Evaluasi dan Manajemen Remaja dengan Ansietas atau Depresi Akibat Bullying
Ketika bullying adalah penyebab ansietas atau depresi pada remaja, Anda harus melakukan skrining komprehensif untuk gangguan trauma (PTSD), depresi mayor, dan gangguan panik, karena bullying secara kuat terkait dengan ketiga kondisi ini dan memerlukan intervensi segera untuk mencegah ideasi bunuh diri. 1
Penilaian Awal dan Skrining
Lakukan wawancara langsung dengan remaja dan keluarga untuk menilai gejala depresi berdasarkan kriteria DSM-5, menggunakan instrumen standar untuk membantu diagnosis. 2 Penilaian harus mencakup:
- Gejala depresi: Suasana hati tertekan atau mudah tersinggung, kelelahan, gangguan tidur, perubahan berat badan, penurunan fungsi akademik, dan konflik keluarga 2
- Gejala ansietas: Serangan panik berulang dengan palpitasi, tremor, sesak napas, parestesia, dan ketakutan kehilangan kontrol 1
- Gejala PTSD terkait bullying: Memori intrusif dari pengalaman bullying, perilaku menghindar (seperti menghindari sekolah), kewaspadaan berlebihan, dan respons terkejut yang berlebihan 1
Penting: Bullying dikaitkan dengan peningkatan risiko 7 kali lipat untuk depresi dan 3,0-3,4 kali lipat untuk gejala psikosomatis seperti sakit kepala, masalah tidur, dan nyeri perut. 3
Penilaian Keselamatan - Prioritas Tertinggi
Segera lakukan penilaian risiko bunuh diri pada setiap remaja yang mengalami bullying, karena viktimisasi bullying pada perempuan dikaitkan dengan upaya dan penyelesaian bunuh diri di kemudian hari, bahkan setelah mengontrol gejala depresi. 1 Tanyakan secara spesifik tentang:
- Ideasi bunuh diri pasif dan aktif
- Rencana spesifik untuk bunuh diri
- Ekspresi verbal tentang keinginan mati 1
Gunakan alat skrining bunuh diri 4 pertanyaan yang telah divalidasi untuk deteksi cepat di berbagai setting klinis. 2
Penilaian Gangguan Fungsional
Evaluasi gangguan di tiga domain utama: sekolah, rumah, dan hubungan dengan teman sebaya. 2 Cari tanda-tanda:
- Ketidakhadiran sekolah yang sering dan penurunan akademik
- Penarikan sosial dan isolasi
- Perubahan perilaku maladaptif seperti menghindari sekolah 1
Penilaian Komorbiditas
Skrining untuk kondisi psikiatri komorbid karena tingkat komorbiditas yang tinggi pada remaja dengan ansietas dan depresi terkait bullying. 2 Bullying dapat menyebabkan:
Rencana Pengobatan
Intervensi Psikososial (Lini Pertama)
Tawarkan terapi kognitif-perilaku (CBT) sebagai pengobatan lini pertama untuk remaja usia 6-18 tahun dengan ansietas atau depresi terkait bullying. 2, 5 CBT harus mencakup:
- Edukasi tentang ansietas dan depresi
- Restrukturisasi kognitif untuk menantang distorsi seperti "saya tidak berharga" atau "orang lain berbahaya" 6
- Paparan bertahap untuk situasi yang dihindari (seperti kembali ke sekolah)
- Teknik relaksasi termasuk pernapasan dalam dan relaksasi otot progresif
- Pelatihan keterampilan pemecahan masalah dan sosial 2
Libatkan keluarga dalam pengobatan melalui konseling keluarga, psikoedukasi, dan kunjungan konselor mingguan, karena pendekatan ini telah menunjukkan perbaikan signifikan dalam gejala. 1
Intervensi Farmakologis
Untuk ansietas sedang hingga berat: Tawarkan SSRI (inhibitor reuptake serotonin selektif) untuk remaja usia 6-18 tahun dengan ansietas sosial, ansietas umum, atau gangguan panik. 2, 5
Untuk depresi: Fluoxetine memiliki bukti paling kuat untuk digunakan pada remaja dengan depresi, dengan tingkat respons 47-69% dibandingkan 33-57% untuk plasebo. 5
Pertimbangan penting:
- Mulai dengan dosis lebih rendah dari yang direkomendasikan untuk orang dewasa dan titrasi dengan hati-hati 5
- Monitor ketat untuk efek samping, terutama selama beberapa bulan pertama pengobatan 5
- Kombinasi CBT dengan SSRI mungkin lebih efektif daripada salah satu pengobatan saja untuk ansietas 5
Intervensi Lingkungan
Pertimbangkan pemindahan dari lingkungan pemicu (seperti perubahan kelas atau sekolah) karena gejala dapat membaik secara signifikan dengan penghapusan paparan bullying yang berkelanjutan. 1
Kembangkan rencana manajemen ansietas di sekolah yang dapat ditulis ke dalam rencana 504 atau IEP siswa, termasuk:
- Kembali ke sekolah secara bertahap dengan penguatan positif
- Kesempatan latihan bertahap untuk ansietas sosial
- Edukasi guru tentang ansietas siswa dan strategi koping 2
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
- Jangan meremehkan dampak bullying: Keyakinan negatif terkait bullying dapat bertahan hingga dewasa muda dan mempengaruhi interaksi sosial dan kesehatan mental 6
- Jangan hanya mengandalkan dukungan sosial: Meskipun dukungan sosial yang dirasakan memediasi hubungan antara bullying dan gejala PTSD/depresi, itu tidak cukup - layanan konseling diperlukan untuk mengurangi gejala 7
- Jangan melewatkan penilaian PTSD: Bullying memenuhi kriteria Paparan Trauma PTSD (serangan fisik langsung, serangan verbal berulang, penghinaan publik) dan dapat menyebabkan PTSD penuh 1
- Jangan menunda pengobatan: Kurang dari setengah remaja yang membutuhkan pengobatan kesehatan mental menerima perawatan apa pun, dan lebih sedikit lagi yang menerima perawatan berbasis bukti 5
Monitoring dan Tindak Lanjut
Gunakan skala penilaian gejala standar untuk melengkapi wawancara klinis, karena penggunaan skala ini telah terbukti mengoptimalkan kemampuan terapis untuk menilai respons pengobatan dan remisi secara akurat. 2
Tanda-tanda perbaikan yang harus dipantau meliputi:
- Normalisasi tidur dan nafsu makan
- Tidak adanya kesedihan
- Tidak ada serangan panik
- Pikiran residual yang tidak menyusahkan 1