How should hyperventilation due to an anxiety (psychosomatic) episode be managed, and is using a black plastic bag appropriate?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 8, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Hiperventilasi Psikosomatik

Bernapas ulang menggunakan kantong plastik hitam atau kantong kertas TIDAK direkomendasikan dan berbahaya karena dapat menyebabkan hipoksemia yang fatal. 1, 2

Prinsip Utama Penatalaksanaan

Langkah Pertama: Singkirkan Penyakit Organik

  • Penyakit organik HARUS disingkirkan terlebih dahulu sebelum mendiagnosis hiperventilasi psikosomatik 1
  • Singkirkan secara spesifik: asma, emboli paru, infark miokard, iskemia miokard, stroke, dan penyakit tiroid 2, 3
  • Periksa saturasi oksigen dengan pulse oximetry - pasien dengan hiperventilasi murni akibat ansietas akan menunjukkan SpO₂ normal atau tinggi 1

Penatalaksanaan Definitif

Untuk pasien dengan diagnosis pasti hiperventilasi psikosomatik:

  • Monitor saturasi oksigen - pasien dengan SpO₂ normal atau tinggi TIDAK memerlukan terapi oksigen 1
  • Teknik pernapasan terkontrol adalah pendekatan utama: minta pasien bernapas perlahan (sekitar 1 detik per napas) untuk mengurangi eliminasi CO₂ berlebihan 1, 4
  • Terapi psikologis dan konseling untuk mengatasi ansietas yang mendasari 4
  • Fisioterapi dan teknik relaksasi dapat membantu mengatur pola pernapasan 4
  • Terapi farmakologis (benzodiazepin atau antipsikotik seperti haloperidol) dapat dipertimbangkan untuk kasus berat yang tidak responsif terhadap intervensi non-farmakologis 5

Mengapa Kantong Plastik/Kertas Berbahaya

Bukti bahaya rebreathing dengan kantong:

  • Studi pada 20 sukarelawan sehat menunjukkan penurunan oksigen rata-rata 26 mmHg setelah 3 menit rebreathing, dengan beberapa subjek mengalami penurunan hingga 42 mmHg 2
  • Tiga kasus kematian dilaporkan ketika teknik kantong kertas diterapkan secara keliru pada pasien dengan hipoksemia atau iskemia miokard yang salah didiagnosis sebagai hiperventilasi 2
  • Banyak pasien tidak mencapai normalisasi CO₂ bahkan setelah rebreathing berkepanjangan, sementara hipoksemia terus memburuk 2

Peringatan Klinis Penting

Jebakan diagnostik yang harus dihindari:

  • Hiperventilasi dapat terjadi TANPA gangguan psikiatrik formal - 11 dari 21 pasien dengan hiperventilasi kronis tidak memiliki gangguan psikiatrik yang terdeteksi 3
  • Hiperventilasi dapat menyebabkan perubahan EKG yang menyerupai iskemia pada pasien dengan arteri koroner normal 1
  • Pasien dengan infark miokard atau emboli paru dapat tampak seperti hiperventilasi ansietas - selalu singkirkan kondisi mengancam nyawa terlebih dahulu 2, 3

Algoritma Penatalaksanaan

  1. Evaluasi ABC dan tanda vital - pastikan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi stabil
  2. Pasang pulse oximetry - jika SpO₂ <94%, pertimbangkan penyebab organik 1
  3. Singkirkan penyakit organik melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang sesuai 1
  4. Jika diagnosis hiperventilasi psikosomatik dikonfirmasi:
    • Tenangkan pasien dengan komunikasi yang empatik
    • Ajarkan teknik pernapasan lambat dan terkontrol
    • Monitor SpO₂ berkelanjutan
    • Pertimbangkan medikasi jika tidak responsif (benzodiazepin atau haloperidol untuk kasus berat) 5
  5. JANGAN gunakan kantong plastik atau kertas untuk rebreathing 1, 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Respiratory and psychiatric abnormalities in chronic symptomatic hyperventilation.

British medical journal (Clinical research ed.), 1985

Research

The pathophysiology of hyperventilation syndrome.

Monaldi archives for chest disease = Archivio Monaldi per le malattie del torace, 1999

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.