Tatalaksana Edema Ekstremitas Inferior Kiri karena Limfadenopati dan Limfedema
Rujuk pasien segera ke terapis limfedema bersertifikat (fisioterapis atau okupasi terapis dengan pelatihan limfedema) untuk complete decongestive therapy (CDT) sebagai terapi lini pertama. 1, 2, 3
Algoritma Tatalaksana Utama
Langkah 1: Rujukan Segera ke Spesialis
- Rujuk ke terapis limfedema bersertifikat (fisioterapis dengan sertifikasi limfedema, okupasi terapis dengan pelatihan limfedema, atau certified lymphedema specialist) untuk evaluasi dan terapi 1, 2, 3
- Deteksi dini dan intervensi segera sangat kritis karena limfedema dapat reversibel atau lebih efektif ditangani dengan fisioterapi dini 1
- Jangan tunda rujukan - penundaan dapat menyebabkan progresivitas penyakit dan peningkatan komplikasi 3
Langkah 2: Complete Decongestive Therapy (CDT) - Terapi Lini Pertama
CDT adalah pendekatan terapi utama yang harus diberikan oleh spesialis terlatih, terdiri dari: 1, 2, 3
- Manual lymphatic drainage (MLD): Teknik pijat khusus untuk merangsang aliran limfe 2, 4
- Terapi kompresi: Bandaging multilayer inelastik dengan tekanan minimal 20-30 mmHg, atau 30-40 mmHg untuk penyakit yang lebih berat 2, 5
- Latihan remedial: Program latihan yang terstruktur 5
- Perawatan kulit: Perawatan kulit metikulus untuk mencegah infeksi 5
- Edukasi self-management: Pelatihan untuk manajemen mandiri 1
Catatan penting: MLD dan compression bandaging adalah pilihan terapi yang setara, dengan MLD lebih disukai untuk pasien dengan sensitivitas terhadap bandaging 1, 2
Langkah 3: Program Latihan Terstruktur
- Supervised progressive resistance training aman dan bahkan dapat memperbaiki gejala limfedema - bertentangan dengan nasihat historis untuk menghindari aktivitas fisik sepenuhnya 6, 1, 3
- Target: 150 menit aktivitas intensitas sedang per minggu 2
- Gunakan compression garments selama latihan jika limfedema sudah ada 1
- Progresivitas harus lambat dan ditoleransi dengan baik 6
- Koordinasikan dengan spesialis limfedema 1
Langkah 4: Manajemen Faktor Risiko
Manajemen berat badan:
- Rujuk ke dietitian terdaftar untuk konseling manajemen berat badan, terutama untuk pasien overweight atau obesitas 1, 2
- Obesitas adalah faktor risiko signifikan untuk perkembangan dan progresi limfedema 2
Pencegahan dan penanganan infeksi:
- Pengobatan infeksi segera dengan antibiotik sangat penting untuk mencegah perburukan limfedema 1, 2
- Minimisasi risiko infeksi melalui perawatan kulit tipe diabetik 7
- Insiden infeksi menurun dari 1,10 menjadi 0,65 infeksi per pasien per tahun setelah CDT lengkap 5
Langkah 5: Terapi Pemeliharaan (Fase 2)
Setelah fase intensif CDT, pasien harus melanjutkan: 5
- Kompresi elastik sleeve atau stocking pada siang hari 5
- Wrapping nokturnal 5
- Latihan berkelanjutan 5
- Kepatuhan sangat penting: Pasien yang patuh mempertahankan 90% reduksi volume awal, sementara pasien yang tidak patuh kehilangan 33% dari reduksi awal 5
Langkah 6: Opsi Bedah untuk Kasus Refrakter
Pertimbangkan rujukan untuk prosedur mikrobedah jika terapi konservatif tidak cukup: 1, 3
- Lymphovenous anastomosis 8
- Vascularized lymph node transfer 8
- Circumferential suction-assisted lipectomy untuk kasus yang tidak responsif terhadap terapi konservatif 4
Indikasi bedah: Ketika CDT konservatif jelas gagal 3
Peringatan Penting - Pitfalls yang Harus Dihindari
- JANGAN gunakan diuretik - secara fisiologis tidak tepat dan umumnya tidak efektif untuk limfedema murni 2, 3, 7
- JANGAN menunda pengobatan - dapat menyebabkan progresi dan peningkatan komplikasi 2
- JANGAN gagal mengobati infeksi dengan segera - dapat memperburuk limfedema secara signifikan 2
- JANGAN melarang aktivitas fisik sepenuhnya - supervised progressive resistance training terbukti aman dan bermanfaat 1, 3
Efektivitas Terapi
CDT sangat efektif dengan: 5