Penyebab Anak Sering Memasukkan Tangan ke Mulut
Anak sering memasukkan tangan ke mulut adalah perilaku perkembangan normal, terutama pada usia di bawah 3 tahun, yang berfungsi sebagai cara eksplorasi lingkungan mereka. 1
Penyebab Utama Berdasarkan Usia
Bayi dan Anak Usia Muda (<3 tahun)
Perilaku mouthing (memasukkan benda/tangan ke mulut) adalah bagian normal dari perkembangan anak usia dini yang digunakan untuk mengeksplorasi lingkungan mereka. 1
Frekuensi Normal Berdasarkan Usia:
- Usia 3-6 bulan: Frekuensi tertinggi dengan rata-rata 28 kontak tangan-ke-mulut per jam di dalam ruangan 2
- Usia 6-12 bulan: Rata-rata 14,5 kontak per jam di luar ruangan 2
- Usia ≤24 bulan: Menunjukkan frekuensi mouthing tertinggi dengan 81±7 kejadian per jam 3
- Usia >24 bulan: Frekuensi menurun menjadi 42±4 kejadian per jam 3
- Usia 3-6 tahun: Frekuensi terus menurun dengan median 10 kontak tangan-ke-mulut per jam 4
Penurunan perilaku ini seiring bertambahnya usia menunjukkan bahwa anak-anak semakin tidak mungkin memasukkan benda ke mulut saat mereka berkembang. 3
Faktor Perkembangan yang Mendasari
Keterbatasan Kemampuan Mengunyah dan Menelan
- Gigi geraham (molar) baru erupsi sekitar usia 1,5 tahun, sehingga sebelum itu anak hanya bisa menggigit dengan gigi seri tetapi tidak bisa menggiling makanan dengan baik 1
- Kemampuan mengunyah yang matang membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang dan tetap relatif tidak lengkap sepanjang masa kanak-kanak awal 1
- Anak-anak juga belum memiliki keterampilan kognitif, kontrol perilaku, atau pengalaman untuk mengunyah dengan baik dan makan perlahan 1
Perkembangan Koordinasi Visual-Somatosensorik
- Antara usia 6-8 bulan, bayi secara visual memperhatikan target jauh sebelum memulai gerakan meraih dan terus menatap target setelah digenggam dan saat dibawa ke mulut 5
- Antara usia 10-12 bulan, bayi mulai mengembangkan pola seperti orang dewasa di mana mereka secara visual terlibat dengan target saat gerakan meraih dimulai dan melepaskan pandangan saat target digenggam 5
- Perkembangan ini terjadi bersamaan dengan peningkatan gerakan pembentukan tangan rotatori, menggenggam presisi, dan akurasi penargetan yang lebih baik 5
Variasi Lokasi dan Jenis Benda
Perbedaan Berdasarkan Lokasi:
- Perilaku tangan-ke-mulut secara signifikan lebih besar di dalam ruangan dibandingkan di luar ruangan 2
- Frekuensi di dalam ruangan berkisar 6,7-28,0 kontak per jam tergantung usia 2
- Frekuensi di luar ruangan berkisar 2,9-14,5 kontak per jam 2
Jenis Benda yang Dimasukkan ke Mulut:
Untuk anak usia 0-18 bulan, durasi harian rata-rata memasukkan benda ke mulut meliputi: 6
- Empeng/pacifier: 108 menit
- Mainan plastik: 17 menit
- Teether: 6 menit
- Benda lain: 9 menit
Anak-anak memasukkan empeng secara signifikan lebih lama daripada benda lain, terlepas dari usia. 6
Fraksi Area Tangan yang Dimasukkan ke Mulut
- Rata-rata fraksi area tangan yang dimasukkan ke mulut untuk anak usia 6 bulan hingga <6 tahun berkisar 0,09-0,13 4
- Fraksi area tangan yang dimasukkan ke mulut berkorelasi negatif signifikan dengan usia - semakin tua anak, semakin kecil area tangan yang dimasukkan 4
- Sekitar setengah dari total kejadian kontak tangan-ke-mulut melibatkan perendaman sebagian tangan atau jari ke dalam mulut 4
Kondisi Khusus yang Meningkatkan Perilaku Ini
Anak dengan Kebutuhan Kesehatan Khusus:
Anak-anak dengan kondisi berikut mungkin menunjukkan perilaku mouthing yang lebih sering atau berkepanjangan: 1
- Sindrom Down: Fungsi tuba eustachius yang buruk dan risiko gangguan pendengaran campuran
- Celah langit-langit (cleft palate): Hampir semua bayi dengan kondisi ini mengalami otitis media dengan efusi
- Gangguan perkembangan atau neurologis: Dapat mempengaruhi koordinasi neuromuskular yang kompleks dalam proses menelan
- Keterlambatan perkembangan atau cedera otak traumatis: Meningkatkan risiko gangguan menelan
Peringatan Penting
Risiko Tersedak:
Tersedak adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak-anak, terutama yang berusia 3 tahun atau lebih muda, sebagian besar karena kerentanan perkembangan saluran napas anak kecil dan kemampuan mengunyah serta menelan makanan yang belum berkembang. 1
Benda yang paling sering menyebabkan anak tersedak adalah makanan, koin, balon, dan mainan lainnya. 1
Kapan Harus Waspada:
Meskipun perilaku memasukkan tangan ke mulut adalah normal, orang tua harus waspada terhadap: 1
- Anak memasukkan benda berbahaya seperti koin, balon, atau makanan berisiko tinggi (permen keras, anggur utuh, hot dog, popcorn, kacang)
- Perilaku makan yang meningkatkan risiko: makan sambil berjalan/berlari, berbicara, tertawa, atau makan terlalu cepat
- Permainan yang melibatkan melempar makanan ke udara dan menangkapnya di mulut
Tidak Ada Hubungan dengan Jenis Kelamin:
Tidak ada hubungan antara frekuensi mouthing dan jenis kelamin - baik anak laki-laki maupun perempuan menunjukkan pola perilaku yang sama. 3