Palivizumab Tidak Efektif untuk Pengobatan Infeksi RSV Aktif
Palivizumab tidak boleh digunakan untuk pasien yang sudah/sedang terkena infeksi RSV karena obat ini hanya efektif sebagai profilaksis pencegahan, bukan sebagai terapi untuk penyakit RSV yang sudah terjadi. 1, 2
Bukti Ketidakefektifan sebagai Terapi
Pedoman American Academy of Pediatrics secara eksplisit menyatakan bahwa pemberian antibodi pasif tidak efektif dalam pengobatan penyakit RSV dan tidak disetujui atau direkomendasikan untuk indikasi ini. 1
Label FDA untuk palivizumab dengan jelas menyatakan bahwa keamanan dan efikasi palivizumab belum ditetapkan untuk pengobatan penyakit RSV. 2
Palivizumab adalah antibodi monoklonal yang dirancang untuk mencegah infeksi RSV serius pada populasi berisiko tinggi, bukan untuk mengobati infeksi yang sudah ada. 3, 4
Mekanisme Kerja yang Mendukung Penggunaan Profilaksis Saja
Palivizumab bekerja dengan memberikan antibodi pasif yang mengikat protein F virus RSV, mencegah virus menginfeksi sel-sel saluran pernapasan. 3
Untuk efektif, palivizumab harus diberikan sebelum paparan RSV sehingga konsentrasi antibodi protektif (≥40 mcg/mL) sudah ada dalam serum saat virus masuk ke tubuh. 3
Setelah infeksi RSV sudah terjadi dan virus sudah bereplikasi di saluran pernapasan, pemberian antibodi tidak dapat menghentikan proses penyakit yang sudah berlangsung. 1
Situasi Khusus: Infeksi Breakthrough
Jika pasien yang sedang menerima profilaksis palivizumab mengalami infeksi RSV breakthrough (terinfeksi meskipun sudah mendapat profilaksis), profilaksis bulanan harus tetap dilanjutkan hingga maksimum dosis yang direkomendasikan tercapai. 1
Rekomendasi ini didasarkan pada observasi bahwa bayi berisiko tinggi dapat dirawat di rumah sakit lebih dari sekali dalam musim yang sama dengan penyakit saluran pernapasan bawah RSV, dan lebih dari satu strain RSV sering beredar bersamaan di komunitas. 1
Namun, pedoman yang lebih baru (2014) merekomendasikan penghentian profilaksis setelah hospitalisasi RSV karena kemungkinan hospitalisasi RSV kedua dalam musim yang sama sangat rendah (<0,5%). 1
Peringatan Penting
Jangan menggunakan palivizumab sebagai terapi penyelamatan atau pengobatan untuk pasien dengan gejala RSV aktif—ini tidak akan memberikan manfaat klinis. 1, 2
Palivizumab dapat mengganggu tes diagnostik RSV berbasis imunologi (seperti uji deteksi antigen) dan kultur virus, yang dapat menyebabkan hasil negatif palsu. 2
Hasil tes diagnostik harus digunakan bersama dengan temuan klinis untuk memandu keputusan medis pada pasien yang menerima palivizumab. 2