Solusi untuk Program Hamil
Untuk pasangan sehat usia 20-40 tahun tanpa penyakit kronis yang ingin memulai program kehamilan, mulailah dengan suplementasi asam folat 400 mcg per hari, evaluasi riwayat kesehatan reproduksi kedua pasangan secara bersamaan, dan lakukan skrining infeksi menular seksual serta pemeriksaan laboratorium dasar. 1
Evaluasi Awal Kedua Pasangan
Kapan Memulai Evaluasi Infertilitas
- Evaluasi infertilitas dimulai setelah 12 bulan hubungan seksual teratur tanpa kontrasepsi untuk wanita di bawah 35 tahun 1, 2
- Untuk wanita ≥35 tahun, evaluasi harus dimulai lebih cepat setelah 6 bulan karena penurunan fertilitas terkait usia 1, 2
- Kedua pasangan harus dievaluasi secara bersamaan sejak awal untuk mengidentifikasi penyebab infertilitas dengan akurat, karena faktor pria berkontribusi pada sekitar 50% kasus 1, 2
Riwayat Kesehatan Reproduksi Wanita
- Frekuensi dan waktu hubungan seksual 1
- Riwayat kehamilan sebelumnya, durasi infertilitas saat ini, dan hasil kehamilan sebelumnya 1
- Usia menarche, panjang siklus menstruasi, dan karakteristik menstruasi 1
- Riwayat operasi panggul, penyakit radang panggul, atau endometriosis 1
- Riwayat penyakit menular seksual 1
- Penggunaan obat-obatan (resep dan non-resep) 1
- Paparan toksin gonad termasuk panas berlebihan 1
Riwayat Kesehatan Reproduksi Pria
- Riwayat kriptorkismus bilateral atau kelainan testis lainnya 1
- Riwayat fertilitas sebelumnya 1
- Penyakit sistemik dan operasi sebelumnya 1
- Riwayat seksual termasuk penyakit menular seksual 1
- Paparan toksin gonad dan panas 1
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Wanita
- Pemeriksaan panggul lengkap 1
- Pengukuran indeks massa tubuh (BMI) 1
- Pemeriksaan tanda-tanda gangguan endokrin (hirsutisme, distribusi rambut abnormal) 1
Pemeriksaan Pria
- Lokasi meatus uretra pada penis 1
- Pengukuran dan palpasi testis (volume normal ≥15 mL) 1
- Pemeriksaan keberadaan dan konsistensi vas deferens dan epididimis 1
- Pemeriksaan varikokel 1
- Habitus tubuh dan karakteristik seks sekunder 1
- Pemeriksaan rektal digital 1
Pemeriksaan Laboratorium Dasar
Skrining untuk Kedua Pasangan
- Hitung darah lengkap untuk mendeteksi anemia 1
- Golongan darah dan skrining antibodi 1
- Skrining penyakit menular seksual: gonore, klamidia, sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan HIV 1
- Skrining rubella - jika tidak kebal, berikan vaksinasi sebelum konsepsi 1
Pemeriksaan Khusus Wanita
- Urinalisis 1
- Sitologi serviks (Pap smear) jika belum dilakukan sesuai jadwal 1
- Thyroid-stimulating hormone (TSH) untuk mendeteksi disfungsi tiroid 1
- Skrining diabetes jika ada faktor risiko 1
Analisis Semen untuk Pria
- Dua analisis semen dengan jarak minimal 1 bulan 1
- Instruksi pengumpulan: abstinens 2-3 hari sebelum pengumpulan 1
- Spesimen harus diperiksa dalam 1 jam setelah pengumpulan pada suhu ruangan atau tubuh 1
- Parameter yang dinilai: volume semen, konsentrasi sperma, motilitas, dan morfologi 1
Suplementasi dan Nutrisi
Suplementasi Wajib
- Asam folat 400 mcg per hari dimulai sebelum konsepsi dan dilanjutkan hingga 6-12 minggu pasca-konsepsi untuk mengurangi risiko defek tabung saraf hingga 75% 1
- Wanita dengan riwayat bayi dengan defek tabung saraf atau yang menggunakan antagonis folat memerlukan 4-5 mg asam folat per hari dimulai 3 bulan sebelum konsepsi 1
Penilaian Nutrisi Komprehensif
- Evaluasi status berat badan: kelebihan berat badan, obesitas, atau kekurangan berat badan 1
- Perencanaan makan dan koreksi defisiensi nutrisi 1
- Batasi asupan kafein (kurang dari 5 cangkir per hari) 1
- Teknik persiapan makanan yang aman 1
Optimalisasi Gaya Hidup
Modifikasi Gaya Hidup Esensial
- Berhenti merokok sepenuhnya - merokok mengurangi fertilitas pada pria dan wanita 1
- Hindari alkohol - konsumsi alkohol mengurangi fertilitas 1
- Hindari obat-obatan rekreasional 1
- Olahraga teratur sedang 1
- Hindari hipertermia (hot tub, sauna) 1
- Tidur yang cukup 1
Optimalisasi Berat Badan
- Wanita dengan kelebihan berat badan, obesitas, atau kekurangan berat badan harus mencapai berat badan sehat sebelum hamil 1
- Obesitas secara langsung mengurangi tingkat fertilitas pada wanita 2
- Modifikasi gaya hidup dan perubahan diet adalah manajemen awal yang paling tepat untuk wanita dengan BMI tinggi 2
Imunisasi
Vaksinasi yang Direkomendasikan Sebelum Konsepsi
- Influenza inaktif 1
- Tdap (tetanus, difteri, dan pertusis) 1
- Campak, gondongan, rubella (MMR) jika tidak kebal 1
- Varicella jika tidak kebal 1
- Hepatitis A dan B untuk populasi tertentu 1
- COVID-19 untuk populasi tertentu 1
Skrining Genetik
Indikasi Konseling Genetik
- Riwayat pribadi atau keluarga dengan anomali kongenital atau gangguan genetik 1
- Skrining status carrier berdasarkan riwayat: fibrosis kistik, anemia sel sabit, penyakit Tay-Sachs, talasemia 1
Manajemen Kondisi Medis Kronis
Evaluasi Diabetes (Jika Ada)
- Kontrol glikemik sangat penting sebelum konsepsi untuk mengurangi risiko anomali kongenital 1
- Target A1C sedekat mungkin dengan normal 1
- Evaluasi komplikasi diabetes: retinopati, nefropati, neuropati 1
Review Obat-Obatan
- Identifikasi obat teratogenik dan ganti dengan alternatif yang lebih aman jika memungkinkan 1
- Gunakan obat sesedikit mungkin dengan dosis serendah mungkin untuk mengontrol penyakit 1
Edukasi Fertilitas dan Waktu Hubungan Seksual
Memaksimalkan Peluang Konsepsi
- Edukasi tentang periode subur 6 hari yang berakhir pada hari ovulasi, ditandai dengan lendir serviks yang licin dan elastis 1
- Wanita dengan siklus menstruasi teratur disarankan melakukan hubungan seksual setiap 1-2 hari dimulai segera setelah menstruasi berakhir 1
- Pertimbangkan metode atau alat untuk menentukan atau memprediksi waktu ovulasi (kit ovulasi over-the-counter, aplikasi digital, atau cycle beads) 1
Hal yang Harus Dihindari
- Hindari pelumas vagina komersial karena sebagian besar mengurangi fertilitas 1, 2
- Hindari ikan besar (hiu, ikan todak, tilefish, king mackerel) untuk menghindari paparan merkuri 1
- Batasi konsumsi ikan lainnya 1
Peringatan Penting
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan menunda evaluasi pada wanita ≥35 tahun; menunggu 12 bulan penuh dapat mengurangi keberhasilan pengobatan 2
- Jangan membatasi penilaian hanya pada pasangan wanita, karena faktor pria berkontribusi pada sekitar setengah dari semua kasus infertilitas 2
- Jangan berasumsi fertilitas berdasarkan kehamilan yang berhasil sebelumnya; infertilitas sekunder memerlukan evaluasi komprehensif yang sama dengan infertilitas primer 2
- Jangan memberikan jaminan palsu bahwa siklus menstruasi teratur menjamin fertilitas 3
Rencana Kontrasepsi Sementara
Jika Kondisi Belum Optimal
- Gunakan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan sampai target glikemik tercapai (untuk wanita dengan diabetes) 1
- Semua metode kontrasepsi dianggap aman berdasarkan usia saja (kategori 1 atau 2) untuk wanita usia reproduksi 3
- Kontrasepsi yang mengandung estrogen menambah risiko kardiovaskular dan tromboemboli 3
Kapan Merujuk ke Spesialis
Indikasi Rujukan Segera
- Wanita ≥35 tahun dengan infertilitas ≥6 bulan harus dirujuk segera ke endokrinologi reproduksi 3
- Pasangan dengan faktor risiko infertilitas pria yang diketahui 1
- Wanita dengan riwayat oligo-amenore, penyakit uterus atau tuba yang diketahui atau dicurigai, atau endometriosis 1
- Jangan menunda penilaian fertilitas atau rujukan subspesialis; penundaan mengurangi peluang konsepsi yang sudah terbatas 3