Metformin pada Penyakit Hepar Kronis
Rekomendasi Utama
Metformin dapat digunakan dengan aman pada pasien dengan sirosis kompensata (Child-Pugh kelas A) yang memiliki fungsi ginjal terpelihara (eGFR ≥30 mL/min/1.73m²), tetapi harus segera dihentikan pada sirosis dekompensata karena risiko asidosis laktat yang signifikan. 1
Algoritma Penggunaan Berdasarkan Stadium Penyakit Hepar
Sirosis Kompensata (Child-Pugh Kelas A)
- Metformin AMAN digunakan jika eGFR ≥30 mL/min/1.73m² 1, 2
- Pedoman EASL-EASD-EASO 2024 memberikan rekomendasi kuat (konsensus 100%) bahwa metformin dapat digunakan pada populasi ini 1
- Metformin bahkan dapat memberikan manfaat protektif terhadap perkembangan karsinoma hepatoseluler pada pasien sirosis 2
- Studi farmakokinetik menunjukkan bahwa konsentrasi metformin dan laktat plasma tetap di bawah ambang batas keamanan (metformin <5 mg/L; laktat <5 mmol/L) pada pasien penyakit hepar kronis 3
Sirosis Dekompensata (Child-Pugh Kelas B/C)
- Metformin KONTRAINDIKASI ABSOLUT pada sirosis dekompensata 1, 2, 4
- Risiko asidosis laktat meningkat secara signifikan, terutama jika disertai gangguan ginjal 1, 5
- Hentikan metformin segera jika muncul tanda dekompensasi: asites, ensefalopati, perdarahan varises, atau ikterus 4
- Label FDA menyatakan bahwa gangguan hepar merupakan faktor risiko asidosis laktat terkait metformin 6
Monitoring yang Diperlukan
Sebelum Memulai Metformin
- Periksa eGFR - metformin dikontraindikasikan jika eGFR <30 mL/min/1.73m² 6
- Tentukan klasifikasi Child-Pugh untuk menilai kompensasi hepar 2, 4
- Evaluasi ada tidaknya tanda dekompensasi klinis 4
- Pastikan tidak ada riwayat konsumsi alkohol berlebihan (kontraindikasi) 2, 6
Monitoring Berkelanjutan
- Periksa eGFR minimal setahun sekali pada semua pasien yang menggunakan metformin 6
- Pada pasien berisiko (lansia, gangguan ginjal), periksa fungsi ginjal lebih sering 6
- Jika eGFR turun di bawah 45 mL/min/1.73m², evaluasi ulang risiko-manfaat melanjutkan terapi 6
- Monitor parameter hematologi tahunan dan vitamin B12 setiap 2-3 tahun 6
Situasi Khusus yang Memerlukan Penghentian Sementara/Permanen
Hentikan Segera Jika:
- Tanda dekompensasi hepar muncul (asites, ensefalopati, perdarahan varises) 4
- eGFR turun <30 mL/min/1.73m² 4, 6
- Cedera ginjal akut terjadi 5
- Kondisi hipoksik berkembang (gagal jantung akut, syok, sepsis, infark miokard) 6
- Infeksi bakteri atau perdarahan gastrointestinal (faktor pencetus asidosis laktat) 5
Hentikan Sementara Untuk:
- Prosedur pencitraan dengan kontras iodinasi jika eGFR 30-60 mL/min/1.73m², atau ada riwayat gangguan hepar, alkoholisme, atau gagal jantung 6
- Re-evaluasi eGFR 48 jam setelah prosedur sebelum memulai kembali 6
- Prosedur bedah elektif - hentikan 3 hari sebelumnya 5
- Periode puasa atau pembatasan cairan yang berkepanjangan 6
Alternatif Terapi Diabetes pada Penyakit Hepar Kronis
Sirosis Kompensata (Child-Pugh A)
- Agonis reseptor GLP-1 (semaglutide, liraglutide, dulaglutide) dapat digunakan dan merupakan pilihan lini pertama 1, 2, 4
- Inhibitor SGLT2 (empagliflozin, dapagliflozin) dapat digunakan pada Child-Pugh A dan B 1, 2, 5
- Hindari sulfonilurea karena risiko hipoglikemia berat 1, 4
Sirosis Dekompensata (Child-Pugh B/C)
- Insulin adalah satu-satunya pilihan berbasis bukti dan harus dimulai di rumah sakit karena variabilitas glukosa ekstrem dan risiko hipoglikemia tinggi 2, 4
- Target glukosa puasa tidak boleh melebihi 10 mmol/L (180 mg/dL) untuk meminimalkan risiko hipoglikemia 4
- HbA1c tidak dapat diandalkan untuk monitoring pada sirosis dekompensata - gunakan monitoring glukosa point-of-care 4
- Sulfonilurea harus dihindari karena risiko hipoglikemia berkepanjangan 1, 4
Peringatan Penting dan Kesalahan Umum
Kesalahan yang Harus Dihindari:
- Jangan menganggap transaminase tinggi sebagai kontraindikasi metformin - penyakit hepar berlemak non-alkoholik sering menunjukkan peningkatan transaminase tetapi bukan kontraindikasi 7
- Jangan melanjutkan metformin jika tanda dekompensasi berkembang - ini meningkatkan risiko mortalitas 2, 4
- Jangan menggunakan metformin pada pasien dengan konsumsi alkohol berlebihan - alkohol mempotensiasi efek metformin pada metabolisme laktat 2, 6
- Jangan mengandalkan transaminase normal untuk menyingkirkan sirosis - sirosis dapat ada meskipun transaminase normal 7
Manfaat Tambahan Metformin pada Sirosis Kompensata:
- Dapat meningkatkan survival bebas transplantasi 2
- Mengurangi risiko karsinoma hepatoseluler dan kanker ekstrahepatik pada pasien diabetes dengan sirosis 2
- Memperbaiki resistensi insulin dan dislipidemia yang sering terkait dengan penyakit hepar 8, 9
- Penghentian metformin pada sirosis kompensata dapat meningkatkan mortalitas 2
Pertimbangan Keamanan Khusus
- Studi farmakokinetik menunjukkan bahwa metformin tidak terakumulasi pada tingkat yang tidak aman pada pasien penyakit hepar kronis 3
- Rasio klirens metformin terhadap klirens kreatinin hanya sedikit lebih rendah pada pasien penyakit hepar kronis dibandingkan subjek sehat (12.6 vs 14.9; P=0.03), tidak cukup untuk menimbulkan kekhawatiran keamanan 3
- Diabetes tipe 2 sendiri dikaitkan dengan konsentrasi laktat plasma 48% lebih tinggi dibandingkan tanpa diabetes pada pasien penyakit hepar kronis 3
- Metformin tidak menyebabkan atau memperburuk cedera hepar dan seringkali bermanfaat pada penyakit hepar berlemak non-alkoholik 7, 9