Can pioglitazone be combined with vildagliptin in a patient with type 2 diabetes?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 14, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Ya, Pioglitazone Dapat Digabung dengan Vildagliptin

Kombinasi pioglitazone dan vildagliptin efektif dan aman untuk pasien diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dengan monoterapi, dengan penurunan HbA1c sebesar 0.8-1.0% tanpa meningkatkan risiko hipoglikemia. 1, 2

Bukti Efikasi Kombinasi

  • Penambahan vildagliptin 50-100 mg/hari pada pioglitazone 45 mg/hari menurunkan HbA1c sebesar 0.8-1.0% dibandingkan plasebo setelah 24 minggu 2
  • Kombinasi ini juga menurunkan glukosa postprandial sebesar 1.9-2.6 mmol/L dan meningkatkan fungsi sekresi insulin lebih dari tiga kali lipat 2
  • Ketika dimulai bersamaan pada pasien yang belum pernah mendapat terapi, kombinasi pioglitazone 30 mg dan vildagliptin 100 mg menurunkan HbA1c sebesar 1.9% setelah 24 minggu, dibandingkan 1.1% dengan monoterapi pioglitazone 3

Profil Keamanan

  • Tidak ada interaksi farmakokinetik yang signifikan secara klinis antara vildagliptin dan pioglitazone - perubahan AUC dan Cmax kecil (≤15%) 4
  • Insiden hipoglikemia sangat rendah (0-0.6%) dengan kombinasi ini, mirip dengan plasebo 2
  • Kombinasi ini ditoleransi dengan baik, dengan insiden efek samping keseluruhan 50-55.5%, tidak berbeda bermakna dengan plasebo (48.7%) 2
  • Vildagliptin tidak memperburuk secara substansial kenaikan berat badan yang diinduksi pioglitazone 3

Pertimbangan Penting Sebelum Memulai

Kontraindikasi Absolut untuk Pioglitazone:

  • Gagal jantung stadium apapun (NYHA Class I-IV) - pioglitazone menyebabkan retensi cairan dengan hazard ratio 1.8 untuk gagal jantung 5
  • Penyakit hati aktif 5
  • Riwayat atau kanker kandung kemih aktif 5

Pasien Risiko Tinggi yang Harus Dihindari:

  • Riwayat infark miokard 5
  • Usia lanjut 5
  • Penyakit ginjal kronik 5
  • Terapi insulin saat ini 5
  • Wanita postmenopause atau osteoporosis (risiko fraktur tulang) 5

Monitoring yang Diperlukan

  • Evaluasi efikasi terapi dalam 3 bulan setelah inisiasi 6
  • Monitoring intensif selama 3 bulan pertama (terutama minggu 4-12) untuk retensi cairan: berat badan mingguan, edema pedal, dan gejala dispnea 5
  • Hentikan pioglitazone segera jika: berat badan naik >3 kg, dispnea baru atau memburuk, atau edema pedal signifikan 5

Alternatif yang Lebih Diutamakan

  • Untuk pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik, gagal jantung, atau penyakit ginjal kronik, SGLT2 inhibitor lebih diutamakan daripada pioglitazone karena manfaat kardiovaskular dan renal yang terbukti 6
  • Kombinasi metformin + vildagliptin + SGLT2 inhibitor memberikan penurunan HbA1c 0.7-1.0% dengan manfaat tambahan penurunan berat badan 2-4 kg dan risiko hipoglikemia minimal 6

Dosis dan Cara Pemberian

  • Mulai pioglitazone dengan dosis rendah (7.5-15 mg sekali sehari) pada pasien berisiko retensi cairan, karena kenaikan berat badan bergantung dosis 5
  • Vildagliptin dapat diberikan 50 mg sekali sehari atau 100 mg sekali sehari, keduanya efektif 2

Related Questions

What is the normal range for Hemoglobin A1c (HbA1c) according to the American Diabetes Association (ADA)?
What is the role of Vildagliptin (DPP-4 inhibitor) in the treatment of type 2 diabetes?
What are the alternatives to metformin (biguanide) for patients who cannot tolerate it or have contraindications?
Can a patient take Actos (pioglitazone) and Januvia (sitagliptin) together?
What is the treatment for elevated Hemoglobin A1c (HbA1c) level of 8.3%?
After how many hours can an adult take another dose of Oki (ketoprofen) for a headache?
In an adult with obstructive jaundice, how should fentanyl be dosed and monitored?
What is the recommended management of heart failure with preserved ejection fraction in an older female patient with hypertension, obesity, diabetes mellitus, atrial fibrillation, and chronic kidney disease?
What is the appropriate evaluation and management approach for a patient presenting with acute or chronic urticaria?
What is the role and evidence for using albumin in the management of hypotension, and in which clinical situations is it indicated?
What is the recommended management of febrile neutropenia in a chemotherapy patient (fever ≥38.3 °C, absolute neutrophil count <500/µL), including initial empiric anti‑pseudomonal β‑lactam therapy, criteria for outpatient oral therapy using the MASCC (Multinational Association for Supportive Care in Cancer) score, indications for adding vancomycin, duration of treatment, when to start empiric antifungal therapy, use of granulocyte colony‑stimulating factor prophylaxis, and steps for escalation if the initial regimen fails?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.