In a 43-year-old man (168 cm, 104 kg, BMI ≈ 37) taking candesartan 8 mg and atorvastatin who wants to start metformin, and his 42-year-old female relative (158 cm, 76 kg, BMI ≈ 30), what pre‑treatment evaluation, dosing regimen, and lifestyle recommendations are appropriate?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 7, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Evaluasi Pra-Terapi dan Regimen Dosis Metformin

Pasien Pria (43 tahun, BMI ≈ 37 kg/m²)

Mulai metformin dengan dosis awal 500 mg sekali sehari bersama makanan malam, kemudian titrasi bertahap 500 mg setiap 1-2 minggu hingga mencapai dosis target 2000 mg per hari (1000 mg dua kali sehari). 1

Evaluasi Pra-Terapi yang Diperlukan

  • Fungsi ginjal (eGFR): Wajib diperiksa sebelum memulai metformin. Jangan mulai metformin jika eGFR <45 mL/min/1.73 m², dan metformin dikontraindikasikan jika eGFR <30 mL/min/1.73 m². 1
  • Fungsi hati: Periksa untuk menyingkirkan gangguan fungsi hati yang dapat meningkatkan risiko asidosis laktat. 2
  • Kadar vitamin B12: Pertimbangkan pemeriksaan baseline, karena penggunaan metformin jangka panjang dapat menyebabkan defisiensi vitamin B12. 3
  • HbA1c dan glukosa puasa: Untuk menentukan status diabetes atau prediabetes dan memandu target terapi. 1

Regimen Dosis yang Direkomendasikan

  • Minggu 1-2: Metformin 500 mg sekali sehari dengan makanan malam 1
  • Minggu 3-4: Metformin 500 mg dua kali sehari (pagi dan malam dengan makanan) 2
  • Minggu 5-6: Metformin 1000 mg pagi dan 500 mg malam 2
  • Minggu 7 dan seterusnya: Metformin 1000 mg dua kali sehari (dosis target) 1

Gunakan formulasi extended-release (ER) jika tersedia untuk meminimalkan efek samping gastrointestinal. 1, 2

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Ini

  • BMI 37 kg/m²: Pasien ini termasuk dalam kategori obesitas kelas II. Berdasarkan Diabetes Prevention Program, metformin sangat efektif pada individu dengan BMI ≥35 kg/m², menunjukkan pengurangan risiko diabetes sebesar 31% dibandingkan plasebo. 3
  • Interaksi dengan candesartan dan atorvastatin: Tidak ada interaksi obat yang signifikan. Namun, perlu diketahui bahwa penggunaan statin meningkatkan risiko diabetes (HR 1.36), tetapi manfaat kardiovaskular statin tetap melebihi risiko ini. 3
  • Monitoring eGFR: Periksa setidaknya setiap tahun jika fungsi ginjal normal, atau setiap 3-6 bulan jika eGFR <60 mL/min/1.73 m². 1

Monitoring Jangka Panjang

  • Vitamin B12: Periksa secara berkala, terutama setelah 4 tahun penggunaan metformin atau jika ada anemia atau neuropati perifer. 3, 1
  • Fungsi ginjal: Monitor eGFR secara teratur karena metformin dieliminasi melalui ginjal. 1
  • Efek samping gastrointestinal: Jika terjadi, turunkan ke dosis sebelumnya dan coba tingkatkan lagi kemudian. 1

Pasien Wanita (42 tahun, BMI ≈ 30 kg/m²)

Untuk pasien wanita dengan BMI 30 kg/m², metformin dapat dipertimbangkan jika ada faktor risiko tinggi untuk diabetes tipe 2, seperti riwayat diabetes gestasional, glukosa puasa 110-125 mg/dL, atau HbA1c 6.0-6.4%. 3

Indikasi untuk Memulai Metformin

Metformin untuk pencegahan diabetes paling direkomendasikan pada: 3

  • Usia 25-59 tahun (pasien ini berusia 42 tahun - sesuai kriteria)
  • BMI ≥35 kg/m² (pasien ini BMI 30 - tidak memenuhi kriteria utama)
  • Riwayat diabetes gestasional (perlu dikonfirmasi)
  • Glukosa puasa ≥110 mg/dL atau HbA1c 6.0-6.4% (perlu diperiksa)

Evaluasi yang Diperlukan

  • Riwayat obstetri: Tanyakan riwayat diabetes gestasional, karena metformin mengurangi risiko diabetes sebesar 50% pada wanita dengan riwayat ini. 3
  • Pemeriksaan laboratorium: Glukosa puasa, HbA1c, fungsi ginjal (eGFR), dan vitamin B12 baseline. 1
  • Faktor risiko kardiovaskular: Tekanan darah, profil lipid, karena prediabetes dikaitkan dengan peningkatan risiko kardiovaskular. 3

Regimen Dosis (Jika Diindikasikan)

Jika pasien memenuhi kriteria untuk terapi metformin:

  • Dosis awal: 500 mg sekali sehari dengan makanan 1
  • Titrasi: Tingkatkan 500 mg setiap 1-2 minggu 1
  • Dosis target: 850 mg dua kali sehari atau 1000 mg dua kali sehari (maksimal 2000 mg/hari) 3, 1

Rekomendasi Modifikasi Gaya Hidup untuk Kedua Pasien

Intervensi gaya hidup harus menjadi fondasi terapi, bahkan ketika metformin digunakan. 3

Target Penurunan Berat Badan

  • Pria (104 kg): Target penurunan berat badan awal 5-10% (5-10 kg) dalam 6 bulan pertama. 3
  • Wanita (76 kg): Target penurunan berat badan awal 5-10% (4-8 kg) dalam 6 bulan pertama. 3

Aktivitas Fisik

  • Intensitas sedang: 150 menit per minggu (misalnya jalan cepat 30 menit, 5 hari per minggu). 3
  • Latihan resistensi: Minimal 2 hari per minggu sebagai pelengkap. 3
  • Aktivitas harian: Tingkatkan aktivitas sehari-hari seperti naik tangga, berkebun, pekerjaan rumah tangga. 3

Target Lingkar Pinggang

  • Pria: <102 cm (40 inci) 3
  • Wanita: <89 cm (35 inci) 3

Modifikasi Diet

  • Pembatasan kalori: Defisit 500-750 kalori per hari untuk mencapai penurunan berat badan 0.5-1 kg per minggu. 3
  • Monitoring karbohidrat: Baik melalui penghitungan karbohidrat atau estimasi berbasis pengalaman untuk kontrol glikemik. 3
  • Lemak jenuh dan kolesterol: Batasi asupan, terutama karena kedua pasien memiliki atau berisiko hiperlipidemia. 3

Peringatan Penting dan Jebakan Umum

Kontraindikasi Metformin

  • eGFR <30 mL/min/1.73 m²: Kontraindikasi absolut 1
  • Penyakit hati lanjut: Meningkatkan risiko asidosis laktat 2
  • Gagal jantung berat (LVEF <30%): Kontraindikasi relatif 2
  • Penyakit akut, dehidrasi, hipoksemia: Hentikan sementara metformin 1

Situasi yang Memerlukan Penghentian Sementara

  • Prosedur dengan kontras beriodium: Hentikan metformin sebelum prosedur dan restart setelah fungsi ginjal dikonfirmasi stabil. 1
  • Hospitalisasi atau penyakit akut: Hentikan sementara jika ada risiko gangguan fungsi ginjal atau hati. 1

Efek Samping yang Perlu Diantisipasi

  • Gastrointestinal: Kembung, flatulensi, diare, mual (paling umum). Titrasi bertahap dan penggunaan formulasi ER dapat mengurangi efek ini. 2
  • Defisiensi vitamin B12: Risiko meningkat dengan durasi penggunaan, terutama setelah 4 tahun. Monitor pada pasien dengan anemia atau neuropati perifer. 3, 1
  • Asidosis laktat: Sangat jarang tetapi serius. Risiko meningkat pada gangguan fungsi ginjal atau hati. 1

Kapan Menambahkan Agen Kedua

Jika setelah 3 bulan dengan dosis maksimal metformin yang dapat ditoleransi, target glikemik tidak tercapai, pertimbangkan menambahkan agen kedua daripada menunda intensifikasi terapi. 1 Untuk pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik yang sudah ada, tambahkan SGLT2 inhibitor atau GLP-1 receptor agonist dengan manfaat kardiovaskular yang terbukti. 1

References

Guideline

Metformin ER Dosing Considerations

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Metformin Dose Optimization for Suboptimal Glycemic Control

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Related Questions

What is the starting dosage of metformin (biguanide oral hypoglycemic agent) for patients with pre-diabetes?
Should I start metformin (metformin hydrochloride) with a hemoglobin A1c level of 5.7, indicating prediabetes?
What adjustments should be made to a 72-year-old male's diabetes regimen, currently on metformin (Metformin) 1500 mg, prednisone (Prednisone) 30 mg daily, and NPH (Neutral Protamine Hagedorn) insulin 17 units, requiring an additional 12 units, who refuses to engage in correction or carb counting?
What adjustments should be made to the treatment plan for a patient with uncontrolled diabetes, hypertension, and a quinapril-induced dry cough, who is currently taking metformin, amlodipine, quinapril, simvastatin, nortriptyline, and iron tablets?
Can metformin (biguanide oral hypoglycemic agent) be given to a newly diagnosed diabetic patient with impaired glucose control before dinner on the day before a scheduled arthroscopy procedure?
In patients with Guillain‑Barré syndrome, is the vasovagal (baroreflex) response decreased?
In a patient with severe vitamin B12 deficiency (serum vitamin B12 ~96 pg/mL) and possible myelodysplastic syndrome, which parenteral cobalamin preparation can be used when cyanocobalamin is unavailable?
What oral cephalosporin and dosing regimen is recommended for an adult with end‑stage renal disease (on hemodialysis) who has an uncomplicated urinary tract infection?
How is the tuberculin skin test interpreted—what induration size is considered positive for different risk groups and what follow‑up steps are recommended?
How does levetiracetam affect sleep architecture?
What is the appropriate cephalexin (Keflex) dosing for an adult with end‑stage renal disease on intermittent hemodialysis who has an uncomplicated lower urinary tract infection?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.