How do I interpret an arterial blood gas (ABG) analysis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 13, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Cara Membaca Analisa Gas Darah (AGD)

Gunakan pendekatan sistematis tiga langkah untuk interpretasi AGD: evaluasi pH terlebih dahulu, kemudian identifikasi komponen respiratorik (PaCO2), dan terakhir identifikasi komponen metabolik (HCO3/base excess). 1, 2

Langkah 1: Evaluasi pH untuk Menentukan Status Asam-Basa

  • pH < 7.35 menunjukkan asidemia 1, 2
  • pH > 7.45 menunjukkan alkalemia 1, 2
  • pH normal (7.35-7.45) dapat menunjukkan kondisi normal, gangguan terkompensasi penuh, atau gangguan campuran 2

Langkah 2: Identifikasi Komponen Respiratorik

  • PaCO2 > 45 mmHg dengan pH rendah = asidosis respiratorik 1, 2
  • PaCO2 < 35 mmHg dengan pH tinggi = alkalosis respiratorik 1, 2
  • PaCO2 normal adalah 35-45 mmHg 1
  • Pada pasien PPOK atau kondisi hiperkapnia kronik, periksa apakah terdapat retensi CO2 baseline dengan kompensasi metabolik (HCO3 meningkat) 2

Langkah 3: Identifikasi Komponen Metabolik

  • Base excess < -2 atau HCO3 < 22 mmol/L = asidosis metabolik 1, 2
  • Base excess > +2 atau HCO3 > 26 mmol/L = alkalosis metabolik 1, 2
  • HCO3 normal adalah 22-26 mmol/L 1

Langkah 4: Tentukan Derajat Kompensasi

  • Terkompensasi penuh: pH normal tetapi PaCO2 dan HCO3 abnormal 2
  • Terkompensasi parsial: pH abnormal dan kedua PaCO2 dan HCO3 abnormal, dengan kedua sistem bergerak berlawanan arah untuk mengoreksi pH 2
  • Tidak terkompensasi: hanya satu sistem yang abnormal 2

Evaluasi Status Oksigenasi

  • PaO2 normal > 90 mmHg pada udara ruangan di permukaan laut 3
  • PaO2 < 60 mmHg = hipoksemia berat yang memerlukan intervensi segera 3
  • Hitung gradien alveolar-arterial oksigen (P(A-a)O2): normal < 15 mmHg (atau < 20 mmHg jika usia ≥ 65 tahun) 3
  • Saturasi oksigen normal > 94% 3

Indikasi Pemeriksaan AGD

Pedoman British Thoracic Society merekomendasikan pemeriksaan gas darah pada situasi berikut:

  • Semua pasien kritis 4
  • Pasien dengan syok atau hipotensi (tekanan darah sistolik < 90 mmHg) - gunakan sampel arteri 4
  • Penurunan SpO2 di bawah 94% yang tidak terduga pada pasien yang bernapas dengan udara ruangan atau oksigen 4
  • Penurunan saturasi oksigen (turun ≥ 3%) atau sesak napas yang memburuk pada pasien dengan hipoksemia kronik yang sebelumnya stabil 4
  • Pasien dengan faktor risiko gagal napas hiperkapnia yang mengalami sesak napas akut, saturasi oksigen memburuk, mengantuk, atau tanda retensi CO2 lainnya 4
  • Pasien dengan sesak napas yang diduga mengalami kondisi metabolik seperti ketoasidosis diabetik atau asidosis metabolik akibat gagal ginjal 4

Manajemen Berdasarkan Hasil AGD

Untuk Gagal Napas Hiperkapnia Akut:

  • Mulai ventilasi non-invasif (NIV) jika pH < 7.35 dan PaCO2 > 6.5 kPa (49 mmHg) meskipun sudah mendapat terapi medis optimal 1, 3
  • Target SpO2 88-92% untuk PPOK dan semua penyebab gagal napas hiperkapnia akut 1, 3
  • Periksa ulang gas darah 30-60 menit setelah memulai atau mengubah terapi oksigen pada pasien dengan risiko retensi CO2 4, 3

Untuk Titrasi Oksigen:

  • Mulai oksigen pada 1 L/menit dan naikkan dalam peningkatan 1 L/menit sampai SpO2 > 90% 4, 3
  • Lakukan AGD setelah titrasi oksigen selesai untuk memastikan PaO2 ≥ 8 kPa (60 mmHg) tercapai tanpa menyebabkan asidosis respiratorik 4
  • Jika PaCO2 naik > 1 kPa (7.5 mmHg) selama titrasi oksigen, ini menunjukkan penyakit yang tidak stabil secara klinis 4

Pertimbangan Teknis untuk Pengambilan Sampel AGD

  • Lakukan tes Allen sebelum AGD radial untuk memastikan suplai darah ganda ke tangan dari arteri radialis dan ulnaris 4
  • Dapatkan informed consent dengan diskusi tentang kemungkinan risiko 4
  • Gunakan anestesi lokal untuk semua spesimen AGD kecuali dalam keadaan darurat 4

Metode Sampling Alternatif

  • Gas darah kapiler (CBG) dapat menggantikan AGD untuk mengukur ulang PaCO2 dan pH selama titrasi oksigen 4
  • Kapnografi kutaneus dapat menggantikan AGD untuk mengukur ulang PaCO2 saja tetapi bukan pH 4
  • Untuk pasien non-kritis, gas darah cuping telinga yang diarterialisasi dapat digunakan untuk mengukur pH dan PCO2, tetapi PO2 kurang akurat (meremehkan PO2 sebesar 0.5-1 kPa) 4

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Saturasi oksigen normal tidak menyingkirkan gangguan asam-basa yang signifikan atau hiperkapnia - oksimetri akan normal pada pasien dengan PO2 normal tetapi pH atau PCO2 abnormal 4, 2
  • Gagal mengulangi pengukuran AGD setelah perubahan terapi oksigen pada pasien dengan risiko retensi CO2 adalah kesalahan manajemen kritis 1, 2
  • Pada gangguan respiratorik kronik, base excess berubah untuk kompensasi, sedangkan pada gangguan akut tetap normal pada awalnya 2
  • Jangan menunda inisiasi NIV pada asidosis berat sambil menunggu foto rontgen dada 1

References

Guideline

ABG Interpretation and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

ABG Interpretation Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Arterial Blood Gas Interpretation and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Related Questions

What is the role of arterial blood gas (ABG) analysis in managing a patient with Chronic Kidney Disease (CKD) Grade 3a?
How do I perform a complete arterial blood gas (ABG) interpretation?
What's the management for an abnormal Arterial Blood Gas (ABG) result?
How should arterial blood gas (ABG) results be interpreted in a critically ill patient with underlying conditions such as chronic obstructive pulmonary disease (COPD), heart failure, or kidney disease?
What are the approaches to analyzing arterial blood gases (ABG) for the BrNB (Bachelor of Nursing/Bachelor of Nursing and Bachelor of Midwifery) theory examination?
How should a pregnant woman with severe preeclampsia (24‑hour urine protein 6 g and hypertension) be managed?
A healthy 40‑year‑old man underwent outpatient extracorporeal shock‑wave lithotripsy (ESWL) with midazolam, fentanyl, and a propofol bolus; 2–3 hours after discharge he developed severe hypotension (blood pressure 60/40–70/40) without cutaneous or respiratory signs. Is this presentation an anaphylactic reaction or a non‑allergic delayed hypotensive episode?
What does low progesterone in the first trimester of pregnancy signify?
In a pregnant woman with severe pre‑eclampsia (24‑hour urine protein 6 g and hypertension), how often should a comprehensive metabolic panel be performed?
What is the recommended treatment for antiphospholipid syndrome (APS)?
In a patient with exudative tonsillitis and a documented penicillin allergy, when is clindamycin indicated and what are the appropriate adult and pediatric dosing regimens?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.