Tatalaksana Hiperventilasi Psikosomatik
Bernapas ulang menggunakan kantong plastik hitam atau kantong kertas TIDAK direkomendasikan dan berbahaya karena dapat menyebabkan hipoksemia yang fatal. 1, 2
Prinsip Utama Penatalaksanaan
Langkah Pertama: Singkirkan Penyakit Organik
- Penyakit organik HARUS disingkirkan terlebih dahulu sebelum mendiagnosis hiperventilasi psikosomatik 1
- Singkirkan secara spesifik: asma, emboli paru, infark miokard, iskemia miokard, stroke, dan penyakit tiroid 2, 3
- Periksa saturasi oksigen dengan pulse oximetry - pasien dengan hiperventilasi murni akibat ansietas akan menunjukkan SpO₂ normal atau tinggi 1
Penatalaksanaan Definitif
Untuk pasien dengan diagnosis pasti hiperventilasi psikosomatik:
- Monitor saturasi oksigen - pasien dengan SpO₂ normal atau tinggi TIDAK memerlukan terapi oksigen 1
- Teknik pernapasan terkontrol adalah pendekatan utama: minta pasien bernapas perlahan (sekitar 1 detik per napas) untuk mengurangi eliminasi CO₂ berlebihan 1, 4
- Terapi psikologis dan konseling untuk mengatasi ansietas yang mendasari 4
- Fisioterapi dan teknik relaksasi dapat membantu mengatur pola pernapasan 4
- Terapi farmakologis (benzodiazepin atau antipsikotik seperti haloperidol) dapat dipertimbangkan untuk kasus berat yang tidak responsif terhadap intervensi non-farmakologis 5
Mengapa Kantong Plastik/Kertas Berbahaya
Bukti bahaya rebreathing dengan kantong:
- Studi pada 20 sukarelawan sehat menunjukkan penurunan oksigen rata-rata 26 mmHg setelah 3 menit rebreathing, dengan beberapa subjek mengalami penurunan hingga 42 mmHg 2
- Tiga kasus kematian dilaporkan ketika teknik kantong kertas diterapkan secara keliru pada pasien dengan hipoksemia atau iskemia miokard yang salah didiagnosis sebagai hiperventilasi 2
- Banyak pasien tidak mencapai normalisasi CO₂ bahkan setelah rebreathing berkepanjangan, sementara hipoksemia terus memburuk 2
Peringatan Klinis Penting
Jebakan diagnostik yang harus dihindari:
- Hiperventilasi dapat terjadi TANPA gangguan psikiatrik formal - 11 dari 21 pasien dengan hiperventilasi kronis tidak memiliki gangguan psikiatrik yang terdeteksi 3
- Hiperventilasi dapat menyebabkan perubahan EKG yang menyerupai iskemia pada pasien dengan arteri koroner normal 1
- Pasien dengan infark miokard atau emboli paru dapat tampak seperti hiperventilasi ansietas - selalu singkirkan kondisi mengancam nyawa terlebih dahulu 2, 3
Algoritma Penatalaksanaan
- Evaluasi ABC dan tanda vital - pastikan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi stabil
- Pasang pulse oximetry - jika SpO₂ <94%, pertimbangkan penyebab organik 1
- Singkirkan penyakit organik melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang sesuai 1
- Jika diagnosis hiperventilasi psikosomatik dikonfirmasi:
- Tenangkan pasien dengan komunikasi yang empatik
- Ajarkan teknik pernapasan lambat dan terkontrol
- Monitor SpO₂ berkelanjutan
- Pertimbangkan medikasi jika tidak responsif (benzodiazepin atau haloperidol untuk kasus berat) 5
- JANGAN gunakan kantong plastik atau kertas untuk rebreathing 1, 2