What are the treatment options for myelofibrosis (bone marrow disorder)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 22, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Terapi myelofibrosis harus diprioritaskan pada pengelolaan gejala dan peningkatan kualitas hidup, dengan ruxolitinib sebagai pilihan utama untuk pasien dengan intermediate-2 atau high-risk disease. Pengobatan myelofibrosis terfokus pada pengelolaan gejala dan peningkatan kualitas hidup, karena tidak ada pengobatan definitif di luar transplantasi stem cell. Pilihan pengobatan utama termasuk ruxolitinib (Jakafi), sebuah inhibitor JAK1/2, yang biasanya dimulai dengan dosis 15-20mg dua kali sehari, yang efektif mengurangi ukuran limpa dan menghilangkan gejala konstitusional seperti kelelahan dan keringat malam 1. Beberapa pilihan pengobatan lainnya termasuk:

  • Erythropoiesis-stimulating agents seperti epoetin alfa atau danazol (200mg 2-3 kali sehari) untuk anemia
  • Hydroxyurea (dimulai dengan 500mg sehari) untuk mengontrol peningkatan sel darah putih atau trombosit
  • Transplantasi stem cell allogeneik tetap menjadi satu-satunya pilihan pengobatan yang potensial menyembuhkan, tetapi membawa risiko yang signifikan dan umumnya disimpan untuk pasien muda dengan penyakit high-risk 1. Pemantauan teratur terhadap hitung darah, ukuran limpa, dan penilaian gejala sangat penting untuk menyesuaikan terapi seiring perkembangan penyakit. Pengobatan harus dipilih berdasarkan kategori risiko pasien (ditentukan oleh faktor-faktor seperti usia, hitung darah, dan mutasi genetik), beban gejala, dan komorbiditas.

From the Research

Terapi Myelofibrosis

Terapi myelofibrosis melibatkan beberapa pilihan, termasuk penggunaan inhibitor Janus kinase (JAK) seperti ruxolitinib. Berikut adalah beberapa poin penting tentang terapi myelofibrosis:

  • Ruxolitinib adalah inhibitor JAK1 dan JAK2 yang digunakan dalam pengobatan myelofibrosis 2, 3, 4.
  • Ruxolitinib telah terbukti efektif dalam mengurangi splenomegali dan gejala penyakit, serta memperbaiki kualitas hidup pasien 2, 3, 4.
  • Efek samping ruxolitinib yang umum termasuk anemia dan trombositopenia, yang dapat dikelola dengan penyesuaian dosis atau transfusi darah 2, 3, 4, 5.
  • Terapi lain yang sedang dikembangkan termasuk inhibitor JAK2 selektif seperti fedratinib dan pacritinib, serta agen terapi lain yang menargetkan jalur biologis yang berbeda 6.
  • Penggunaan kombinasi ruxolitinib dengan agen lain seperti azacitidine sedang dipelajari untuk memperbaiki hasil pengobatan 6.

Pengelolaan Efek Samping

Pengelolaan efek samping ruxolitinib dan inhibitor JAK lainnya sangat penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan. Beberapa poin penting tentang pengelolaan efek samping termasuk:

  • Monitorring ketat terhadap efek samping seperti anemia dan trombositopenia 5.
  • Penyesuaian dosis atau transfusi darah dapat digunakan untuk mengelola efek samping 2, 3, 4, 5.
  • Penggunaan agen lain seperti azacitidine dapat membantu memperbaiki hasil pengobatan dan mengurangi efek samping 6.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Ruxolitinib, an oral JAK1 and JAK2 inhibitor, in myelofibrosis.

Expert opinion on pharmacotherapy, 2012

Research

New Concepts of Treatment for Patients with Myelofibrosis.

Current treatment options in oncology, 2019

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.