Gangguan Spektrum Autisme (Autism Spectrum Disorder)
Diagnosis yang Paling Mungkin
Anak ini sangat mungkin mengalami Gangguan Spektrum Autisme (ASD), berdasarkan tiga gejala inti yang muncul: keterlambatan bicara, kontak mata yang buruk, dan perilaku repetitif dengan ekolalia. 1
Pada usia 2 tahun, tanda-tanda klasik ASD yang harus dicari meliputi:
- Tidak ada respons saat nama dipanggil 1
- Tidak menggunakan atau sangat terbatas dalam penggunaan gestur komunikasi (seperti menunjuk untuk berbagi minat) 1
- Tidak ada permainan imajinatif 1
- Kontak mata yang terganggu secara kualitatif 2
- Defisit dalam perhatian bersama (joint attention) 2, 3
Langkah-langkah untuk Memastikan Diagnosis
1. Evaluasi Diagnostik Komprehensif yang Terstruktur
Diagnosis ASD harus dilakukan melalui evaluasi multidisiplin yang mencakup wawancara terstruktur dengan pengasuh dan observasi langsung terhadap perilaku anak menggunakan instrumen standar. 1, 2
Instrumen Diagnostik Standar (Gold Standard):
Autism Diagnostic Observation Schedule-Second Edition (ADOS-2): Sensitivitas 94% dan spesifisitas 80% 4, 5
Autism Diagnostic Interview-Revised (ADI-R): Sensitivitas 52% dan spesifisitas 84% 4, 5
- Wawancara terstruktur dengan pengasuh yang berfokus pada perkembangan dan perilaku 1
Childhood Autism Rating Scale (CARS): Sensitivitas 80% dan spesifisitas 88% 5
Catatan penting: ADOS memiliki sensitivitas tertinggi di antara semua alat, menjadikannya yang paling dapat diandalkan untuk mendeteksi ASD 5. Menggabungkan ADOS dengan ADI-R tidak meningkatkan akurasi diagnostik dibandingkan ADOS saja 5.
2. Riwayat Perkembangan yang Mendetail
Dokumentasikan keberadaan perilaku tidak biasa sejak masa kanak-kanak awal untuk membedakan ASD dari kondisi lain. 2
Tanyakan secara spesifik:
- Apakah ada periode perkembangan normal sebelum kemunduran keterampilan? 1
- Pada usia 12 bulan: apakah anak merespons saat namanya dipanggil? (Kegagalan merespons sangat sugestif untuk ASD) 1
- Pada usia 20-24 bulan: apakah anak menunjuk untuk berbagi minat dan menggunakan gestur konvensional? 1
- Apakah bayi tampak "terlalu baik dan tidak menuntut"? 1
3. Pemeriksaan Medis dan Skrining Genetik
Semua anak dengan ASD harus menjalani pemeriksaan medis yang mencakup: 1
- Pemeriksaan fisik lengkap untuk mencari dismorfisme atau anomali kongenital 1
- Skrining pendengaran (untuk menyingkirkan gangguan sensorik) 1
- Pemeriksaan Wood's lamp untuk tanda-tanda tuberous sclerosis 1
- Chromosomal microarray: Yield diagnostik 24%, direkomendasikan sebagai standar perawatan untuk evaluasi awal 1
- Tes fragile X: Yield 0.57% 1
- Karyotype G-banded: Yield 2.5% 1
Peringatan: IQ yang lebih rendah bukan prediktor kuat untuk temuan kromosomal positif 1. Hasil abnormal atau tidak pasti memerlukan rujukan untuk evaluasi dan konseling genetik lebih lanjut 1.
4. Diagnosis Banding yang Harus Disingkirkan
ASD harus dibedakan dari: 1
- Gangguan bahasa spesifik: Dua perilaku yang secara konsisten membedakan adalah menunjuk untuk berbagi minat dan penggunaan gestur konvensional 1
- Keterlambatan perkembangan ringan hingga sedang: Pada usia 24 bulan, perhatikan penggunaan tubuh orang lain, perhatian terhadap suara, menunjuk, dan manirisma jari 1
- Gangguan pendengaran: Memerlukan skrining pendengaran formal 1
- Reactive attachment disorder: Biasanya membaik secara substansial dengan perawatan yang memadai 1
- Gangguan kecemasan: Anak dengan kecemasan memiliki wawasan sosial yang berkembang, tidak terlihat pada ASD 1
Perbedaan kunci: Pada ASD, defisit sosial bersifat pervasif dan konstan di semua konteks, hadir sejak masa kanak-kanak awal, dengan kesulitan fundamental dalam memahami aturan sosial yang "tidak terlihat" 2.
5. Skrining Komorbiditas
Sekitar 90% individu dengan autisme memiliki setidaknya satu kondisi medis atau kesehatan mental komorbid. 1, 6
Skrining untuk:
- ADHD: Mempengaruhi lebih dari setengah anak dengan ASD 1, 3
- Gangguan kecemasan dan fobia 1
- Gangguan tidur: Mempengaruhi lebih dari setengah 1
- Gangguan gastrointestinal: Mempengaruhi sekitar setengah 1
- Epilepsi: Mempengaruhi seperlima hingga sepertiga, terutama dengan disabilitas intelektual komorbid 1, 4
Hindari "diagnostic overshadowing": Jangan mengaitkan semua gejala dengan ASD dan melewatkan kondisi lain yang dapat diobati 1, 2, 6.
Peringatan Klinis Penting
- Jangan menunda evaluasi dengan pendekatan "tunggu dan lihat", karena identifikasi dini memungkinkan intervensi tepat waktu dengan hasil perkembangan yang jauh lebih baik 6
- Sekitar 30% individu dengan ASD memiliki disabilitas intelektual komorbid, yang lebih lanjut memperumit presentasi 1, 6
- Regresi perkembangan (kehilangan keterampilan) dapat terjadi pada ASD tetapi juga harus mendorong evaluasi untuk kondisi lain seperti sindrom Rett atau gangguan degeneratif SSP 1
- Pada populasi dengan prevalensi lebih rendah, risiko mengidentifikasi secara keliru anak-anak yang tidak memiliki ASD akan lebih tinggi 5