Konversi Step-Up dari Insulin Basal ke Ryzodeg
Pendekatan Konversi yang Direkomendasikan
Untuk pasien diabetes tipe 2 yang beralih dari insulin basal ke Ryzodeg (insulin degludec/insulin aspart), lakukan konversi unit-per-unit dari dosis basal saat ini, dengan penyesuaian berdasarkan kebutuhan prandial individual. 1
Algoritma Konversi Dasar
Langkah 1: Hitung Dosis Awal Ryzodeg
- Mulai dengan dosis yang sama (unit-per-unit) dengan total dosis insulin basal saat ini 1
- Untuk pasien yang sebelumnya menggunakan insulin basal sekali sehari, berikan Ryzodeg sekali sehari sebelum makan terbesar (biasanya makan malam) 2, 1
- Untuk pasien yang sebelumnya menggunakan insulin basal lebih dari sekali sehari atau premix, pertimbangkan Ryzodeg dua kali sehari 1
Langkah 2: Tentukan Frekuensi Pemberian
- Ryzodeg sekali sehari: Cocok untuk pasien yang sebelumnya menggunakan insulin basal saja dengan kontrol gula darah puasa yang baik tetapi HbA1c masih di atas target 2, 1
- Ryzodeg dua kali sehari: Pertimbangkan untuk pasien yang sebelumnya menggunakan regimen basal-bolus atau premix lebih dari sekali sehari 1
Penyesuaian Dosis Berdasarkan Situasi Klinis
Untuk Pasien dengan Dosis Basal ≤0.5 unit/kg/hari:
Untuk Pasien dengan Dosis Basal >0.5 unit/kg/hari:
- Evaluasi apakah pasien mengalami "overbasalization" (tanda: dosis basal >0.5 unit/kg/hari, perbedaan gula darah malam-pagi ≥50 mg/dL, hipoglikemia, variabilitas gula darah tinggi) 3
- Jika ada tanda overbasalization, pertimbangkan mengurangi dosis total 10-20% saat konversi ke Ryzodeg 3
Keuntungan Ryzodeg vs Insulin Basal Saja
Profil Farmakologis yang Unik:
- Ryzodeg mengandung 70% insulin degludec (basal ultra-long-acting) dan 30% insulin aspart (rapid-acting prandial) 4
- Komponen basal memberikan coverage >30 jam dengan profil datar dan stabil 4
- Komponen prandial memberikan kontrol gula darah postprandial untuk 1-2 kali makan tergantung frekuensi dosis 4
Manfaat Klinis yang Terbukti:
- Penurunan gula darah setelah makan malam dan sebelum tidur lebih baik dibanding insulin basal saja 2
- Penurunan HbA1c signifikan (dari 58 menjadi 55 mmol/mol dalam 12 minggu) 2
- Risiko hipoglikemia nokturnal lebih rendah dibanding regimen basal-bolus atau premix 4, 1
- Dosis insulin total yang lebih rendah atau sama dibanding regimen basal-bolus 1
Protokol Titrasi Setelah Konversi
Minggu 1-2: Monitoring Intensif
- Periksa gula darah puasa setiap pagi 3
- Periksa gula darah 2 jam setelah makan (terutama setelah makan dimana Ryzodeg diberikan) 2
- Target: gula darah puasa 80-130 mg/dL, postprandial <180 mg/dL 3, 5
Titrasi Dosis:
- Jika gula darah puasa 140-179 mg/dL: tingkatkan 2 unit setiap 3 hari 3
- Jika gula darah puasa ≥180 mg/dL: tingkatkan 4 unit setiap 3 hari 3
- Jika hipoglikemia tanpa penyebab jelas: kurangi dosis 10-20% segera 3
Pertimbangan Khusus untuk Ryzodeg
Waktu Pemberian yang Fleksibel:
- Ryzodeg dapat diberikan dengan fleksibilitas waktu yang lebih besar dibanding premix insulin tradisional 1
- Untuk dosis sekali sehari, berikan sebelum makan terbesar (biasanya makan malam) untuk kontrol postprandial optimal 2, 1
Kombinasi dengan Obat Oral:
- Lanjutkan metformin kecuali ada kontraindikasi 3, 6
- Pertimbangkan menghentikan sulfonilurea untuk mengurangi risiko hipoglikemia 3
Perangkap yang Harus Dihindari
Jangan melakukan hal berikut:
- Jangan menghentikan metformin saat memulai Ryzodeg kecuali ada kontraindikasi—kombinasi memberikan kontrol yang superior dengan kebutuhan insulin lebih rendah 3, 6
- Jangan terus meningkatkan dosis Ryzodeg tanpa batas—jika dosis mendekati 0.5-1.0 unit/kg/hari tanpa mencapai target HbA1c, pertimbangkan menambahkan insulin prandial terpisah untuk makan lain 3
- Jangan memberikan Ryzodeg sebelum tidur—berikan sebelum makan untuk memanfaatkan komponen prandial 2, 1
Monitoring Jangka Panjang
Evaluasi Berkala:
- Periksa HbA1c setiap 3 bulan 3
- Jika setelah 3-6 bulan gula darah puasa terkontrol tetapi HbA1c masih di atas target, pertimbangkan menambahkan dosis Ryzodeg kedua atau insulin prandial terpisah 3, 5
- Evaluasi tanda-tanda overbasalization pada setiap kunjungan 3
Edukasi Pasien yang Penting: