From the Research
Tidak ada ambang batas hitung platelet minimal yang secara universal diterima untuk membedakan antara pemberian antiplatelet tunggal dan ganda. Secara umum, untuk terapi antiplatelet tunggal (seperti aspirin atau clopidogrel saja), dokter sering mempertimbangkan hitung platelet minimal 50.000/μL sebagai nilai yang dapat diterima, meskipun ini bervariasi tergantung pada konteks klinis. Untuk terapi antiplatelet ganda (biasanya aspirin plus inhibitor P2Y12 seperti clopidogrel, ticagrelor, atau prasugrel), ambang batas yang lebih tinggi sering dipilih, dengan banyak dokter lebih nyaman dengan hitung platelet di atas 75.000-100.000/μL karena risiko perdarahan yang meningkat.
Nilai-nilai ini tidak absolut dan harus disesuaikan berdasarkan risiko perdarahan pasien, indikasi untuk terapi antiplatelet (seperti pemasangan stent baru atau sindrom koroner akut), dan kondisi klinis secara keseluruhan. Penilaian risiko-manfaat sangat penting - misalnya, pasien dengan stent koroner baru mungkin melanjutkan terapi antiplatelet ganda meskipun memiliki trombositopenia moderat karena risiko tinggi trombosis stent. Pemantauan teratur hitung platelet dan penilaian klinis untuk tanda-tanda perdarahan sangat penting ketika memberikan terapi antiplatelet pada pasien dengan trombositopenia 1.
Beberapa studi menunjukkan bahwa terapi antiplatelet tunggal dengan clopidogrel dapat lebih efektif daripada aspirin dalam mencegah kejadian ischemik pada pasien dengan risiko tinggi 1. Namun, keputusan tentang pemberian antiplatelet tunggal atau ganda harus dibuat berdasarkan penilaian risiko-manfaat individual untuk setiap pasien.
Dalam konteks klinis, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti riwayat perdarahan, kondisi ginjal, dan interaksi obat-obatan lain ketika memutuskan ambang batas hitung platelet untuk pemberian antiplatelet. Oleh karena itu, penilaian yang cermat dan individualisasi terhadap setiap pasien sangat diperlukan untuk menentukan strategi terapi antiplatelet yang optimal dan aman 1.