Is aripiprazole an appropriate treatment option for a 10‑year‑old child with frequent eye‑blinking and neck/shoulder jerks consistent with a tic disorder?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 7, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Aripiprazole untuk Gangguan Tic pada Anak

Ya, aripiprazole adalah pilihan pengobatan yang tepat dan efektif untuk anak usia 10 tahun dengan kedipan mata berulang dan sentakan leher/bahu yang konsisten dengan gangguan tic, tetapi hanya setelah terapi perilaku gagal dan diagnosis yang tepat telah dikonfirmasi. 1

Langkah Diagnostik Penting Sebelum Memulai Pengobatan

Sebelum mempertimbangkan aripiprazole, pastikan diagnosis yang benar:

  • Konfirmasi fitur klinis inti tic: Gerakan harus menunjukkan suppressibility (dapat ditahan sementara), distractibility (berkurang saat perhatian dialihkan), suggestibility (dapat dipicu oleh sugesti), variabilitas (pola waxing-waning), dan sensasi premonitory (perasaan tidak nyaman sebelum tic muncul, biasanya pada anak >8 tahun). 1

  • Singkirkan diagnosis alternatif: Tic berbeda dari gangguan gerak paroksismal kinesigenik (PKD) karena tic jauh lebih singkat dalam durasi. 2 Jangan salah diagnosis sebagai "habit cough" atau "psychogenic cough"—istilah usang ini harus diganti dengan "tic cough" atau "somatic cough disorder". 1

  • Skrining komorbiditas wajib:

    • ADHD hadir pada 50-75% anak dengan gangguan tic 1
    • OCD atau perilaku obsesif-kompulsif pada 30-60% 1
    • Kesulitan belajar juga sering terjadi 1

Peringatan penting: Hindari pemeriksaan medis yang berlebihan—diagnosis terutama klinis, dan iatrogenik harm dari overinvestigation adalah morbiditas utama pada anak. 2, 1

Algoritma Pengobatan Bertahap

Langkah 1: Terapi Perilaku Sebagai Lini Pertama (WAJIB)

Habit reversal training (HRT) dan exposure with response prevention (ERP) harus menjadi pengobatan lini pertama sebelum mempertimbangkan farmakologi apapun. 1 ERP melibatkan pengalaman sensasi premonitory secara sengaja tanpa melakukan tic. 1

Langkah 2: Pertimbangkan Watchful Waiting

Hampir setengah pasien mengalami remisi spontan pada usia 18 tahun, membuat watchful waiting masuk akal pada kasus yang lebih ringan. 1 Keparahan tic umumnya menurun saat anak mendekati dewasa. 1

Langkah 3: Farmakologi Lini Pertama (Jika Terapi Perilaku Gagal)

Alpha-2 adrenergic agonists (clonidine atau guanfacine) adalah pilihan farmakologi lini pertama yang disukai, terutama ketika ADHD atau gangguan tidur komorbid hadir. 1 Obat-obatan ini memberikan efek "sepanjang hari" dan dapat meningkatkan tic dan gejala ADHD secara bersamaan. 1

  • Harapkan 2-4 minggu sampai efek terapeutik terlihat 1
  • Monitor nadi dan tekanan darah secara teratur 1
  • Efek samping umum: somnolen, kelelahan, hipotensi; pemberian malam hari lebih disukai 1

Jika ADHD komorbid hadir: Atomoxetine atau guanfacine disukai karena tidak memperburuk tic. 3 Stimulan (terutama methylphenidate) dapat digunakan dengan aman—studi terkontrol ganda-buta menunjukkan stimulan tidak memperburuk tic pada mayoritas pasien. 1, 3

Langkah 4: Aripiprazole sebagai Terapi Lini Kedua

Aripiprazole diindikasikan ketika pasien dianggap treatment-refractory—yaitu setelah gagal dengan teknik perilaku DAN dosis terapeutik dari setidaknya tiga obat yang terbukti, termasuk obat anti-dopaminergik dan alpha-2 adrenergic agonists. 1

Bukti Efikasi Aripiprazole

Dua RCT pada populasi pediatrik (usia 6-17 tahun) menunjukkan efikasi signifikan:

  • RCT pertama: 56% respons positif pada aripiprazole 5 mg versus 35% pada plasebo, dengan perbaikan signifikan pada Yale Global Tic Severity Scale. 1
  • RCT kedua: 98 anak (usia 6-17) menggunakan aripiprazole dosis fleksibel (5-15 mg/hari) mengkonfirmasi temuan ini. 1
  • Meta-analisis dari 7 studi (N=600) tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam pengurangan skor YGTSS total antara aripiprazole dan kontrol positif (haloperidol, tiapride). 4

Dosis dan Keamanan Aripiprazole

  • Dosis awal: Mulai dengan dosis rendah (0.25 mg sebelum tidur untuk risperidone sebagai referensi; aripiprazole rata-rata 3.3 mg, kisaran 1.25-7.5 mg). 1, 5
  • Titrasi: Tingkatkan secara bertahap untuk meminimalkan efek samping 1
  • Efek samping umum: Drowsiness (5.1%-58.1%), peningkatan nafsu makan (3.2%-25.8%), mual (2%-18.8%), sakit kepala (2%-16.1%). 4 Peningkatan berat badan juga dilaporkan. 5
  • Keamanan kardiak: Hindari koadministrasi dengan obat yang memperpanjang QT 1
  • Risiko ekstrapyramidal: Lebih rendah dibandingkan antipsikotik tipikal, tetapi monitor pada dosis ≥2 mg/hari 1

Keuntungan aripiprazole: Studi terbuka menunjukkan perbaikan tidak hanya pada tic tetapi juga pada gejala OCD dan ADHD komorbid, meskipun ini mungkin sekunder dari pengurangan tic atau spesifik untuk terapi aripiprazole. 5

Pertimbangan Komorbiditas dalam Urutan Pengobatan

Ketika anak memiliki gejala ADHD atau OCD komorbid dengan tic, mengatasi ADHD terlebih dahulu dapat mengurangi tic yang dipicu stres. 6 Ini adalah strategi penting karena mengoptimalkan pengobatan komorbiditas selama setidaknya 6 bulan diperlukan sebelum mempertimbangkan intervensi lanjutan. 1

Peringatan Klinis Kritis

  • Jangan gunakan antipsikotik tipikal sebagai lini pertama karena risiko tardive dyskinesia ireversibel yang lebih tinggi 1
  • Hindari benztropine atau trihexyphenidyl untuk mengelola gejala ekstrapyramidal pada populasi ini 1
  • Pimozide memerlukan monitoring kardiak karena risiko perpanjangan QT yang signifikan 1
  • Deep brain stimulation hanya untuk kasus berat yang refrakter terhadap pengobatan dengan gangguan fungsional signifikan, dan hanya untuk pasien di atas 20 tahun 1

Monitoring dan Follow-Up

  • Nilai kualitas hidup terkait kesehatan menggunakan instrumen spesifik penyakit (misalnya GTS-QOL) karena kesejahteraan pasien adalah motif pengobatan utama 1
  • Monitor kepatuhan pengobatan dan faktor psikososial yang dapat mengganggu hasil 1
  • Dokumentasikan dampak pada fungsi dan kualitas hidup sebagai aspek penting dari penilaian 1

References

Guideline

Diagnostic Criteria and Management of Tourette's Syndrome

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Bupropion and Tic Disorders

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Open label aripiprazole in the treatment of youth with tic disorders.

Journal of child and adolescent psychopharmacology, 2009

Guideline

Aripiprazole for Tic Disorders in Children

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.