What are the possible causes of a child frequently putting his or her hands in the mouth?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 11, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penyebab Anak Sering Memasukkan Tangan ke Mulut

Anak sering memasukkan tangan ke mulut adalah perilaku perkembangan normal, terutama pada usia di bawah 3 tahun, yang berfungsi sebagai cara eksplorasi lingkungan mereka. 1

Penyebab Utama Berdasarkan Usia

Bayi dan Anak Usia Muda (<3 tahun)

Perilaku mouthing (memasukkan benda/tangan ke mulut) adalah bagian normal dari perkembangan anak usia dini yang digunakan untuk mengeksplorasi lingkungan mereka. 1

Frekuensi Normal Berdasarkan Usia:

  • Usia 3-6 bulan: Frekuensi tertinggi dengan rata-rata 28 kontak tangan-ke-mulut per jam di dalam ruangan 2
  • Usia 6-12 bulan: Rata-rata 14,5 kontak per jam di luar ruangan 2
  • Usia ≤24 bulan: Menunjukkan frekuensi mouthing tertinggi dengan 81±7 kejadian per jam 3
  • Usia >24 bulan: Frekuensi menurun menjadi 42±4 kejadian per jam 3
  • Usia 3-6 tahun: Frekuensi terus menurun dengan median 10 kontak tangan-ke-mulut per jam 4

Penurunan perilaku ini seiring bertambahnya usia menunjukkan bahwa anak-anak semakin tidak mungkin memasukkan benda ke mulut saat mereka berkembang. 3

Faktor Perkembangan yang Mendasari

Keterbatasan Kemampuan Mengunyah dan Menelan

  • Gigi geraham (molar) baru erupsi sekitar usia 1,5 tahun, sehingga sebelum itu anak hanya bisa menggigit dengan gigi seri tetapi tidak bisa menggiling makanan dengan baik 1
  • Kemampuan mengunyah yang matang membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang dan tetap relatif tidak lengkap sepanjang masa kanak-kanak awal 1
  • Anak-anak juga belum memiliki keterampilan kognitif, kontrol perilaku, atau pengalaman untuk mengunyah dengan baik dan makan perlahan 1

Perkembangan Koordinasi Visual-Somatosensorik

  • Antara usia 6-8 bulan, bayi secara visual memperhatikan target jauh sebelum memulai gerakan meraih dan terus menatap target setelah digenggam dan saat dibawa ke mulut 5
  • Antara usia 10-12 bulan, bayi mulai mengembangkan pola seperti orang dewasa di mana mereka secara visual terlibat dengan target saat gerakan meraih dimulai dan melepaskan pandangan saat target digenggam 5
  • Perkembangan ini terjadi bersamaan dengan peningkatan gerakan pembentukan tangan rotatori, menggenggam presisi, dan akurasi penargetan yang lebih baik 5

Variasi Lokasi dan Jenis Benda

Perbedaan Berdasarkan Lokasi:

  • Perilaku tangan-ke-mulut secara signifikan lebih besar di dalam ruangan dibandingkan di luar ruangan 2
  • Frekuensi di dalam ruangan berkisar 6,7-28,0 kontak per jam tergantung usia 2
  • Frekuensi di luar ruangan berkisar 2,9-14,5 kontak per jam 2

Jenis Benda yang Dimasukkan ke Mulut:

Untuk anak usia 0-18 bulan, durasi harian rata-rata memasukkan benda ke mulut meliputi: 6

  • Empeng/pacifier: 108 menit
  • Mainan plastik: 17 menit
  • Teether: 6 menit
  • Benda lain: 9 menit

Anak-anak memasukkan empeng secara signifikan lebih lama daripada benda lain, terlepas dari usia. 6

Fraksi Area Tangan yang Dimasukkan ke Mulut

  • Rata-rata fraksi area tangan yang dimasukkan ke mulut untuk anak usia 6 bulan hingga <6 tahun berkisar 0,09-0,13 4
  • Fraksi area tangan yang dimasukkan ke mulut berkorelasi negatif signifikan dengan usia - semakin tua anak, semakin kecil area tangan yang dimasukkan 4
  • Sekitar setengah dari total kejadian kontak tangan-ke-mulut melibatkan perendaman sebagian tangan atau jari ke dalam mulut 4

Kondisi Khusus yang Meningkatkan Perilaku Ini

Anak dengan Kebutuhan Kesehatan Khusus:

Anak-anak dengan kondisi berikut mungkin menunjukkan perilaku mouthing yang lebih sering atau berkepanjangan: 1

  • Sindrom Down: Fungsi tuba eustachius yang buruk dan risiko gangguan pendengaran campuran
  • Celah langit-langit (cleft palate): Hampir semua bayi dengan kondisi ini mengalami otitis media dengan efusi
  • Gangguan perkembangan atau neurologis: Dapat mempengaruhi koordinasi neuromuskular yang kompleks dalam proses menelan
  • Keterlambatan perkembangan atau cedera otak traumatis: Meningkatkan risiko gangguan menelan

Peringatan Penting

Risiko Tersedak:

Tersedak adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak-anak, terutama yang berusia 3 tahun atau lebih muda, sebagian besar karena kerentanan perkembangan saluran napas anak kecil dan kemampuan mengunyah serta menelan makanan yang belum berkembang. 1

Benda yang paling sering menyebabkan anak tersedak adalah makanan, koin, balon, dan mainan lainnya. 1

Kapan Harus Waspada:

Meskipun perilaku memasukkan tangan ke mulut adalah normal, orang tua harus waspada terhadap: 1

  • Anak memasukkan benda berbahaya seperti koin, balon, atau makanan berisiko tinggi (permen keras, anggur utuh, hot dog, popcorn, kacang)
  • Perilaku makan yang meningkatkan risiko: makan sambil berjalan/berlari, berbicara, tertawa, atau makan terlalu cepat
  • Permainan yang melibatkan melempar makanan ke udara dan menangkapnya di mulut

Tidak Ada Hubungan dengan Jenis Kelamin:

Tidak ada hubungan antara frekuensi mouthing dan jenis kelamin - baik anak laki-laki maupun perempuan menunjukkan pola perilaku yang sama. 3

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

A meta-analysis of children's hand-to-mouth frequency data for estimating nondietary ingestion exposure.

Risk analysis : an official publication of the Society for Risk Analysis, 2007

Research

Frequency of mouthing behavior in young children.

Journal of exposure analysis and environmental epidemiology, 2002

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.