Can cetirizine be used as a substitute for another medication in a lactating woman for managing allergy symptoms or colds?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penggantian CTM dengan Cetirizine pada Ibu Menyusui

Rekomendasi Utama

Cetirizine dapat dan sebaiknya menggantikan CTM (chlorpheniramine/klorfeniramin) pada ibu menyusui karena profil keamanan yang lebih baik, tidak menyebabkan sedasi bermakna, dan transfer ke ASI yang minimal. 1, 2

Tujuan Pemberian CTM

CTM (chlorpheniramine) diberikan untuk:

  • Mengatasi gejala alergi seperti rhinitis alergi, urtikaria, dan reaksi alergi lainnya melalui mekanisme antagonis reseptor histamin H1 3
  • Mengurangi gejala flu/pilek termasuk bersin, hidung tersumbat, dan rhinorrhea, meskipun efektivitasnya pada infeksi saluran napas masih memerlukan studi lebih lanjut 4
  • Efek antikolinergik tambahan yang dapat mengurangi sekresi nasal, namun ini juga menyebabkan efek samping seperti mulut kering dan sedasi 5

Mengapa Cetirizine Lebih Baik untuk Ibu Menyusui

Keamanan pada Laktasi

  • Transfer ke ASI sangat minimal dengan relative infant dose (RID) hanya 1.77-3.36%, jauh di bawah ambang batas keamanan 10% 1, 2
  • Tidak ada efek samping yang dilaporkan pada bayi yang ibunya mengonsumsi cetirizine selama menyusui 1
  • Label FDA menyatakan "not recommended" untuk ibu menyusui, namun ini karena data terbatas saat label dibuat, bukan karena bukti bahaya 6
  • Penelitian terbaru menunjukkan cetirizine kompatibel dengan menyusui berdasarkan pemodelan farmakokinetik populasi 2

Profil Sedasi yang Lebih Baik

  • CTM (first-generation antihistamine) menyebabkan sedasi bermakna dan gangguan performa yang dapat mengganggu kemampuan ibu merawat bayi 5
  • Cetirizine dapat menyebabkan drowsiness ringan pada 13.7% pasien dibandingkan plasebo 6.3%, namun tanpa gangguan performa pada dosis standar 10 mg 5
  • Fexofenadine dan loratadine tidak menyebabkan sedasi sama sekali, namun cetirizine tetap aman dan dapat ditoleransi dengan baik 5

Efikasi yang Setara atau Superior

  • Cetirizine sama efektifnya dengan CTM dalam mengatasi gejala rhinitis alergi dan urtikaria 7, 3
  • Beberapa studi menunjukkan cetirizine superior dibanding loratadine dalam mengurangi skor gejala rhinitis, dengan onset kerja lebih cepat 5, 7
  • Durasi kerja lebih panjang (24 jam) sehingga cukup diminum sekali sehari, meningkatkan kepatuhan 7, 3

Algoritma Penggantian CTM ke Cetirizine

Untuk Ibu Menyusui dengan Gejala Alergi

  1. Hentikan CTM segera karena risiko sedasi dan transfer ke ASI yang lebih tinggi
  2. Mulai cetirizine 10 mg sekali sehari sebagai pengganti langsung 8, 7
  3. Observasi bayi selama 48-72 jam pertama untuk memastikan tidak ada perubahan pola tidur atau perilaku makan, meskipun risiko sangat rendah 1
  4. Pertimbangkan kombinasi dengan intranasal corticosteroid (budesonide) jika gejala sedang-berat untuk kontrol optimal 5, 8

Peringatan Penting

  • Jangan gunakan kombinasi dengan dekongestan oral terutama jika masih dalam 3 bulan pertama postpartum, karena risiko pada bayi yang masih rentan 5, 9
  • Hindari hydroxyzine (metabolit prekursor cetirizine) karena kontraindikasi spesifik pada kehamilan dan laktasi 10, 8
  • Jangan beralih ke levocetirizine karena data keamanan laktasi lebih terbatas dibanding cetirizine 9, 10

Pertimbangan Khusus

Jika Pasien Mengalami Drowsiness dengan Cetirizine

  • Beralih ke loratadine 10 mg atau fexofenadine 180 mg yang tidak menyebabkan sedasi sama sekali 5, 8
  • Kedua pilihan ini juga aman untuk ibu menyusui berdasarkan guideline dari American College of Allergy, Asthma, and Immunology 10, 8

Jika Gejala Tidak Membaik

  • Tambahkan intranasal corticosteroid (budesonide) yang memiliki data keamanan laktasi paling kuat 5
  • Pertimbangkan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kondisi lain yang memerlukan terapi spesifik 5

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan melanjutkan CTM dengan alasan "sudah biasa" - risiko sedasi pada ibu dapat mengganggu perawatan bayi dan keselamatan 5
  • Jangan menghentikan menyusui karena takut efek antihistamin - cetirizine sangat aman dengan transfer minimal ke ASI 1, 2
  • Jangan menggunakan dosis cetirizine >10 mg/hari tanpa indikasi kuat, karena risiko sedasi meningkat pada dosis lebih tinggi 5

References

Research

Maternal Transfer of Cetirizine Into Human Milk.

Journal of human lactation : official journal of International Lactation Consultant Association, 2021

Research

[Cetirizine and respiratory tract infections in opinion of Polish doctors].

Polski merkuriusz lekarski : organ Polskiego Towarzystwa Lekarskiego, 2006

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Antihistamine Use During Pregnancy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Antihistamine Use in Pregnancy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Antihistamine Use in IVF and Pregnancy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.