Diagnosis Anak 6 Tahun dengan Kejang Fokal Nokturnal Berulang
Diagnosis yang paling mungkin adalah Benign Epilepsy with Centrotemporal Spikes (BECTS), juga dikenal sebagai Rolandic Epilepsy, yang merupakan epilepsi fokal paling umum pada anak-anak dan memiliki prognosis sangat baik. 1, 2
Dasar Diagnosis
Karakteristik klinis yang mendukung diagnosis BECTS meliputi:
- Usia onset antara 3-13 tahun (pasien ini 6 tahun) 2, 3
- Kejang fokal nokturnal (terjadi pada malam hari) yang merupakan presentasi khas 2, 3
- Anak neurologis normal tanpa defisit kognitif 2, 4
- Kejang biasanya jarang dan singkat 3, 5
Manifestasi kejang khas yang perlu dikonfirmasi meliputi:
- Parestesia dan aktivitas tonik/klonik pada wajah bagian bawah 2, 6
- Drooling (air liur berlebihan) 2, 3
- Disartria atau speech arrest 2, 6
- Deviasi mata dan perioral 6
- Dapat menjadi kejang umum sekunder 2, 3
Pemeriksaan yang Direkomendasikan
1. Pemeriksaan Wajib: EEG
EEG adalah pemeriksaan esensial dan diagnostik untuk BECTS. 1, 2
- EEG akan menunjukkan gelombang tajam (sharp waves) amplitudo tinggi di regio sentrotemporal yang patognomonik untuk BECTS 1, 2
- Abnormalitas EEG teraktivasi dengan drowsiness dan tidur 1, 2
- Kombinasi gambaran klinis khas dengan temuan EEG patognomonik ini sudah cukup untuk menegakkan diagnosis 1
2. Neuroimaging: Tidak Rutin Diperlukan
Imaging tidak diindikasikan secara rutin ketika gambaran klinis dan EEG khas untuk BECTS. 1, 2
Namun, MRI kepala dengan protokol epilepsi direkomendasikan jika: 7
- Terdapat temuan neurologis fokal yang persisten 8
- Gambaran klinis atau EEG atipikal 2
- Anak tidak kembali ke baseline dalam beberapa jam setelah kejang 9
- Terdapat defisit kognitif atau motorik yang signifikan 9
Jika imaging diperlukan, MRI adalah modalitas pilihan (bukan CT), karena MRI mendeteksi abnormalitas pada 47% kasus yang tidak teridentifikasi CT pada kejang fokal 8, 7
3. Pemeriksaan Laboratorium
Periksa glukosa dan natrium serum karena ini adalah abnormalitas metabolik paling sering yang dapat menyebabkan kejang fokal, meskipun biasanya dapat diprediksi dari anamnesis dan pemeriksaan fisik 8, 7
Terapi Medikamentosa
Pertimbangan Memulai Terapi
Tidak semua kasus BECTS memerlukan terapi antiepileptik, terutama jika kejang jarang dan tidak mengganggu kualitas hidup 2, 3
Indikasi memulai terapi:
- Kejang yang frequent atau mengganggu 3
- Kejang diurnal yang mengganggu aktivitas 5
- Permintaan keluarga untuk kontrol kejang 4
Pilihan Obat Lini Pertama
Jika memutuskan untuk terapi, pilihan obat lini pertama adalah:
- Carbamazepine - terbukti efektif dengan kontrol kejang yang baik pada BECTS 6
- Oxcarbazepine - alternatif dengan profil efek samping lebih baik 6
Kedua obat ini mudah mengontrol kejang pada BECTS dan merupakan pilihan yang telah terdokumentasi dalam kasus-kasus tipikal 6, 3
Prognosis dan Follow-up
Prognosis BECTS sangat baik: 2, 3
- Hampir semua anak mencapai remisi jangka panjang pada pertengahan masa remaja 2
- Kejang biasanya berhenti spontan sebelum usia 16 tahun 3
- Prognosis medis dan psikososial jangka panjang sangat baik 2
Peringatan Penting
Waspadai presentasi atipikal yang memerlukan evaluasi lebih lanjut: 5
- Defisit neuropsikologis (linguistik, kognitif, behavioral) 5
- Kejang yang sangat frequent atau status epilepticus 5
- Perkembangan menjadi sindrom yang lebih berat seperti Landau-Kleffner Syndrome atau Continuous Spike-and-Wave during Sleep 4, 5
Pada kasus atipikal, neuroimaging dengan MRI diperlukan untuk menyingkirkan patologi struktural lain. 2