From the Guidelines
Terapi myelofibrosis harus diprioritaskan pada pengelolaan gejala dan peningkatan kualitas hidup, dengan ruxolitinib sebagai pilihan utama untuk pasien dengan intermediate-2 atau high-risk disease. Pengobatan myelofibrosis terfokus pada pengelolaan gejala dan peningkatan kualitas hidup, karena tidak ada pengobatan definitif di luar transplantasi stem cell. Pilihan pengobatan utama termasuk ruxolitinib (Jakafi), sebuah inhibitor JAK1/2, yang biasanya dimulai dengan dosis 15-20mg dua kali sehari, yang efektif mengurangi ukuran limpa dan menghilangkan gejala konstitusional seperti kelelahan dan keringat malam 1. Beberapa pilihan pengobatan lainnya termasuk:
- Erythropoiesis-stimulating agents seperti epoetin alfa atau danazol (200mg 2-3 kali sehari) untuk anemia
- Hydroxyurea (dimulai dengan 500mg sehari) untuk mengontrol peningkatan sel darah putih atau trombosit
- Transplantasi stem cell allogeneik tetap menjadi satu-satunya pilihan pengobatan yang potensial menyembuhkan, tetapi membawa risiko yang signifikan dan umumnya disimpan untuk pasien muda dengan penyakit high-risk 1. Pemantauan teratur terhadap hitung darah, ukuran limpa, dan penilaian gejala sangat penting untuk menyesuaikan terapi seiring perkembangan penyakit. Pengobatan harus dipilih berdasarkan kategori risiko pasien (ditentukan oleh faktor-faktor seperti usia, hitung darah, dan mutasi genetik), beban gejala, dan komorbiditas.
From the Research
Terapi Myelofibrosis
Terapi myelofibrosis melibatkan beberapa pilihan, termasuk penggunaan inhibitor Janus kinase (JAK) seperti ruxolitinib. Berikut adalah beberapa poin penting tentang terapi myelofibrosis:
- Ruxolitinib adalah inhibitor JAK1 dan JAK2 yang digunakan dalam pengobatan myelofibrosis 2, 3, 4.
- Ruxolitinib telah terbukti efektif dalam mengurangi splenomegali dan gejala penyakit, serta memperbaiki kualitas hidup pasien 2, 3, 4.
- Efek samping ruxolitinib yang umum termasuk anemia dan trombositopenia, yang dapat dikelola dengan penyesuaian dosis atau transfusi darah 2, 3, 4, 5.
- Terapi lain yang sedang dikembangkan termasuk inhibitor JAK2 selektif seperti fedratinib dan pacritinib, serta agen terapi lain yang menargetkan jalur biologis yang berbeda 6.
- Penggunaan kombinasi ruxolitinib dengan agen lain seperti azacitidine sedang dipelajari untuk memperbaiki hasil pengobatan 6.
Pengelolaan Efek Samping
Pengelolaan efek samping ruxolitinib dan inhibitor JAK lainnya sangat penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan. Beberapa poin penting tentang pengelolaan efek samping termasuk: