urin, elektrolit, fungsi ginjal 1
Fase Pemeliharaan (Minggu 5-10):
- Prednison 40 mg/m² selang sehari (~32 mg atau 1.6 tablet 20 mg) selama 4-6 minggu 2, 6
- Taper furosemid atau hentikan jika edema membaik 1
Jika Relaps Sering atau Steroid-Dependent:
- Rituximab adalah agen steroid-sparing lini pertama (375 mg/m² IV dosis tunggal) 2, 6
- Alternatif: Calcineurin inhibitor (siklosporin, takrolimus), mycophenolate mofetil 1, 6
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Memberikan prednison dalam dosis terbagi - harus dosis tunggal pagi hari 2, 7
- Memberikan albumin berdasarkan kadar albumin rendah saja - hanya berikan jika ada tanda hipovolemia klinis 1
- Memberikan diuretik agresif tanpa mempertimbangkan status volume - risiko hipovolemia dan trombosis 1
- Tidak melakukan biopsi ginjal pada anak <12 tahun dengan presentasi tipikal - biopsi hanya jika ada fitur atipikal 2
- Menggunakan aspirin saja untuk profilaksis trombosis - tidak cukup untuk mencegah tromboembolisme vena 2