What should be done for a healthy 5‑year‑old child who experienced a sudden, self‑terminating generalized tonic‑clonic seizure lasting about three minutes while asleep, accompanied by throat noises?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 9, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penanganan Anak Sehat 5 Tahun dengan Kejang Tonik-Klonik Saat Tidur

Anak ini tidak memerlukan aktivasi layanan gawat darurat atau pencitraan otak segera, tetapi memerlukan evaluasi medis terjadwal untuk menentukan apakah terapi antikonvulsan diperlukan. 1

Tindakan Segera yang Sudah Tepat

Kejang yang berhenti sendiri dalam 3 menit tanpa intervensi adalah hal yang menguntungkan. 1 Pedoman American Heart Association menyatakan bahwa aktivasi layanan gawat darurat tidak diperlukan untuk kejang pertama kali yang:

  • Berhenti dalam <5 menit 1
  • Anak kembali ke kondisi baseline dalam 5-10 menit setelah kejang berhenti 1
  • Tidak ada trauma, kesulitan bernapas, atau tersedak 1
  • Bukan bayi <6 bulan 1

Evaluasi Medis Terjadwal yang Diperlukan

Penilaian Klinis Penting

Anak ini memerlukan evaluasi medis untuk menentukan apakah ini merupakan kejang demam (meskipun tidak disebutkan demam) atau epilepsi generalisata primer. 1

Faktor risiko untuk temuan abnormal pada pencitraan yang perlu dinilai:

  • Adanya kondisi predisposisi neurologis 1
  • Apakah kejang benar-benar generalisata atau ada onset fokal 1
  • Status neurologis anak (pemeriksaan neurologis normal vs abnormal) 1

Pencitraan Otak: Kapan Diperlukan?

MRI jarang diindikasikan untuk anak neurologis normal dengan kejang generalisata primer karena tingkat temuan intrakranial positif sangat rendah pada kelompok ini. 1

Studi Sharma dkk menunjukkan hanya 2% pasien risiko rendah (tanpa kondisi predisposisi, kejang generalisata) memiliki temuan MRI abnormal. 1 Young dkk melaporkan hanya 6% CT positif untuk kejang generalisata, kontras dengan hampir 50% pada epilepsi fokal. 1

Pencitraan TIDAK diperlukan jika:

  • Anak neurologis normal 1
  • Kejang benar-benar generalisata (bukan fokal dengan generalisasi sekunder) 1
  • Tidak ada tanda trauma atau kondisi predisposisi 1

Pencitraan (MRI lebih disukai daripada CT) dipertimbangkan jika:

  • Ada defisit neurologis atau pemeriksaan neurologis abnormal 1
  • Kejang memiliki onset fokal 1
  • Usia onset sangat dini atau ada riwayat perkembangan abnormal 1

EEG: Investigasi Kunci

EEG harus dilakukan karena memiliki yield diagnostik 51% jika dilakukan dalam 24 jam setelah kejang. 2 EEG dapat membedakan antara kejang generalisata primer (yang mungkin memiliki prognosis lebih baik) versus kejang fokal dengan generalisasi sekunder. 1

Pertimbangan Terapi Antikonvulsan

Prognosis dan Keputusan Terapi

Banyak anak dengan kejang tonik-klonik generalisata memiliki "benign childhood epilepsy" yang akan hilang dengan atau tanpa pengobatan. 3 Namun, data terbaru menunjukkan manfaat pengobatan yang jelas:

Tingkat rekurensi kejang:

  • 14% pada pasien yang diobati dengan antikonvulsan 4
  • 73% pada pasien yang tidak diobati (p < 0.00001) 4

Temuan ini mendukung inisiasi terapi antikonvulsan setelah diagnosis epilepsy with generalized tonic-clonic seizures alone (EGTCA) dikonfirmasi. 4

Pilihan Antikonvulsan Lini Pertama

Untuk anak laki-laki atau tanpa masalah berat badan:

  • Asam valproat adalah pilihan pertama 5, 6
  • 19 dari 26 pasien dalam satu studi merespons baik terhadap asam valproat atau levetiracetam 5

Alternatif yang viable:

  • Levetiracetam dapat menjadi pilihan pertama yang setara 5, 6
  • Lamotrigine juga merupakan alternatif lini pertama 6

Catatan penting: Asam valproat tidak direkomendasikan pada anak perempuan usia subur karena risiko teratogenik dan potensi masalah kognitif. 6

Durasi Terapi

Pengobatan seumur hidup tidak selalu diperlukan. 4 Studi prospektif menunjukkan:

  • Penghentian antikonvulsan dapat dicoba setelah bebas kejang minimal 2 tahun 4
  • 44% mengalami rekurensi setelah penghentian obat 4
  • Penghentian yang dipandu dokter memiliki hasil lebih baik daripada penghentian yang diprakarsai pasien 4
  • Tidak adanya generalized spike-wave discharges pada EEG meningkatkan kemungkinan tetap bebas kejang setelah penghentian obat 4

Peringatan Penting

Jangan meremehkan kejang nokturnal: Meskipun terjadi saat tidur, kejang ini tetap memerlukan evaluasi yang sama seperti kejang diurnal. 5, 4

Suara tenggorokan yang disebutkan kemungkinan adalah "ictal cry" (udara yang dipaksa keluar melalui pita suara yang tertutup sebagian) atau pernapasan stertorous, yang merupakan fitur khas kejang tonik-klonik generalisata. 7

Jangan memberikan antipiretik dengan harapan mencegah kejang demam berulang—acetaminophen, ibuprofen, atau paracetamol tidak efektif untuk menghentikan atau mencegah kejang demam. 1

95% pasien dengan kejang tonik generalisata primer bebas kejang pada follow-up jangka panjang (rata-rata 7.6 tahun), menunjukkan prognosis yang sangat baik. 8

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Post-Partum Seizure Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Anticonvulsant drugs for generalized tonic-clonic epilepsy.

Expert opinion on pharmacotherapy, 2017

Guideline

Clinical Features of Grand Mal Seizures

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Generalized tonic and tonic-clonic seizures of childhood.

Journal of child neurology, 1998

Related Questions

What is the appropriate assessment and management plan for a previously healthy college‑aged female who experienced a first‑time generalized tonic‑clonic seizure with a post‑ictal fall, associated nausea, vomiting, light‑headedness, intermittent tremor‑like sensations and occasional grip weakness, denies headache, loss of consciousness, chest pain, dyspnea, fever, or focal neurologic deficits, has a normal physical and neurologic examination, no past medical history, no medications, no substance use, and whose last tetanus booster was more than five years ago?
What is the best course of action for a middle-aged male with a history of tonic-clonic seizures, hypertension, vitamin D deficiency, and prediabetes, who presents with word-finding difficulty, cognitive delay, sluggish eye response, unsteady gait, intermittent dizziness, and a constant occipital headache, after having two recent seizures and not adhering to his levetiracetam (Keppra) medication regimen?
What is the management approach for a 14-year-old boy with transfusion-dependent thalassemia (a genetic disorder affecting hemoglobin production) presenting with generalized tonic-clonic seizures (GTCS) and fever?
What is the most appropriate antiseizure medication for a patient with tonic-clonic epilepsy, hypertension, hyperlipidemia, kidney transplant, insomnia, and atrial fibrillation, taking verapamil, apixaban, tacrolimus, azathioprine, daridorexant (quinazoline), simvastatin, and lisinopril, to minimize drug-drug interactions?
What is the treatment for a 3-year-old child experiencing generalized tonic-clonic seizures lasting 1 minute?
Is it safe to take propranolol for anxiety or hypertension while I am actively using methamphetamine?
In a child with allergic rhinitis and persistent nasal congestion despite antihistamines, what is the preferred next treatment?
What clinical and imaging features differentiate a congenital hemangioma from a capillary malformation in a newborn?
Which clotting factors are synthesized by the liver?
Is gabapentin safer than propranolol for treating anxiety in a patient actively using methamphetamine?
What is the appropriate evaluation and management for a 1-year-old infant with a five-day fever and no other symptoms?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.