What is the cause of a post-febrile rash in a pediatric patient without current fever or pruritus?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 5, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Ruam Merah Pasca-Demam pada Anak Tanpa Demam atau Gatal

Diagnosis yang paling mungkin adalah roseola infantum (exanthem subitum) yang disebabkan oleh human herpesvirus 6 (HHV-6), dimana ruam muncul setelah demam mereda dan anak tampak sehat tanpa gejala sistemik. 1

Karakteristik Klinis Roseola Infantum

  • Ruam muncul setelah demam tinggi (biasanya 3-5 hari) tiba-tiba turun, dengan pola khas "demam dulu, ruam kemudian" 1
  • Ruam berbentuk makular berwarna merah muda, dimulai dari batang tubuh dan menyebar ke ekstremitas, biasanya tidak gatal 1, 2
  • Anak tampak aktif dan sehat (well-appearing) saat ruam muncul, berbeda dengan kondisi saat demam 1
  • Ruam biasanya tidak melibatkan telapak tangan, telapak kaki, wajah, atau kulit kepala 3, 2

Diagnosis Banding yang Harus Dipertimbangkan

Infeksi Virus Lainnya (Paling Sering)

  • Enterovirus: Penyebab paling umum ruam makulopapular pada anak, dengan distribusi pada batang tubuh dan ekstremitas sambil menghindarkan telapak tangan, telapak kaki, wajah, dan kulit kepala 3, 2, 4
  • Parvovirus B19: Menunjukkan pola "pipi tamparan" pada wajah dengan kemungkinan keterlibatan batang tubuh, tetapi biasanya melibatkan wajah 2, 4
  • Epstein-Barr virus: Menyebabkan ruam makulopapular, terutama jika anak menerima ampisilin atau amoksisilin 2, 5

Kondisi Serius yang Harus Disingkirkan

Meskipun anak tampak sehat, beberapa kondisi berbahaya harus dipertimbangkan:

  • Rocky Mountain Spotted Fever (RMSF): Hingga 20% kasus tidak pernah mengalami demam atau demam muncul terlambat, dan hingga 40% pasien tidak melaporkan riwayat gigitan kutu 3, 2, 4

    • Ruam RMSF biasanya dimulai pada pergelangan tangan, pergelangan kaki, atau lengan bawah 2-4 hari setelah onset demam, kemudian menyebar ke batang tubuh 3, 2
    • Tingkat kematian 5-10% jika tidak diobati 3, 2
    • Tindakan kritis: Jika ada riwayat paparan kutu atau area endemik dalam 2 minggu terakhir, mulai doksisiklin 2 mg/kg setiap 12 jam (maksimum 100 mg per dosis) segera tanpa menunggu konfirmasi laboratorium 3, 4
  • Penyakit Kawasaki: Menyebabkan ruam polimorfik dengan keterlibatan batang tubuh dan aksentuasi di daerah perineal 1, 4

    • Kriteria diagnostik: demam ≥5 hari ditambah 4 dari 5 fitur (injeksi konjungtiva bilateral, perubahan mukosa oral, limfadenopati serviks ≥1,5 cm, perubahan ekstremitas, ruam polimorfik) 1, 4
    • Dapat menyebabkan aneurisma arteri koroner jika tidak diobati 1

Algoritma Evaluasi Diagnostik

Langkah 1: Anamnesis Terfokus

  • Pola demam: Berapa lama demam berlangsung? Apakah ruam muncul setelah demam turun? 1
  • Paparan kutu: Apakah ada aktivitas outdoor di area berumput atau berhutan dalam 2 minggu terakhir? 3, 2, 4
  • Distribusi ruam: Apakah melibatkan telapak tangan, telapak kaki, wajah, atau daerah perineal? 1, 3, 2
  • Gejala sistemik: Apakah ada konjungtivitis, perubahan bibir/mulut, limfadenopati, atau gejala gastrointestinal? 1
  • Riwayat obat: Apakah anak menerima antibiotik (terutama amoksisilin/ampisilin) atau NSAID dalam 2-8 minggu terakhir? 2, 5

Langkah 2: Pemeriksaan Fisik Terfokus

  • Karakteristik ruam: Makular vs makulopapular vs petekial; blanching vs non-blanching 3, 2
  • Distribusi: Sentripetal (RMSF) vs sentrifugal (virus); keterlibatan telapak tangan/kaki 3, 2
  • Tanda Kawasaki: Konjungtivitis bilateral non-eksudatif, bibir merah/pecah-pecah, lidah stroberi, limfadenopati serviks 1
  • Status klinis umum: Apakah anak tampak sakit (ill-appearing) atau sehat (well-appearing)? 1

Langkah 3: Pemeriksaan Laboratorium (Jika Diperlukan)

Indikasi untuk pemeriksaan laboratorium:

  • Anak tampak sakit atau toksik 1
  • Riwayat paparan kutu atau area endemik RMSF 3, 2
  • Demam berkepanjangan (≥5 hari) dengan gejala sistemik 1
  • Ruam petekial atau purpura 1, 3

Pemeriksaan yang direkomendasikan:

  • Hitung darah lengkap dengan diferensial (mencari leukopenia, trombositopenia) 1, 3, 2
  • Panel metabolik komprehensif (mencari hiponatremia, peningkatan transaminase hepatik) 1, 3, 2
  • CRP dan LED (jika dicurigai Kawasaki atau kondisi inflamasi) 1
  • Serologi akut untuk R. rickettsii, E. chaffeensis jika dicurigai RMSF 3, 2

Manajemen Berdasarkan Diagnosis

Jika Diagnosis Roseola Infantum (Skenario Paling Mungkin)

  • Tidak diperlukan pengobatan spesifik - kondisi self-limited 1
  • Edukasi orang tua bahwa ruam akan hilang dalam 1-3 hari 1
  • Observasi untuk komplikasi (jarang terjadi) 1

Jika Dicurigai RMSF (Meskipun Anak Tampak Sehat)

  • Mulai doksisiklin segera tanpa menunggu konfirmasi laboratorium jika ada riwayat paparan kutu atau area endemik 3, 2, 4
  • Dosis: 2 mg/kg setiap 12 jam (maksimum 100 mg per dosis) untuk anak 3, 4
  • Perbaikan klinis diharapkan dalam 24-48 jam setelah memulai doksisiklin 2, 4

Jika Dicurigai Kawasaki

  • Rujuk ke rumah sakit untuk ekokardiografi dan evaluasi lebih lanjut 1
  • Pengobatan dengan IVIG dan aspirin dosis tinggi jika kriteria terpenuhi 1

Peringatan Penting dan Jebakan Klinis

  • Jangan mengabaikan RMSF hanya karena tidak ada demam saat ini - hingga 20% kasus tidak pernah mengalami demam atau demam muncul terlambat 3, 2, 4
  • Jangan mengabaikan RMSF hanya karena tidak ada riwayat gigitan kutu - hingga 40% pasien tidak melaporkan paparan kutu 3, 2, 4
  • Penggunaan antipiretik dapat menutupi demam - tanyakan riwayat penggunaan obat sebelum presentasi 4
  • Kurang dari 50% pasien RMSF memiliki ruam dalam 3 hari pertama penyakit - jangan menunda pengobatan jika ada kecurigaan klinis 3, 2
  • Bayi <6 bulan dengan demam berkepanjangan dan ruam - pertimbangkan Kawasaki meskipun kriteria tidak lengkap, karena kelompok usia ini berisiko tinggi untuk aneurisma koroner 1

Kapan Harus Merujuk atau Rawat Inap

  • Anak tampak sakit atau toksik meskipun ruam muncul setelah demam 1
  • Dicurigai RMSF dengan trombositopenia atau hiponatremia 3, 2
  • Demam ≥5 hari dengan gejala sistemik yang mengarah ke Kawasaki 1
  • Ruam petekial atau purpura yang tidak blanching 1, 3
  • Tidak ada perbaikan klinis dalam 24-48 jam setelah memulai pengobatan 2, 4

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Differential Diagnosis for Rash

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Diagnosis and Management of Generalized Exanthem with Fever that Spares the Face in Children

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Differential Diagnosis for Non-Pruritic, Afebrile Rash on Trunk and Bilateral Arms in a Child

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Skin eruptions in children: Drug hypersensitivity vs viral exanthema.

Pediatric allergy and immunology : official publication of the European Society of Pediatric Allergy and Immunology, 2021

Related Questions

What is the best course of action for a 17-month-old patient with a spreading rash that started on the diaper area and trunk, now covering the rest of the body, accompanied by a low-grade fever (temperature of 99 degrees Fahrenheit)?
What are the treatment options for a 17-month-old child presenting with a non-pruritic (non-itchy) rash that develops before fever?
What is the diagnosis and treatment for a 14-month-old child with an erythematous rash and white spots at the back of the throat?
What are the appropriate steps to manage a rash in a 10-year-old child?
What is the treatment for a 2-year-old with a circular rash and fever, with the rash located around the face, trunk, and extremities?
What is the next step in managing a patient with normalized liver enzymes but an elevated GGT level of 151?
What are the differences between Endometrioid, clear cell, serous, and mucinous ovarian cancers in terms of histological characteristics, molecular profiles, clinical behaviors, and treatment options?
What is the best approach to manage hypercalcemia in a patient with a history of silicosis and suspected silico-tuberculosis?
What is the post-operative care for a patient after excision of a Baker's cyst?
What should be done for a patient with a history of traveling to high altitudes who presents with tachycardia, dyspnea, and disorientation?
What are the primary treatment recommendations for a patient with Cardio Renal Syndrome Type 1 to prevent further decline in renal function and improve cardiac output?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.