Is Salofalk (mesalamine) safe to use in a patient with chronic kidney disease stage 3?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 6, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Keamanan Salofalk (Mesalamine) pada CKD Stage 3

Salofalk (mesalamine) dapat digunakan pada CKD stage 3 dengan pemantauan ketat fungsi ginjal, tetapi memerlukan kewaspadaan tinggi karena risiko nefrotoksisitas yang dapat menyebabkan gagal ginjal ireversibel jika tidak terdeteksi dini. 1, 2

Risiko Utama pada CKD

Mesalamine diketahui diekskresikan secara substansial melalui ginjal, dan risiko reaksi toksik lebih besar pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal 1. Komplikasi ginjal yang dapat terjadi meliputi:

  • Nefritis interstisial kronis - komplikasi yang jarang tetapi serius, sering muncul tanpa gejala dengan penurunan GFR tanpa disertai piuria, lesi kulit, atau eosinofilia 2
  • Nefritis interstisial akut - dapat berkembang menjadi gagal ginjal tahap akhir jika tidak terdeteksi 2, 3
  • Minimal change nephropathy dan gagal ginjal 1

Protokol Pemantauan yang Wajib Dilakukan

Evaluasi fungsi ginjal harus dilakukan pada semua pasien sebelum memulai terapi dan secara periodik selama penggunaan mesalamine 1. Pemantauan yang direkomendasikan:

  • Kreatinin serum harus dipantau secara ketat, terutama dalam tahun-tahun pertama setelah inisiasi terapi 2, 4
  • Periksa fungsi ginjal (kreatinin serum dan eGFR) dalam 2-4 minggu setelah inisiasi atau perubahan dosis untuk mendeteksi deteriorasi lebih lanjut 5
  • Pada CKD stage 3, evaluasi laboratorium umumnya diindikasikan setiap 6-12 bulan 6

Kapan Harus Menghentikan Mesalamine

Hentikan mesalamine jika fungsi ginjal memburuk selama terapi 1. Kriteria penghentian spesifik:

  • Jika kreatinin serum meningkat lebih dari 30% dari baseline 5
  • Jika terjadi penurunan fungsi ginjal yang progresif 1
  • Penghentian obat biasanya dikaitkan dengan perbaikan fungsi ginjal, tetapi paparan yang lebih lama dapat menyebabkan gagal ginjal ireversibel dan penyakit ginjal tahap akhir 2

Pertimbangan Khusus pada CKD Stage 3

Pada CKD stage 3 (eGFR 30-59 mL/min/1.73 m²):

  • Pantau pasien dengan gangguan fungsi ginjal yang diketahui atau riwayat penyakit ginjal untuk penurunan fungsi ginjal dan reaksi merugikan terkait mesalamine 1
  • Hindari kombinasi dengan obat nefrotoksik lain seperti NSAID, ACE inhibitor, atau ARB tanpa pemantauan ketat 5
  • Jika kombinasi dengan ACE inhibitor atau ARB diperlukan, diperlukan pemantauan fungsi ginjal yang ditingkatkan 5

Peringatan Penting

Nefrotoksisitas terkait mesalamine paling sering dilaporkan dalam 12 bulan pertama, tetapi presentasi yang tertunda setelah beberapa tahun juga telah ditunjukkan 4. Karakteristik penting:

  • Tidak ada hubungan yang jelas antara dosis mesalamine dan risiko nefrotoksisitas, menunjukkan komplikasi ini bersifat idiosinkratik daripada terkait dosis 4
  • Gejala dan tanda sering tidak spesifik, yang dapat menunda deteksi selama berberapa bulan 4
  • Jika penghentian obat tidak menghasilkan penurunan kreatinin serum, maka biopsi ginjal harus dipertimbangkan 4

Alternatif Terapi

Pada pasien dengan IBD dan CKD stage 3 yang memerlukan terapi:

  • Terapi biologis (anti-TNF, anti-integrin, anti-IL-12/23) tampak aman dan efektif pada CKD, termasuk pada terapi penggantian ginjal 7
  • Pertimbangkan terapi alternatif jika fungsi ginjal terus memburuk meskipun pemantauan ketat 7

References

Research

The Association of Mesalamine With Kidney Disease.

Advances in chronic kidney disease, 2020

Guideline

Safety of Clidinium/Chlordiazepoxide and Dicyclomine in CKD Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Related Questions

What are the guidelines for using mesalazine (5-aminosalicylic acid) in patients with impaired renal (kidney) function?
Is Citrafleet (sodium picosulfate) safe to use in patients with Chronic Kidney Disease (CKD)?
What are the considerations for using dosulepin (tricyclic antidepressant) in patients with chronic kidney disease (CKD)?
What is the best management approach for a patient with Grade 2 Chronic Kidney Disease (CKD) presenting with a cough, Lower Respiratory Tract Infection (LRTI), and wheezing?
Can Cremaffin (bisacodyl) be given to patients with Chronic Kidney Disease (CKD)?
How should shingles (herpes zoster) be managed in adults, including antiviral therapy, pain control, and vaccination recommendations?
What are the most effective non‑pharmacologic strategies to prevent an older adult with dementia from moving or hiding items, and when is low‑dose antipsychotic medication (e.g., risperidone) appropriate?
Is there any clinical evidence supporting the efficacy of Oberon, the so‑called love potion?
What is the recommended step‑by‑step pharmacologic management for asthma, including rescue short‑acting beta‑2‑agonist use, controller inhaled corticosteroid therapy, addition of long‑acting beta‑2‑agonist or other agents, and treatment of acute exacerbations?
What can cause elevated urinary calcium and sodium with low serum sodium and normal serum calcium on a comprehensive metabolic panel?
Is quantum medicine a scientifically valid approach for diagnosing or treating disease?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.