When should anticoagulation be initiated in patients with cardioembolic stroke?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 11, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Waktu Pemberian Antikoagulan pada Pasien Stroke Kardioembolik

Antikoagulan oral harus dimulai dalam 2-14 hari setelah stroke iskemik akut pada pasien dengan fibrilasi atrium, dengan waktu spesifik ditentukan berdasarkan tingkat keparahan stroke menggunakan skor NIHSS, dan DOAC (direct oral anticoagulant) lebih diutamakan daripada warfarin. 1, 2

Algoritma Waktu Berdasarkan Tingkat Keparahan Stroke

Waktu pemberian antikoagulan harus disesuaikan dengan tingkat keparahan stroke menggunakan pendekatan bertingkat:

TIA (Transient Ischemic Attack)

  • Mulai antikoagulan 1 hari setelah kejadian setelah menyingkirkan perdarahan intrakranial dengan CT atau MRI 1, 2
  • TIA didiagnosis ketika tidak ada infark atau perdarahan pada pencitraan, sehingga memungkinkan inisiasi segera 2

Stroke Ringan (NIHSS <8)

  • Mulai antikoagulan setelah 3 hari dari onset stroke 1, 2
  • Lakukan pencitraan otak ulang pada hari ke-6 untuk mengevaluasi transformasi hemoragik sebelum memulai antikoagulan 1, 2

Stroke Sedang (NIHSS 8-15)

  • Mulai antikoagulan setelah 6-8 hari dari onset stroke 1, 2
  • Pencitraan otak ulang pada hari ke-6 wajib dilakukan untuk menilai transformasi hemoragik 1, 2

Stroke Berat (NIHSS ≥16)

  • Mulai antikoagulan setelah 12-14 hari dari onset stroke 1, 2
  • Pencitraan otak ulang pada hari ke-12 untuk menyingkirkan transformasi hemoragik sebelum memulai antikoagulan 1, 2

Aturan Keamanan Kritis yang Tidak Boleh Dilanggar

Jangan Mulai Terlalu Dini

  • Jangan pernah memulai antikoagulan dalam 48 jam pertama setelah stroke iskemik akut karena secara signifikan meningkatkan risiko perdarahan intrakranial simptomatik tanpa memberikan manfaat bersih 1, 2
  • Memulai antikoagulan <48 jam meningkatkan perdarahan intrakranial simptomatik tanpa menurunkan insiden stroke berulang 2

Hindari Terapi Bridging dengan Heparin

  • Heparinoid (LMWH atau UFH) tidak boleh digunakan sebagai terapi bridging dalam fase akut karena meningkatkan perdarahan intrakranial simptomatik tanpa memperbaiki outcome 1, 2
  • Onset kerja DOAC yang cepat menghilangkan manfaat teoritis dari strategi bridging 2

Pilihan Antikoagulan yang Direkomendasikan

DOAC sebagai Pilihan Utama

  • DOAC (apixaban, dabigatran, edoxaban, atau rivaroxaban) sangat diutamakan dibandingkan warfarin untuk pencegahan stroke sekunder pada pasien fibrilasi atrium 3, 1
  • DOAC mengurangi risiko perdarahan intrakranial sekitar 56% dibandingkan warfarin 1, 2
  • DOAC menunjukkan profil keamanan yang lebih baik dalam konteks stroke iskemik akut dengan pengurangan signifikan stroke iskemik berulang (RR: 0.65; 95% CI: 0.52-0.82) 2

Pengecualian untuk Warfarin

  • Warfarin tetap diindikasikan untuk pasien dengan stenosis mitral sedang hingga berat atau katup jantung mekanik 3

Persyaratan Pencitraan yang Wajib

Pencitraan Awal

  • Selalu lakukan pencitraan otak (CT atau MRI) sebelum memulai antikoagulan untuk menyingkirkan perdarahan 1, 2

Pencitraan Ulang

  • Untuk stroke sedang hingga berat, pencitraan ulang sangat penting untuk mendeteksi transformasi hemoragik sebelum memulai DOAC 1, 2
  • Jika pencitraan ulang menunjukkan transformasi hemoragik simptomatik, tunda antikoagulan lebih dari 14 hari dan nilai ulang dengan pencitraan berulang 1

Konteks Klinis dan Keseimbangan Risiko-Manfaat

Risiko Stroke Berulang

  • Risiko stroke berulang pada pasien fibrilasi atrium adalah 4.8% dalam 2 hari pertama dan 0.4-1.3% per hari dalam 7-14 hari pertama 1, 2
  • Periode 2 minggu setelah stroke membawa risiko tinggi stroke iskemik berulang (8-10%) dan risiko perdarahan intrakranial simptomatik (2-4%) 1, 2

Ukuran Infark sebagai Prediktor

  • Ukuran infark yang lebih besar memprediksi risiko lebih tinggi untuk transformasi hemoragik dini, iskemia berulang dini, dan outcome yang buruk 2
  • Infark besar harus memandu penundaan inisiasi antikoagulan 2

Situasi Khusus yang Memerlukan Modifikasi Waktu

Pasien yang Sudah Menggunakan Antikoagulan

  • Pasien yang sudah menggunakan antikoagulan dan mengalami stroke harus dihentikan antikoagulannya selama 3-12 hari berdasarkan penilaian multidisiplin untuk stroke sedang hingga berat 1
  • Nilai dan optimalkan kepatuhan terapi terlebih dahulu, pertimbangkan untuk beralih ke antikoagulan yang berbeda 2

Setelah Prosedur Endovaskular

  • Pada pasien dengan transformasi hemoragik setelah terapi endovaskular, waktu memulai DOAC dapat dibagi berdasarkan subtipe: hemorrhagic infarction (HI) vs parenchymal hematoma (PH) 4
  • Untuk HI, inisiasi dini DOAC dapat mencegah stroke iskemik berulang dan tidak mungkin menyebabkan perdarahan intrakranial baru 4
  • Untuk PH, inisiasi DOAC dalam 14 hari tampak aman dan tidak memperburuk PH, meskipun waktu mulai yang lebih lambat dikaitkan dengan frekuensi stroke iskemik berulang yang lebih tinggi 4

Peringatan Penting dan Kesalahan yang Harus Dihindari

Kesalahan Umum

  • Memulai antikoagulan <48 jam menyebabkan tingkat perdarahan intrakranial simptomatik yang lebih tinggi tanpa menurunkan insiden stroke berulang 2
  • Memulai antikoagulan <6 hari setelah stroke sedang meningkatkan risiko hemoragik 2
  • Melewatkan pencitraan ulang dapat melewatkan transformasi hemoragik yang terjadi pada 6-21% pasien dan secara nyata meningkatkan risiko perdarahan saat antikoagulan diberikan 2
  • Penundaan berlebihan (>14 hari) membuat pasien terpapar risiko stroke berulang yang tinggi (0.4-1.3% per hari) tanpa manfaat keamanan yang dapat ditunjukkan 2

Profilaksis VTE vs Antikoagulan Terapeutik

  • Profilaksis VTE dengan antikoagulan subkutan dosis rendah (LMWH, fondaparinux, atau heparin tidak terfraksi dosis rendah) dapat dimulai lebih awal untuk mencegah trombosis vena dalam pada pasien stroke yang imobil 5
  • Ini berbeda dari antikoagulan terapeutik yang harus mengikuti algoritma waktu berdasarkan tingkat keparahan stroke 5

Rekomendasi Jangka Panjang

  • Antikoagulan oral jangka panjang sangat direkomendasikan sebagai pencegahan sekunder pada semua pasien fibrilasi atrium dengan stroke akut tanpa kontraindikasi, terlepas dari apakah irama sinus telah dipulihkan 3, 1
  • Terapi antikoagulan harus dilanjutkan seumur hidup kecuali ada kontraindikasi 3

References

Guideline

Timing of Anticoagulation After Acute Ischemic Stroke in Atrial Fibrillation

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Anticoagulation Timing in Patients with Atrial Fibrillation after Ischemic Stroke

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Timing of Direct Oral Anticoagulants for Hemorrhagic Transformation After Endovascular Treatment in Acute Ischemic Stroke.

Journal of stroke and cerebrovascular diseases : the official journal of National Stroke Association, 2022

Guideline

Initiation of VTE Prophylaxis and Therapeutic Anticoagulation in Atrial Fibrillation Patients with Acute Ischemic Stroke

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Related Questions

When is it safe to initiate anticoagulation (anticoagulant therapy) in a patient with ischemic stroke who has undergone hemorrhagic transformation?
When to initiate antiplatelet (antiplatelet therapy) therapy in patients with ischemic stroke and hemorrhagic transformation?
How to initiate antiplatelet therapy and anticoagulation in a patient with cardioembolic stroke and low ejection fraction (EF) post-thrombolysis with hemorrhagic transformation?
When can oral anticoagulation be safely started after a cardioembolic middle cerebral artery infarct, considering infarct size (moderate vs large) and confirming no hemorrhagic transformation on repeat imaging?
When to start antiplatelet (anti-platelet) therapy in a patient with a stroke and hemorrhagic transformation?
In an elderly patient after abdominal aortic aneurysm repair with oliguria (50 mL urine output), what is the most appropriate initial management?
What were the findings of the CLEAR Outcomes trial of bempedoic acid (180 mg once daily) on low‑density lipoprotein cholesterol (LDL‑C) reduction and major adverse cardiovascular events (MACE) in statin‑intolerant patients at high cardiovascular risk (primary and secondary prevention)?
What is the 10‑year ASCVD risk category for a 55‑year‑old man with stage 1 hypertension (clinic blood pressure 140/90 mm Hg, home blood pressure ≤130/85 mm Hg), normal renal function, normal complete blood count, HbA1c 4.4 % and no lipid profile available?
How should medication‑overuse (rebound) headaches be managed?
When should I rotate a double‑lumen endotracheal tube during insertion, and how many degrees should I rotate it for left‑ versus right‑sided tubes?
What is the recommended management of symptomatic hyperuricemia (gout), including acute flare treatment and initiation of chronic urate‑lowering therapy?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.