Penggantian CTM dengan Cetirizine pada Ibu Menyusui
Rekomendasi Utama
Cetirizine dapat dan sebaiknya menggantikan CTM (chlorpheniramine/klorfeniramin) pada ibu menyusui karena profil keamanan yang lebih baik, tidak menyebabkan sedasi bermakna, dan transfer ke ASI yang minimal. 1, 2
Tujuan Pemberian CTM
CTM (chlorpheniramine) diberikan untuk:
- Mengatasi gejala alergi seperti rhinitis alergi, urtikaria, dan reaksi alergi lainnya melalui mekanisme antagonis reseptor histamin H1 3
- Mengurangi gejala flu/pilek termasuk bersin, hidung tersumbat, dan rhinorrhea, meskipun efektivitasnya pada infeksi saluran napas masih memerlukan studi lebih lanjut 4
- Efek antikolinergik tambahan yang dapat mengurangi sekresi nasal, namun ini juga menyebabkan efek samping seperti mulut kering dan sedasi 5
Mengapa Cetirizine Lebih Baik untuk Ibu Menyusui
Keamanan pada Laktasi
- Transfer ke ASI sangat minimal dengan relative infant dose (RID) hanya 1.77-3.36%, jauh di bawah ambang batas keamanan 10% 1, 2
- Tidak ada efek samping yang dilaporkan pada bayi yang ibunya mengonsumsi cetirizine selama menyusui 1
- Label FDA menyatakan "not recommended" untuk ibu menyusui, namun ini karena data terbatas saat label dibuat, bukan karena bukti bahaya 6
- Penelitian terbaru menunjukkan cetirizine kompatibel dengan menyusui berdasarkan pemodelan farmakokinetik populasi 2
Profil Sedasi yang Lebih Baik
- CTM (first-generation antihistamine) menyebabkan sedasi bermakna dan gangguan performa yang dapat mengganggu kemampuan ibu merawat bayi 5
- Cetirizine dapat menyebabkan drowsiness ringan pada 13.7% pasien dibandingkan plasebo 6.3%, namun tanpa gangguan performa pada dosis standar 10 mg 5
- Fexofenadine dan loratadine tidak menyebabkan sedasi sama sekali, namun cetirizine tetap aman dan dapat ditoleransi dengan baik 5
Efikasi yang Setara atau Superior
- Cetirizine sama efektifnya dengan CTM dalam mengatasi gejala rhinitis alergi dan urtikaria 7, 3
- Beberapa studi menunjukkan cetirizine superior dibanding loratadine dalam mengurangi skor gejala rhinitis, dengan onset kerja lebih cepat 5, 7
- Durasi kerja lebih panjang (24 jam) sehingga cukup diminum sekali sehari, meningkatkan kepatuhan 7, 3
Algoritma Penggantian CTM ke Cetirizine
Untuk Ibu Menyusui dengan Gejala Alergi
- Hentikan CTM segera karena risiko sedasi dan transfer ke ASI yang lebih tinggi
- Mulai cetirizine 10 mg sekali sehari sebagai pengganti langsung 8, 7
- Observasi bayi selama 48-72 jam pertama untuk memastikan tidak ada perubahan pola tidur atau perilaku makan, meskipun risiko sangat rendah 1
- Pertimbangkan kombinasi dengan intranasal corticosteroid (budesonide) jika gejala sedang-berat untuk kontrol optimal 5, 8
Peringatan Penting
- Jangan gunakan kombinasi dengan dekongestan oral terutama jika masih dalam 3 bulan pertama postpartum, karena risiko pada bayi yang masih rentan 5, 9
- Hindari hydroxyzine (metabolit prekursor cetirizine) karena kontraindikasi spesifik pada kehamilan dan laktasi 10, 8
- Jangan beralih ke levocetirizine karena data keamanan laktasi lebih terbatas dibanding cetirizine 9, 10
Pertimbangan Khusus
Jika Pasien Mengalami Drowsiness dengan Cetirizine
- Beralih ke loratadine 10 mg atau fexofenadine 180 mg yang tidak menyebabkan sedasi sama sekali 5, 8
- Kedua pilihan ini juga aman untuk ibu menyusui berdasarkan guideline dari American College of Allergy, Asthma, and Immunology 10, 8
Jika Gejala Tidak Membaik
- Tambahkan intranasal corticosteroid (budesonide) yang memiliki data keamanan laktasi paling kuat 5
- Pertimbangkan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kondisi lain yang memerlukan terapi spesifik 5
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan melanjutkan CTM dengan alasan "sudah biasa" - risiko sedasi pada ibu dapat mengganggu perawatan bayi dan keselamatan 5
- Jangan menghentikan menyusui karena takut efek antihistamin - cetirizine sangat aman dengan transfer minimal ke ASI 1, 2
- Jangan menggunakan dosis cetirizine >10 mg/hari tanpa indikasi kuat, karena risiko sedasi meningkat pada dosis lebih tinggi 5