Cara Membaca Analisa Gas Darah (AGD)
Gunakan pendekatan sistematis tiga langkah untuk interpretasi AGD: evaluasi pH terlebih dahulu, kemudian identifikasi komponen respiratorik (PaCO2), dan terakhir identifikasi komponen metabolik (HCO3/base excess). 1, 2
Langkah 1: Evaluasi pH untuk Menentukan Status Asam-Basa
- pH < 7.35 menunjukkan asidemia 1, 2
- pH > 7.45 menunjukkan alkalemia 1, 2
- pH normal (7.35-7.45) dapat menunjukkan kondisi normal, gangguan terkompensasi penuh, atau gangguan campuran 2
Langkah 2: Identifikasi Komponen Respiratorik
- PaCO2 > 45 mmHg dengan pH rendah = asidosis respiratorik 1, 2
- PaCO2 < 35 mmHg dengan pH tinggi = alkalosis respiratorik 1, 2
- PaCO2 normal adalah 35-45 mmHg 1
- Pada pasien PPOK atau kondisi hiperkapnia kronik, periksa apakah terdapat retensi CO2 baseline dengan kompensasi metabolik (HCO3 meningkat) 2
Langkah 3: Identifikasi Komponen Metabolik
- Base excess < -2 atau HCO3 < 22 mmol/L = asidosis metabolik 1, 2
- Base excess > +2 atau HCO3 > 26 mmol/L = alkalosis metabolik 1, 2
- HCO3 normal adalah 22-26 mmol/L 1
Langkah 4: Tentukan Derajat Kompensasi
- Terkompensasi penuh: pH normal tetapi PaCO2 dan HCO3 abnormal 2
- Terkompensasi parsial: pH abnormal dan kedua PaCO2 dan HCO3 abnormal, dengan kedua sistem bergerak berlawanan arah untuk mengoreksi pH 2
- Tidak terkompensasi: hanya satu sistem yang abnormal 2
Evaluasi Status Oksigenasi
- PaO2 normal > 90 mmHg pada udara ruangan di permukaan laut 3
- PaO2 < 60 mmHg = hipoksemia berat yang memerlukan intervensi segera 3
- Hitung gradien alveolar-arterial oksigen (P(A-a)O2): normal < 15 mmHg (atau < 20 mmHg jika usia ≥ 65 tahun) 3
- Saturasi oksigen normal > 94% 3
Indikasi Pemeriksaan AGD
Pedoman British Thoracic Society merekomendasikan pemeriksaan gas darah pada situasi berikut:
- Semua pasien kritis 4
- Pasien dengan syok atau hipotensi (tekanan darah sistolik < 90 mmHg) - gunakan sampel arteri 4
- Penurunan SpO2 di bawah 94% yang tidak terduga pada pasien yang bernapas dengan udara ruangan atau oksigen 4
- Penurunan saturasi oksigen (turun ≥ 3%) atau sesak napas yang memburuk pada pasien dengan hipoksemia kronik yang sebelumnya stabil 4
- Pasien dengan faktor risiko gagal napas hiperkapnia yang mengalami sesak napas akut, saturasi oksigen memburuk, mengantuk, atau tanda retensi CO2 lainnya 4
- Pasien dengan sesak napas yang diduga mengalami kondisi metabolik seperti ketoasidosis diabetik atau asidosis metabolik akibat gagal ginjal 4
Manajemen Berdasarkan Hasil AGD
Untuk Gagal Napas Hiperkapnia Akut:
- Mulai ventilasi non-invasif (NIV) jika pH < 7.35 dan PaCO2 > 6.5 kPa (49 mmHg) meskipun sudah mendapat terapi medis optimal 1, 3
- Target SpO2 88-92% untuk PPOK dan semua penyebab gagal napas hiperkapnia akut 1, 3
- Periksa ulang gas darah 30-60 menit setelah memulai atau mengubah terapi oksigen pada pasien dengan risiko retensi CO2 4, 3
Untuk Titrasi Oksigen:
- Mulai oksigen pada 1 L/menit dan naikkan dalam peningkatan 1 L/menit sampai SpO2 > 90% 4, 3
- Lakukan AGD setelah titrasi oksigen selesai untuk memastikan PaO2 ≥ 8 kPa (60 mmHg) tercapai tanpa menyebabkan asidosis respiratorik 4
- Jika PaCO2 naik > 1 kPa (7.5 mmHg) selama titrasi oksigen, ini menunjukkan penyakit yang tidak stabil secara klinis 4
Pertimbangan Teknis untuk Pengambilan Sampel AGD
- Lakukan tes Allen sebelum AGD radial untuk memastikan suplai darah ganda ke tangan dari arteri radialis dan ulnaris 4
- Dapatkan informed consent dengan diskusi tentang kemungkinan risiko 4
- Gunakan anestesi lokal untuk semua spesimen AGD kecuali dalam keadaan darurat 4
Metode Sampling Alternatif
- Gas darah kapiler (CBG) dapat menggantikan AGD untuk mengukur ulang PaCO2 dan pH selama titrasi oksigen 4
- Kapnografi kutaneus dapat menggantikan AGD untuk mengukur ulang PaCO2 saja tetapi bukan pH 4
- Untuk pasien non-kritis, gas darah cuping telinga yang diarterialisasi dapat digunakan untuk mengukur pH dan PCO2, tetapi PO2 kurang akurat (meremehkan PO2 sebesar 0.5-1 kPa) 4
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Saturasi oksigen normal tidak menyingkirkan gangguan asam-basa yang signifikan atau hiperkapnia - oksimetri akan normal pada pasien dengan PO2 normal tetapi pH atau PCO2 abnormal 4, 2
- Gagal mengulangi pengukuran AGD setelah perubahan terapi oksigen pada pasien dengan risiko retensi CO2 adalah kesalahan manajemen kritis 1, 2
- Pada gangguan respiratorik kronik, base excess berubah untuk kompensasi, sedangkan pada gangguan akut tetap normal pada awalnya 2
- Jangan menunda inisiasi NIV pada asidosis berat sambil menunggu foto rontgen dada 1