Ruam Merah Pasca-Demam pada Anak Tanpa Demam atau Gatal
Diagnosis yang paling mungkin adalah roseola infantum (exanthem subitum) yang disebabkan oleh human herpesvirus 6 (HHV-6), dimana ruam muncul setelah demam mereda dan anak tampak sehat tanpa gejala sistemik. 1
Karakteristik Klinis Roseola Infantum
- Ruam muncul setelah demam tinggi (biasanya 3-5 hari) tiba-tiba turun, dengan pola khas "demam dulu, ruam kemudian" 1
- Ruam berbentuk makular berwarna merah muda, dimulai dari batang tubuh dan menyebar ke ekstremitas, biasanya tidak gatal 1, 2
- Anak tampak aktif dan sehat (well-appearing) saat ruam muncul, berbeda dengan kondisi saat demam 1
- Ruam biasanya tidak melibatkan telapak tangan, telapak kaki, wajah, atau kulit kepala 3, 2
Diagnosis Banding yang Harus Dipertimbangkan
Infeksi Virus Lainnya (Paling Sering)
- Enterovirus: Penyebab paling umum ruam makulopapular pada anak, dengan distribusi pada batang tubuh dan ekstremitas sambil menghindarkan telapak tangan, telapak kaki, wajah, dan kulit kepala 3, 2, 4
- Parvovirus B19: Menunjukkan pola "pipi tamparan" pada wajah dengan kemungkinan keterlibatan batang tubuh, tetapi biasanya melibatkan wajah 2, 4
- Epstein-Barr virus: Menyebabkan ruam makulopapular, terutama jika anak menerima ampisilin atau amoksisilin 2, 5
Kondisi Serius yang Harus Disingkirkan
Meskipun anak tampak sehat, beberapa kondisi berbahaya harus dipertimbangkan:
Rocky Mountain Spotted Fever (RMSF): Hingga 20% kasus tidak pernah mengalami demam atau demam muncul terlambat, dan hingga 40% pasien tidak melaporkan riwayat gigitan kutu 3, 2, 4
- Ruam RMSF biasanya dimulai pada pergelangan tangan, pergelangan kaki, atau lengan bawah 2-4 hari setelah onset demam, kemudian menyebar ke batang tubuh 3, 2
- Tingkat kematian 5-10% jika tidak diobati 3, 2
- Tindakan kritis: Jika ada riwayat paparan kutu atau area endemik dalam 2 minggu terakhir, mulai doksisiklin 2 mg/kg setiap 12 jam (maksimum 100 mg per dosis) segera tanpa menunggu konfirmasi laboratorium 3, 4
Penyakit Kawasaki: Menyebabkan ruam polimorfik dengan keterlibatan batang tubuh dan aksentuasi di daerah perineal 1, 4
Algoritma Evaluasi Diagnostik
Langkah 1: Anamnesis Terfokus
- Pola demam: Berapa lama demam berlangsung? Apakah ruam muncul setelah demam turun? 1
- Paparan kutu: Apakah ada aktivitas outdoor di area berumput atau berhutan dalam 2 minggu terakhir? 3, 2, 4
- Distribusi ruam: Apakah melibatkan telapak tangan, telapak kaki, wajah, atau daerah perineal? 1, 3, 2
- Gejala sistemik: Apakah ada konjungtivitis, perubahan bibir/mulut, limfadenopati, atau gejala gastrointestinal? 1
- Riwayat obat: Apakah anak menerima antibiotik (terutama amoksisilin/ampisilin) atau NSAID dalam 2-8 minggu terakhir? 2, 5
Langkah 2: Pemeriksaan Fisik Terfokus
- Karakteristik ruam: Makular vs makulopapular vs petekial; blanching vs non-blanching 3, 2
- Distribusi: Sentripetal (RMSF) vs sentrifugal (virus); keterlibatan telapak tangan/kaki 3, 2
- Tanda Kawasaki: Konjungtivitis bilateral non-eksudatif, bibir merah/pecah-pecah, lidah stroberi, limfadenopati serviks 1
- Status klinis umum: Apakah anak tampak sakit (ill-appearing) atau sehat (well-appearing)? 1
Langkah 3: Pemeriksaan Laboratorium (Jika Diperlukan)
Indikasi untuk pemeriksaan laboratorium:
- Anak tampak sakit atau toksik 1
- Riwayat paparan kutu atau area endemik RMSF 3, 2
- Demam berkepanjangan (≥5 hari) dengan gejala sistemik 1
- Ruam petekial atau purpura 1, 3
Pemeriksaan yang direkomendasikan:
- Hitung darah lengkap dengan diferensial (mencari leukopenia, trombositopenia) 1, 3, 2
- Panel metabolik komprehensif (mencari hiponatremia, peningkatan transaminase hepatik) 1, 3, 2
- CRP dan LED (jika dicurigai Kawasaki atau kondisi inflamasi) 1
- Serologi akut untuk R. rickettsii, E. chaffeensis jika dicurigai RMSF 3, 2
Manajemen Berdasarkan Diagnosis
Jika Diagnosis Roseola Infantum (Skenario Paling Mungkin)
- Tidak diperlukan pengobatan spesifik - kondisi self-limited 1
- Edukasi orang tua bahwa ruam akan hilang dalam 1-3 hari 1
- Observasi untuk komplikasi (jarang terjadi) 1
Jika Dicurigai RMSF (Meskipun Anak Tampak Sehat)
- Mulai doksisiklin segera tanpa menunggu konfirmasi laboratorium jika ada riwayat paparan kutu atau area endemik 3, 2, 4
- Dosis: 2 mg/kg setiap 12 jam (maksimum 100 mg per dosis) untuk anak 3, 4
- Perbaikan klinis diharapkan dalam 24-48 jam setelah memulai doksisiklin 2, 4
Jika Dicurigai Kawasaki
- Rujuk ke rumah sakit untuk ekokardiografi dan evaluasi lebih lanjut 1
- Pengobatan dengan IVIG dan aspirin dosis tinggi jika kriteria terpenuhi 1
Peringatan Penting dan Jebakan Klinis
- Jangan mengabaikan RMSF hanya karena tidak ada demam saat ini - hingga 20% kasus tidak pernah mengalami demam atau demam muncul terlambat 3, 2, 4
- Jangan mengabaikan RMSF hanya karena tidak ada riwayat gigitan kutu - hingga 40% pasien tidak melaporkan paparan kutu 3, 2, 4
- Penggunaan antipiretik dapat menutupi demam - tanyakan riwayat penggunaan obat sebelum presentasi 4
- Kurang dari 50% pasien RMSF memiliki ruam dalam 3 hari pertama penyakit - jangan menunda pengobatan jika ada kecurigaan klinis 3, 2
- Bayi <6 bulan dengan demam berkepanjangan dan ruam - pertimbangkan Kawasaki meskipun kriteria tidak lengkap, karena kelompok usia ini berisiko tinggi untuk aneurisma koroner 1
Kapan Harus Merujuk atau Rawat Inap
- Anak tampak sakit atau toksik meskipun ruam muncul setelah demam 1
- Dicurigai RMSF dengan trombositopenia atau hiponatremia 3, 2
- Demam ≥5 hari dengan gejala sistemik yang mengarah ke Kawasaki 1
- Ruam petekial atau purpura yang tidak blanching 1, 3
- Tidak ada perbaikan klinis dalam 24-48 jam setelah memulai pengobatan 2, 4