From the Research
Sildenafil memiliki insidensi yang rendah dalam menyebabkan trombositopenia (jumlah trombosit rendah). Berdasarkan bukti terbaru dan berkualitas tinggi, tidak ada studi yang secara spesifik menyebutkan insidensi trombositopenia akibat sildenafil 1. Namun, perlu diingat bahwa efek sampingan ini sangat jarang dan tidak umum terjadi. Mekanisme pasti bagaimana sildenafil mungkin menyebabkan trombositopenia tidak sepenuhnya dipahami, tetapi bisa melibatkan penghancuran trombosit yang dimediasi imun atau supresi sumsum tulang langsung. Pasien yang mengalami gejala seperti memar yang tidak biasa, gusi berdarah, mimisan, atau petekiae (bintik merah atau ungu kecil pada kulit) harus segera mencari perhatian medis.
Beberapa studi menunjukkan bahwa sildenafil dapat mempengaruhi fungsi trombosit dan meningkatkan kadar cGMP (cyclic guanosine monophosphate) dalam trombosit, yang mungkin terkait dengan efek anti-trombotik 2. Namun, bukti ini masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan antara sildenafil dan trombositopenia.
Dalam praktik klinis, pasien yang mengambil sildenafil untuk disfungsi ereksi atau hipertensi pulmonal harus tetap waspada terhadap gejala yang tidak biasa dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Namun, perlu diingat bahwa insidensi trombositopenia akibat sildenafil sangat rendah dan sebagian besar pasien tidak akan mengalami efek sampingan ini.
Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
- Sildenafil memiliki efek yang luas pada sistem kardiovaskular dan dapat mempengaruhi fungsi trombosit.
- Pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular atau yang mengalami gejala tidak biasa harus segera mencari perhatian medis.
- Pemeriksaan kesehatan secara teratur dan pemantauan platelet count dapat dilakukan pada pasien yang berisiko tinggi mengalami trombositopenia.
- Sildenafil masih merupakan obat yang aman dan efektif untuk disfungsi ereksi dan hipertensi pulmonal, tetapi pasien harus tetap waspada terhadap efek sampingan yang tidak biasa.